
Hari ini adalah hari minggu, hari dimana Reka akan pergi ke Kalimantan, kepergian Reka di iringi oleh langit mendung, kabut mengepul di perkebunan teh, mobil yang membawa Reka mulai melaju, tepat di sebuah batu pinggir kebun teh, Reka meminta sopir untuk berhenti dulu.
"Pak punten saya mau mampir dulu sebentar, bisa berhenti dulu ?" ucap Reka.
"Oh iya mangga, tapi jangan lama ya den" jawab pak sopir.
Akhirnya Reka turun dulu dan mulai menulis nama Reka dan Senja di sebuah batu.
"Sen, semoga tulisan ini akan menjadi saksi kisah kita, tunggu aku kembali ke Desa ini ya sayang" ucap Reka dalam hati.
Dan mobil pun kembali melaju.
__ADS_1
Di pagi yang sama Senja sangat gelisah, dia ingat pada Reka, ada rasa sedih yang tak tertahan saat dari kejauhan melihat mobil yang di tumpangi Reka semakin melaju kencang.
"Hari ini si Reka jadi pergi Sen?" tanya Key pada Senja.
"iya Key, mungkin ini jalan hidup yang terbaik buat dia, aku selalu mendoakan yang terbaik buat dia" jawab Senja.
Heiiii cinta benar-benar bisa membuat seseorang berubah, ahhh Senja sudah bisa membuktikan perkataannya, dia bisa membuat Reka menjadi laki-laki yang baik dan bertanggung jawab, telah membuat Reka ingin menemukan jati dirinya.
"Key aku yakin, suatu hari nanti, kamu akan menemukan cinta Sejati kamu, kamu akan bertemu dengan seseorang yang membuat kamu percaya bahwa cinta tidak selalu menyakitkan" ucap Senja pada Key.
gak berasa, minggu depan sudah kenaikan kelas, itu artinya setahun lagi Key dan Senja lulus SMA, mereka mulai sibuk memilih kampus mana yang akan mereka pilih untuk melanjutkan kuliah. tapi kalau senja sudah pasti, Senja akan memilih jurusan Sastra Indonesia.
__ADS_1
Jam menunjukan pukul 20.00 malam, Senja mulai gelisah karena Reka tak jua memberi kabar, namun ternyata pucuk di cinta ulam pun tiba, Reka mengirimnya pesan singkat.
"Hallo Tuan Putri, selamat malam, aku baru sampai Kalimantan nih, di sini hutan banget sayang, lebih hutan dari desa kita"
Senja senyum-senyum membaca pesan itu, ternyata Reka tidak melupakannya, dan Senja sangat bersyukur karena Reka bisa sampai dengan selamat di Kalimantan.
"malam akang, jaga diri baik-baik di sana ya, semoga kita akan bersama kembali di desa ini, seperti perasaan kita yang akan selalu menyatu meski sempat terpisah" balas Senja .
Dan malam itu senja bisa tertidur pulas dengan menyungingkan senyuman, bintang di malam itu berjejer membentuk formasi, sepertinya sang bintang ikut merayakan cinta Reka dan Senja yang teramat manis.
Malam mulai larut, hanya suara kodok yang bertasbih terdengar di Desa itu.
__ADS_1
Cinta telah kembali pada janjinya, membuat dua insan manusia berbahagia dengan getaran rasa yang sulit di definisikan.
Dan Key, mulai melamun memikirkan dirinya yang sulit memahami kata Cinta, dulu Key selalu berpikir bahwa Cinta hanya membuat wanita tersakiti, dulu Key selalu berusaha membunuh perasaannya pada laki-laki, trauma akibat melihat wanita yang paling dia hormati pernah di sakiti laki-laki, iya Ibu Key pernah di Sakiti oleh Ayah Key, dan kejadian itu sulit untuk Key lupakan, hingga akhirnya dia membuat tembok kokoh di pintu hatinya, agar tidak seorang laki-laki pun masuk pada hatinya.