
Mereka bertiga pulang, sesampainya di rumah Rara. Bibi, Gita dan Susi mengangkat tubuh Rara, ditidurkan di kamar Rara. Rara meracau, berteriak, mengucapkan kata-kata "Awan jahat, lu udah nyakitin gue, gue benci sama lu" . Gita dan Susi keheranan melihat Rara yang meracau tidak jelas sambil menangis. Beberapa menit kemudian, Rara muntah dilantai kamarnya, Bibi dengan sigap membersihkan lantai itu. Rara lalu tertidur sehabis muntah. Susi menyusul tidur disamping Rara, Gita yang belum mengantuk memilih duduk di balkon , lalu mengambil Handphonenya. Suara sambungan telefon dari Handphone Gita, lalu ada suara laki-laki dari arah Handphone itu.
Gita " Anj*ngg lu ya...."
Awan " Maksud lu apaan?"
Gita " Lu nyakitin Rara, hah!!!, sampai buat dia Mabuk berat malam ini?"
Awan " Rara mabuk?, Gue aja tadi jam 9 kurang masih di rumah Rara"
Gita " Iya Rara mabuk gara-gara lu b*ngs*t, Dia nangis terus menerus, Rara bilang lu jahat"
Awan " Rara sekarang dimana?", gue mau jelasin semua"
Gita " Dirumah, baru aja tidur"
Awan " Tadi tuh, gue baik-baik aja sama Rara, gue engga ada masalah apapun"
Gita " Tadi Rara cek Handphone lu, pas lu ke toilet"
Awan " Bentar, kayanya Rara salah paham deh"
Gita " Jelasin sendiri lu ah ke dia, Lu buat Rara nangis lagi, gue tonjok lu"
Awan " Gue on the way kesitu"
__ADS_1
Gita mematikan telfon itu, Gita turun kebawah ambil cemilan dan minuman di kulkas, lalu naik lagi ke atas. Gita membangunkan Susi, untuk pindah ke kamar sebelah, karena Awan mau datang. 15 menit kemudian Awan datang ke rumah Rara, Gita membukakan pintu rumah Rara.
Awan " Rara dikamar?"
Gita " Iya" jawab singkat
Awan " Oke, gue keatas dulu"
Awan melangkah duluan ke kamar Rara, di susul oleh Gita. Awan melihat Rara yang sedang tertidur pulas, Awan mengambil air hangat ke dapur untuk membasuh badan Rara, yang terkena muntahan. Awan membersihkan hati-hati , agar Rara merasa nyaman dan tidak bangun. Selesai membersihkan, Awan duduk di samping Rara. "Maaf Ra, aku udah bikin kamu nangis, tapi nanti aku pun akan buat kamu nangis lagi, apa aku harus melepasmu Ra" gumam Awan.
Gita " Sebenarnya apa yang terjadi sama lu dan Rara?"
Awan " Gue aja enggak tau, gue tadi baik-baik aja sama dia"
Gita " Apa handphone lu bikin penyakit kali ya?"
Gita " Ya udah, gue mau tidur di kamar sebelah"
Gita pergi dari kamar itu, Awan memandang ke arah Rara, Awan mengelus pipi Rara, lalu mengecup keningnya. Jam menunjukkan pukul 3 dini hari, Awan tidur di lantai, hanya menggunakan bantal dan jaketnya sebagai selimut.
Singkat cerita pukul 9 pagi, Rara terbangun, melihat ke kanan dan ke kiri, tidak ada siapa pun di kamarnya.
Rara " aduuuh, kepala gue"
Suara itu membuat Awan terbangun.
__ADS_1
Awan" Morning sayang"
Rara terkaget melihat Awan yang tidur dilantai.
Rara " Ngapain lu kesini?"
Awan " Kamu kenapa, mabuk seperti ini?"
Rara " Siapa wanita di handphone lu, terus gue baca chat lu juga dengan dia?"
Awan menunjukkan foto dan chat itu.
Awan " Ini sepupu gue Ra, bentar gue telfon dulu ke dia"
Rara hanya terdiam, melihat Awan yang sedang menelepon seseorang.
Awan " Hallo de, apa kabar?"
Dea " Baik kak, kakak gimana kabarnya?"
Awan " Baik, ada yang mau kenalan sama kamu?"
Dea " Siapa ka? pacar kakak ?"
Awan " Iya, bentar ya aku kasihkan handphonenya ke pacar aku"
__ADS_1
Rara dan Dea lalu mengobrol, dan Mereka menjadi akrab.
Rara hanya salah paham ke Awan, Membuat Rara malu, karena sudah menuduh Kekasihnya itu macam-macam...