
Saat pagi, Rara melihat Ayahnya yang duduk di meja makan. Rara duduk agak menjauh dari Ayahnya. Rara sarapan dan semua hening. Ayah tiba-tiba menyodorkan kartu ATM.
Rara " ini buat apa?"
Ayah "Buat pegangan kamu "
Rara " engga usah, Rara masih ada uang cash"
Ayah " kamu masih marah ke Ayah "
Rara diam, setelah menyelesaikan makannya. Rara berangkat sekolah diantar sopirnya. Sesampainya di sekolah, Gita dan Susi lari ke arah Rara.
Gita " Ra gawat Ra?"
Rara " Kenapa?" Dengan tatapan bingung ke arah 2 sahabatnya itu.
Susi " Intan nantangin lu berantem"
Rara " Oh, okeh dimana?"
Gita " Gila Lo Ra, Lo mending jauhin Rizal"
Rara " Gue berantem bukan buat Rizal, tapi gue udah enggak suka aja ke Intan dan genknya".
Susi " Setuju gue sama Lo, nanti kita 3 lawan 3 ya"
__ADS_1
Rara " Lu jangan ikut-ikutan. Ini masalah gue sama Intan, kalian dukung gue aja"
Gita " Lu emang bisa berantem?"
Rara " Bisa dong, emang Intan mau nantangin kapan?
Gita " Nanti pulang sekolah"
Rara " Okeh deh"
Saat Rara dan genknya menuju ke kelas. Diam-diam Gita ngechat Rizal dan memberitahukan bahwa Rara Nerima tantangan Intan untuk berkelahi. Saat Rizal membaca chat itu, Rizal membalas chat itu dan menanyakan dimana tempat yang akan Rara datangi, namun tidak ada balasan chat apapun dari Gita.
Saat pulang sekolah, Rara sudah bersiap-siap dengan genknya dan menuju taman belakang sekolah yang sepi, dan datanglah Intan dan genknya.
Rara " Hay yang Tukang ngaku-ngaku pacar orang"
Mendengar hal itu membuat Intan geram dan mengepalkan tangan.
Rara " Mau ngajakin berantem nih?"
Intan " Jangan banyak bacot Lo Anjing"
Tiba-tiba Intan menonjok Rara, hingga pinggir bibirnya berdarah. Dan Rara balik menonjok Rara, membuat lebam matanya. Intan membalas lagi namun tidak kena ke Rara, Rara menjambak rambut Intan, dan membuat Intan kesakitan. Setelah itu Rara menampar Intan berulang kali, membuat Intan kesakitan. Intan yang sudah terkuras tenaganya, mundur.
Rara "Cepet lu minta maaf ke gue"
__ADS_1
Intan yang sedang menahan sakitnya, meminta maaf dengan terbata-bata lalu pergi. Gita dan Susi tepuk tangan melihat Kemenangan Rara. Rizal yang dari tadi mencari Rara, akhirnya ketemu juga dengan Rara. Rizal melihat Bibir Rara yang terluka.
Rizal " Lu engga kenapa-napa"
Rara " Enggak"
Rizal " Bibir lu berdarah".
Rara " Udah biasa"
Rizal " Gita dan Susi kalian pulang aja. Aku anterin Rara pulang"
Gita dan Susi mengangguk dan meninggalkan Rara dan Rizal. Rizal mengobati bibir Rara, dan tiba-tiba Rizal mencium bibir Rara lagi. Dan kali ini Rara tidak memberontak, Rara menikmati sekali ciuman demi ciuman yang Rizal berikan.
Rizal " Lu mau kan jadi pacar gue?"
Rara " hmmmm" sambil mengangguk
Rizal " Yes yes yes
Rara tertunduk, dan diam saja. Rizal pun memeluk Rara dan menggandengnya menuju parkiran. Lalu pulang bersama. Sebelum pulang mereka mampir ke tempat sepi dipinggir danau. Rizal duduk dipinggir danau, Disitu Rizal mencium bibir Rara dengan lama. Dan Rara akhirnya mau merespon ciuman itu. Mereka berdua seperti dimabuk cinta. Dan waktu sudah menunjukan sore hari, Rara dan Rizal pulang. Setelah sampai di rumah Rara, Rizal langsung berpamitan. Rara berjalan menuju kamar dengan senyum-senyum merasakan First love.
JANGAN DITIRU HAL NEGATIFNYA YA KAKAK
MOHON SARAN DAN KRITIKNYA
__ADS_1