AkIBAT PERGAULAN BEBAS

AkIBAT PERGAULAN BEBAS
PERCERAIAN


__ADS_3

Pada malam hari Rara terbangun, karena mendengarkan keributan di bawah. Rara keluar dari kamar dan mendengarkan percakapan Ayah dan Ibunya.


Ibu " Aku tau kamu selingkuh lagi mas, berulang kali kamu selingkuhin aku, tapi kamu engga mau sadar" Ucap ibu dengan menangis.


Ayah " Aku jenuh dengan pernikahan kita, setiap hari kita ribut, ini itu ribut ya aku lampiaskan saja ke wanita"


Ibu " Oh begitu, baik. Dasar suami tidak tau diuntung"


Ibu Rara lalu menelefon Asistennya. "Hallo, tolong tarik saham di Perusahaan suami saya, tarik semuanya, tanpa tersisa dan saham itu tolong diberikan atas nama anak saya Mutiara Az-Zahra". Dari telefon terdengar kata-kata "Baik Bu". Sontak Ayah Rara kaget mendengar itu. Lalu uring-uringan, mencari jalan keluar agar Perusahaannya tetap berdiri.


Disaat Ayah Rara berfikir , Hpnya bergetar , dan ternyata telfon dari kantor perusahaannya.


"Hallo pak, Istri anda sudah menarik saham. Kita akan mengalami kerugian besar Pak, bahkan kita akan bisa bangkrut"


"Nanti aku akan cari solusinya" Ucap Ayah Rara.


Ayah Rara lalu memohon ke istrinya untuk tidak menarik sahamnya, tapi semua itu terlambat.

__ADS_1


Ibu Rara " Semua sudah terlambat, aku dulu menemanimu dari kamu belum punya apa-apa, seiring kamu sudah kaya. Kamu membuangku, kamu selingkuh dengan mudahnya. Sudah berulang kali aku maafkan kamu, Aku berulang kali memberikan kesempatan tapi kamu menyia-nyiakan. Secepatnya aku akan mengajukan cerai" .


Rara mendengar itu, sontak masuk kamar dan membanting pintu, membuat Ayah dan Ibunya kaget. Mereka baru sadar bahwa dari tadi Rara sudah mendengarkan keributan ini. Rara menangis didalam kamar, Menangis tiada henti. Dan saat menangis , Rara tertidur.


Dipagi hari , Rara bangun dengan mata sembab. Pagi ini serasa tidak mau beranjak dari kamarnya. Tiba-tiba diketok pintu kamar Rara. "Tok... tok tok". Rara membuka pintu, dan Ayah berdiri didepan pintunya.


Rara " Kenapa?"


Ayah " Tolongin Ayah ya nak".


Rara " Untuk?"


Rara " Oh jadi Ayah datang kesini cuma mau bahas itu, Maaf ya Ayah walaupun Rara mendapat saham dari mamah. Rara tidak tertarik berinvestasi di perusahaan Ayah. Rara Palah mendukung Mamah menceraikan Ayah"


Saat Ayah Rara mendengarkan itu, Ayah hampir menampar Rara. Dan Rara berteriak "Tampar aku , tampar. Sudah kebal aku ditampar Ayah". Lalu Rara masuk kamar dan membanting pintu. Setelah itu, Rara mandi dan pergi. Saat turun ke bawah, Mamah sedang duduk melamun di meja makan.


Rara " Mamah"

__ADS_1


Mamah " iya kenapa nak?"


Rara " Rara sayang Mamah, Rara kepengin Mama bahagia"


Mamah dan Rara menangis bersama, dan saling berpelukan. Rara menangis dan bilang "Aku mendukung mamah cerain Ayah, Ayah udah keterlaluan Mah, dia taunya Wanita dan Harta saja".


Mamah Rara mengelus punggung Rara. Dan Mamah berbisik "Kita hidup berdua ya nak, semua akan baik-baik saja".


Setelah mereka melepas pelukan. Rara dan Ibunya memulai sarapan dan saling melempar senyuman. Saat Ayah Rara melewati meja makan, semua tiba-tiba canggung.


Mamah " Besok aku kirimkan surat cerai kita. Agar semua cepat selesai, dan kamu tinggal datang ke Pengadilan Agama"


Ayah " Aku mau bercerai tapi kamu jangan pernah minta harta Gono gini"


Mamah " Kamu tidak punya harta, sebentar lagi juga kamu akan bangkrut. Oh ya 1 hal lagi, dibelakangmu aku sudah punya 1 perusahaan, saham Rara sudah masuk 70%. Dan punyaku 20%. Kamu tau kan Perusahaan X, itu adalah perusahaanku dan yang akan meneruskan Rara.


Sontak Ayah mendengar hal itu, melongo dan merasa tidak percaya. Selama ini ternyata , Ibu Rara sudah menyiapkan Perusahaan itu untuk masa depan Rara.

__ADS_1


Rara hanya terdiam dan.....


__ADS_2