
"Ah sial kenapa bisa dikunci didalam, apa tuan muda sedang bersama seorang wanita didalam" gumam Rendi didepan pintu.
DRETT...
DRETT..
"Hallo tuan" jawab Rendi
"Dimana kau bodoh kenapa lama sekali" ucap Al dengan kesal.
"Saya didepan pintu tuan, tapi pintunya terkunci dari dalam" jawab Rendi.
Klik..
Setelah mendengar suara kunci pintu dibuka, Rendi langsung melangkahkan kakinya masuk kedalam.
Saat didalam dia terkejut karna melihat ada seorang gadis yang tengah pingsan berada diatas kursi dengan tampilan acak² kan untung saja Al sempat melepas jas mewahnya untuk menutup bagian dada Naura yang memang sudah terbuka itu.
"Apa kau ingin buta" ucap Al dengan kesal saat melihat Rendi menatap Naura terus menerus.
"Ah maaf tuan" jawab Rendi kemudian memalingkan wajahnya.
"Apa tuan sudah melakukannya dengan wanita itu, terlihat tampilan wanita itu cukup acak-acakan dan tuan muda seperti sudah baik-baik saja" batin Rendi.
"Lepas jas mu" suruh Al.
__ADS_1
Rendi yang masih bertempur dengan pemikirannya itu pun terkejut.
"Ada apa mengapa kau terkejut, apa kau tuli sehingga tidak mendengar apa yang kukatakan" ucap Al lagi dengan kesal.
Rendi yang gelagapan itupun langsung melepas jas nya kemudian diberikan oleh Al.
Al menerimanya dan langsung beralih ke Naura dan menutup bagian kakinya untuk menutupi. Bagaimana pun pakaian kerja Naura memang menggunakan rok pendek selutut.
Entah mengapa Al meras tidak rela jika kaki jenjang Naura terlihat.
Kemudian Al menggendong Naura dan membawanya dan diikuti oleh Rendi dibelakangnya.
Sepanjang keluar dari restoran semua mata tertuju pada Al yang tengah menggendong Naura dan ada Rendi yang mengekor.
Siapa yang tak kenal dengan seorang Alvian bahkan banyak wanita yang memujanya karna wajahnya yang tampan.
Bagaimana pun Al sengaja menyembunyikan wajah cantik Naura ke dadanya.
"Kemana kita akan pergi tuan" tanya Rendi saat sudah berada di dalam mobil.
"Baik tuan muda" jawab Rendi.
Al terus menatap wajah pucat Naura meskipun dalam keadaan pucat namun itu tidak mengurangi kecantikannya.
Tanpa sadar Al terus menatap Naura dengan senyum tipisnya dan itu tidak luput dari pengelihatan Rendi yang sedang menyetir.
__ADS_1
"Apa tadi tuan muda tersenyum, ini adalah senyum tuan muda yang sudah lama tidak ku lihat" batin Rendi.
Rendi adalah sahabat Al dari kecil, Rendi seorang yatim piatu semenjak dia umur 10 tahun saat itu juga dia diangkat anak oleh kedua orang tua Al.
Umur mereka pun selisih 1 tahun dimana lebih tua Al dengan Rendi.
Rendi mengabdikan hidupnya untuk menjadi asisten pribadi Al, dia memilih itu untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya karna selama menjadi anak angkat orang tuanya Al selalu baik kepadanya.
"Tuan" panggil Rendi.
"Hmm" jawab singkat Al tanpa mengalihkan pandangannya.
"Apa kau sudah baik-baik saja" tanya Rendi penasaran.
"Ck. Apa kau ini Rendi apa kau sengaja datang terlambat tadi" ucap Al dengan kesal.
"Maaf tuan tokonya tutup dan saya harus mencari ditoko lain yang cukup jauh" jawab Rendi.
"Ah sudahlah lupakan" ucap Al kesal.
"Dan ya apa kau tau apa yang harus kau lakukan setelah mengantarkanku kerumah sakit" tanya Al.
"Apa kau yakin tuan muda, bagaimana dengan kerjasamanya" tanya Rendi
"Bodoh.. Lupakan soal kerjasama aku ingin wanita sialan itu bangkrut malam ini. Dan kau juga harus menyiksa semua keluarganya. Apa kau mengerti" ucap Al dengan nada sedikit tinggi.
__ADS_1
"Baik tuan" jawab Rendi dan kemudian melenggang menuju kerumah sakit dengan kecepatan penuh.