Akhir Derita Istri Kecil CEO

Akhir Derita Istri Kecil CEO
Bab 6


__ADS_3

"Baik tuan" jawab Rendi dan kemudian melenggang menuju kerumah sakit dengan kecepatan penuh.


Flashback On


Saat sampai direstoran Al langsung menuju keruang VIP yang sudah dipesan oleh Rendi untuk mereka meeting dengan perusahaan Arta Group.


Saat masuk Al terkejut karna dia tak melihat pak Dandi yang tak lain adalah pemilik Arta Group dia hanya melihat ada seorang gadis yang menggunakan baju seksi beserta sekretarisnya yang sesama wanita juga.


Merasa ada yang membuka pintu gadis itu yang tak lain adal Sesil Artana itupun menoleh, menatap pria dihadapannya dengan penuh pesona.


Sesil kemudian berjalan ke arah Al.


"Hallo tuan Al perkenalkan aku Sesil Artana, papa ku tidak dapat menghadiri meeting ini karna kondisinya kurang membaik" ucap Sesil dengan nada menggoda.


Bagaimana pun itu semua adalah rencana pak Dandi agar putri satu-satunya dapat merayu dan menikah dengan seorang Alvian Argantara.


Siapa yang tak mau dengan pesona seorang Al selain kaya dia juga seorang CEO banyak wanita yang mengejarnya meski hanya untuk menyentuhnya apalagi sampai tidur dengan seorang Al.


Namun karna sifat Al yang begitu dingin membuat semua wanita ketakutan saat berada didekatnya itupun yang dirasakan oleh Sesil saat ini.

__ADS_1


Melihat tatapan dingin Al membuat Sesil sedikit gemetar namun dia dapat menyembunyikannya.


"Mari duduk tuan" ucap Sesil kembali dan tak lupa dengan suara manjanya.


Sesaat sudah duduk Al dapat melihat bahwa sudah ada minuman yang tersaji disana pasti itu sudah dipersiapkan oleh Sesil.


Sesil berusaha untuk menggoda Al dengan sedikit menaikkan rok mininya dan dan menampakkan bagian dadanya yang sedikit terbuka.


"Jaga sikapmu nona, jika kau ingin meeting sebaik kau menggunakan pakaian yang normal. Lihatlah sepertinya baju yang kau pakai itu belum jadi namun sudah dijual dan kau membelinya" ucap Rendi geram akan sikap Sesil yang terlihat sedang menggoda tuan muda nya.


Sesil yang mendengar itupun kesal dan akan membalas namun suara Al membuatnya mengurungkan niatnya.


"Bisakah kita mulai meetingnya. Jika tidak lupakan soal kerjasama karna aku tidak bisa berlama-lama disini" ucap Al dengan dingin.


Al dan Rendi sempat menolak namun karna paksaan dari Sesil akhirnya mereka meminumnya.


Sesil yang melihat Al menghabiskan minuman yang dia berikan tersenyum karna dia sudah memasukan sesuatu yang akan membuat Al menidurinya hari ini.


"Bagus setelah ini kau akan menjadi milikku tuan Al" batin Sesil.

__ADS_1


Kemudian mereka memulai pembicaraan kerjasamanya.


Tiba-tiba Al meras aneh pada tubuhnya. Hawa panas tubuhnya begitu membuat Al resah, dia kemudian membuka 1 kancing kemejanya untuk mengurangi hawa panas ditubuhnya.


Untung saja dosis obat itu tidak terlalu tinggi namun meskipun begitu obat itu tetap bekerja dengan semestinya.


Melihat ada yang tidak beres Rendi menghampiri Al yang sedari gelisah.


"Tuan apa kau baik-baik saja" tanya Rendi khawatir karna sekarang Al sudah membuka kemejanya.


"Entahlah Ren aku merasa aneh pada tubuhku" jawab lirih Al sambil berdiri.


Sesil yang melihat itupun kemudian ikut berdiri dan menghampiri Al.


"Tuan apa yang terjadi padamu" ucap Sesil kemudian menyentuh lengannya dengan manja.


Rendi yang melihat itupun kemudian beralih kehadapan Sesil.


"Apa yang sudah kau berikan ke minuman tuanku nona" tanya Rendi dengan penuh penekanan.

__ADS_1


"Apa..aku tidak melakukan apapun" jawab Sesil dengan santainya.


Sedangkan Al yang sudah dipengaruhi oleh obat itupun kemudian menarik lengan Sesil.


__ADS_2