
Sedangkan Al yang sudah dipengaruhi oleh obat itupun kemudian menarik lengan Sesil dan mendekapnya.
Sesil yang merasa pelukan Al pun merasa bahwa dewi keberuntungan sudah berpihak kepadanya.
Bahkan dia sudah membayangkan bagaimana nikmatnya menghabiskan waktu bersama dengan Al.
Namun semua itu harus pupus karna Rendi menarik paksa Sesil dari pelukan tuan mudanya. Sesil yang mendapat perlakuan itupun kesal.
Kemudian Rendi meraih gelas berisikan air putih dan langsung menumpahkan ketangannya dan langsung mengusapkan air itu ke wajah Al.
Al sedikit sadar setelah Rendi mengusapkan air kewajahnya.
"Tuan sadar lah ada apa denganmu" ucap Rendi dengan nada tinggi.
"Rendi sepertinya minuman itu sudah diberi obat" jawab Al dengan lirih sambil menunjuk gelas yang tadi dia minum.
Kemudian Rendi membawa Al menjauh, Sesil yang melihat itupun berusaha untuk mendekatinya kembali.
"Biarkan aku membantu tuan Al" ucap Sesil dengan suara menggoda.
Rendi yang mendengar suara Sesil langsung menatapnya dengan penuh amarah.
"Apa yang sudah nona berikan ke minuman tuanku" tanya Rendi dengan amarahnya.
"Apa yang kau tanyakan asisten Rendi aku tidak mengerti" jawab Sesil mencoba untuk membela diri.
__ADS_1
"Bohong..pasti kau sudah mencampurinya dengan obat kan" bentak Rendi.
Sesil yang kesal pun langsung marah.
"Jaga bicaramu asisten Rendi kau tidak tau siapa aku" jawab Sesil dengan marah
"Ren.." panggil Al dengan nada lirih.
"Tuan muda" jawab Rendi saat menghampiri tubuh Al yang sudah tak karuan.
Obat itu benar-benar sudah membuat harta masa depan Al menegang hebat dia ingin melakukan hal lebih intim lagi.
"Biarkan dia membantuku" ucap Al lagi dengan lirih sambil menunjuk ke arah Sesil.
Sesil yang mendengar itupun kemudian melangkahkan kakinya untuk mendekati Al namun belum sampai Rendi sudah mencegatnya.
"Berhenti disitu nona jangan pernah kau menyentuh tuanku dalam keadaan seperti ini" ucap Rendi dengan penekanan.
"Apa kau tuli asisten Rendi, tuanmu mengatakan aku harus membantunya" ucap Sesil dengan kesal.
Kemudian Sesil pun kembali melangkahkan kakinya namun langsung ditarik oleh Rendi dan langsung didorong.
Sesil yang terjatuh langsung berdiri dan menatap tajam lawan bicaranya.
"Kau mati hah" ucap Sesil dengan amarahnya
__ADS_1
"Jangan bersikap seperti ini nona, lebih baik kau pergi dari sini jika tidak aku tidak bisa menjamin hidupmu kedepannya setelah menyentuh tuanku" ucap Rendi dingin.
"Tuanmu sendiri yang menginginkan aku" tantang Sesil.
"Pergi dari sini atau aku akan bersikap kasar padamu" ucap Rendi dengan nada tinggi karna sudah kehabisan kesabaranya.
Sesil yang mendengar itupun terkejut tak sampai disitu dia pun juga terkejut karna tiba-tiba Rendi menariknya paksa untuk keluar ruangan dan langsung mendorongnya.
"Kau akan menyesal setelah melakukan ini, biarkan aku masuk aku akan membantu tuan Al" paksa Sesil yang ingin menerobos Rendi.
"Pergi dari sini" ucap Rendi dengan marah dan dengan tatapan membunuh.
Sesil yang ketakutan pun langsung pergi diikuti oleh sekretarisnya yang sedari tadi hanya menjadi penonton.
"Sial rencanaku gagal dan mengapa bisa asistennya begitu menakutkan saat marah seperti itu" batin Sesil sambil melangkah keluar restoran.
Setelah kepergian Sesil, Rendi menghampiri Al. Kemudian dia meraih gelas berisikan air putih lagi dan langsung menumpahkan airnya dan mengusapkan kewajah Al untuk sedikit menyadarkannya.
"Tuan apa kau mendengarku" tanya Rendi khawatir melihat kondisi Al sekarang karna sedikit berantakan.
"Usaplah wajahmu menggunakan air ini tuan, aku akan pergi untuk membeli obat yang bisa meredakan efek obat ini kau tunggu disini sampai aku kembali" ucap Rendi.
"Pergilah" jawab Al sambil mengusapkan wajahnya menggunakan air.
(Btw author gak tau ya ges obat perangsang itu ada obat untuk meredakan efeknya atau enggak. Jadi gak usah pada bingung ya, namanya juga novel khayalan jadi suka-suka author ya🤣🤣)
__ADS_1