
Sesampainya di rumah, dirumah hanya ada pembantunya. Rara mempersilahkan Awan masuk, duduk di ruang tamunya. Rara mengambilkan minuman dingin di kulkas. Rara berjalan kearah Awan sambil membawa minuman.
" Di minum dulu kak"
Awan mengangguk, Rara mendapatkan notif chat dari Grup genknya.
Gita " Woy, ke club' yuk?, besok malem kan gue mau ajak cogan ke club'"
Rara " Siapa tuh cogannya?"
Susi " Paling guru biologi kita gaes? hahahah"
Gita " Gue bilang kan mau ajak Yoga besok, lupa lu Ra?, amit-amit dah gue ajak guru ganjen itu"
Rara " Engga usah Git, gue udah ada buktinya, besok aja mau gue bom tuh Siska"
Susi " Hidup tanpa berantem serasa hambar ya wkwkwk"
Gita " Wah, salam olahraga (maksudnya berantem) nih besok, semoga ada adegan melenturkan otot"
Rara " Semangatnya kalian wkwkwk, Jadi ke club' engga? tapi nunggu Awan pulang ya?"
Gita " Ok, kabarin aja. Nanti Gue sama Susi jemput lu princesss"
Rara tidak membalas chat dari grupnya, Awan mengambil Handphone Rara. Dan ternyata Handphone itu tidak bisa dibuka oleh Awan karena dipassword.
Awan " Kenapa di password?"
Rara " Dari sebelum jadian sama kamu juga udah di password"
__ADS_1
Awan " Boleh liat isi handphone kamu?"
Rara " Enggak, nanti cogan ( cowo ganteng) engga pada chat"
Awan yang melihat respon kekasihnya itu, langsung menghampiri ke arah tempat duduknya, lalu memeluk dan menggelitik badannya"
Awan " Oh jadi gitu ya, Awas ya aku peluk erat nih, terus aku gelitiki badan kamu"
Rara " Ampun kak, geli ih geli" Rara terus tertawa.
Awan " Kamu ganjen si"
Rara " engga dong, cowo-cowonya yang pada ganjen ke aku"
Awan " Hmm, tetep setia ke aku ya"
Rara " Tergantung, kalau kamu nyakitin ya, aku bisa aja berpaling wkwkwkwk" Rara menjulurkan lidah ke Awan, membuat Awan tambah gemas menggoda pacarnya itu.
Rara " hmmmm".
Awan berpamitan pulang, Rara langsung ke ke kamarnya , mengganti baju sexy, dengan celana sepaha, kaos crop yang memperlihatkan perutnya. Setengah jam kemudian, Gita dan Susi menjemput Rara. Suara klakson mobil, menandakan sahabatnya itu datang.
Rara " Berisik lu... gue juga engga budeg kali"
Gita " Sorry, Lu engga ijin ke Awan, mau ke Club'?"
Susi " Durhaka lu sama pacar lu?"
Rara " Udah jangan brisik ah, yuk berangkat"
__ADS_1
Mereka bertiga berangkat menuju club', diperjalanan Rara duduk termenung dibelakang, Susi yang melihat itu. Memanggil Rara, namun Rara tidak menjawab. Gita mempelankan lajuan mobilnya.
Gita " Are you okay?"
Rara hanya diam.
Gita " Ra, lu engga papa?"
Susi " Git, berhenti, gue pindah duduk dibelakang?"
Susi pindah kebelakang, dan melihat Rara yang menangis, Rara hanya diam saja.
Susi " Ra, lu kenapa?"
Gita " Siapa yang nyakitin lu Ra?"
Rara " Gue tadi, engga sengaja tadi pas Awan ke toilet, gue buka Handphone pacar gue?"
Rara lalu tambah menangis, sampai sahabatnya bingung.
Gita " Lu luapin semua air mata Lo Ra"
Gita melanjutkan perjalanan ke club', sesampainya di club'. Mereka bertiga masuk, lalu memesan table dan minuman.
Rara minum sangat banyak, sampai Gita dan Susi, tidak mampu mencegahnya. Rara mulai mabuk, sampai Rara sudah tergeletak, Gita dan Susi menyuruh bodyguard yang di club untuk mengangkat tubuh Rara dan memasukannya ke mobil.
Gita " Gila si Rara, tumben-tumbenan mabuk sampe segininya?"
Susi " Kita nginep aja dirumah Rara, biar kita bisa tau, Alasan dia kaya gini itu kenapa?"
__ADS_1
Mereka bertiga lalu pulang....