
Sampai dirumah Awan, Rara duduk disofa ruang tamu yang megah, Awan mengambilkan air kompres lagi, agar mengurangi rasa sakit di pipi Rara.
"Sayang, kamu udah mendingan?"
"Udah kak, tapi pipiku masih rasa panas" Rara masih memegangi pipinya.
"Ya udah, sini aku kompres lagi, terus kamu ganti baju ya"
Rara mengangguk, setelah dikompres, Rara ganti baju, menggunakan celana sepaha dan kaos yang over size.
Rara rebahan di tempat tidur Awan, matanya memandang langit-langit rumah. Awan masuk ke kamarnya, melihat Rara yang sedang melamun.
"Ngelamunin apa si sayang" Awan mengagetkan Rara.
"Engga nglamunin apa-apa kok kak, lagi rasa berdamai aja dengan suasana"
"Ini diminum dulu es jeruknya, biar seger"
"Iya kak, kak aku mau tanya, apa kakak enggak ngerasa kesepian dirumah sebesar ini"
" Enggak dong, kan ada kamu" sambil mengecup bibir Rara
"Serius ih kakak?"
" Ya kesepian si, tapi mau gimana lagi, Nyokap dan Bokap jauh"
" Terus kakak beneran, mau daftar Tentara?"
" Enggak jadi, aku mau kuliah, ambil jurusan Kedokteran"
" Wah, engga jadi LDR dong hehehe"
"Iya dong? seneng kan kamu"
Tiba-tiba Awan sudah berada diatas tubuh Rara, Awan mulai mengecup bibir Rara, Awan mulai membuka bajunya, dan meneruskan dengan ciuman. Rara yang merasakan membara didalam dadanya. Awan dan Rara merasakan Nafsu yang membara, Rara mendesah karena Awan, sudah sampai di bukit kembarnya, Awan mengecup bukit kembar itu dan meninggalkan kissmark. Rara mulai berani memegang juniornya Awan, Awan tersenyum ke Rara.
__ADS_1
Rara " Ka berhenti dulu, kita enggak gituan dulu kan?".
Awan " Enggak sayang, santai aja, lagian kita masih sekolah, kalau habis lulus SMA, baru aku mau "
Rara " Iih kakak".
Awan " Aku paling suka berpelukan sama kamu, dengan posisi seperti ini, kita telanjang bagian atas, saling bersentuhan tubuh kita"
Rara " Sini aku peluk lebih erat lagi ka"
Awan dan Rara berpelukan, bercerita sampai pukul 03.00, lalu mereka tertidur. Saat pukul 10.00 Rara terbangun, karena handphonenya berbunyi
Rara " Hallo ta"
Gita " Hallo, lu masih sama ka Awan?"
Rara " Iya kenapa?"
Gita " Ibu lu tadi kesini"
Gita " Untungnya, gue bilang, Lu pergi sama Susi".
Rara " Syukurlah,... terus gimana?"
Gita " Iya gue bilang aja, Nemenin Susi ke Apotik"
Rara " Thanks ya ta, lu emang the best"
Gita " Okeh, santuy aja"
Rara menutup telfon dari Gita, dan kaget melihat Awan yang terbangun.
Awan " Telfon dari siapa sayang?"
Rara " Dari Gita Ka"
__ADS_1
Awan " Oooh.... yuk cuci muka terus turun sarapan"
Rara " Ayuk Ka, aku pakai baju dulu"
Mereka setelah cuci muka, lalu turun ke bawah, untuk makan. Saat Makan Awan mendapatkan telfon dari mantannya. Awan mengangkat telfon itu.
Rina " Hallo sayang, selamat siang"
Awan " Ada apa?"
Rina " Kamu dirumah enggak, aku kangen nih"
Awan tidak menanggapi telfon Rina dan mengobrol dengan Rara.
Awan " Sayang, ini kamu makan sayurnya"
Rara " Iya kak"
Rina yang mendengar itu, langsung berbicara lagi.
Rina " Sayang, kamu engga inget beberapa bulan lalu, kita tidur bersama dikamar kamu"
Rara yang mendengar itu, lalu menggebrak meja makan. Bergegas naik ke kamar Awan.
Awan melihat ekspresi Rara yang marah.
Rina masih melanjutkan bicaranya " Sayang, kok engga jawab si"
Awan " Bacot lu Anj*Ng , lu bilang tidur dikamar gue, gue nyentuh lu aja ogah, asal lu tau, gue mau macarin lu karena taruhan"
Rina " apa, taruhan?"
Awan " Iya, baru tau kan lu, sana tanya anak2 Genk gue, mampus lu".
Awan mematikan telfon Rina, dan menyusul Rara ke kamarnya. Saat mau membuka pintu, Awan melihat Rara, yang sudah berganti baju, dan membawa tasnya.
__ADS_1
Dan perang pun dimulai ....