Aksara Senja

Aksara Senja
Tentang Cinta dan Cemburu


__ADS_3

Pagi itu, di sebuah villa terpencil namun sangat asri nan sejuk, pemandangannya juga sangat indah, satu-satu nya villa di desa itu yang sering di jadikan tempat liburan oleh para mojang dan jajaka, Reka sedang duduk menatap sebuah gunung yang di selimuti kabut tipis sembari minum kopi panas, tiba-tiba ada yang melingkarkan tangan di pinggangnya, Reka langsung menoleh ke belakang.


" kang pagi ini sangat dingin ya ? ucap seseorang yang melingkarkan tangan di pinggang Reka dengan manja yang ternyata adalah Risa.


Reka tidak menjawab, dia hanya berusaha untuk melepaskan tangan Risa dari pinggangnya tersebut, Reka tidak ingin jika hal buruk terjadi, apalagi pesona Risa sangat kuat.


"Sejak kapan kamu berubah kang? dulu kamu teh suka banget kalau aku peluk, apa kamu lupa kalau kita pernah . . . . ." belum sempat Risa melanjutkan kata-katanya tetapi Reka sudah berusaha menutup mulut Risa dengan jari telunjuknya.


"Stop Ris, jangan pernah kamu bahas lagi soal itu, sekarang aku tau Ris alasan kamu kembali mendekati aku karena kamu ingin aku terjebak pada sesuatu yang sedang kamu rencanakan" tutur Reka dengan rasa curiga*.

__ADS_1


Risa tidak langsung menjawab, dia hanya menatap Reka dengan rasa kesal dan menggelengkan kepalanya.


"Aku gak ngerti kenapa akang teh jadi berubah, apa gara-gara perempuan kutu buku itu?" ucap Risa.


"Jangan pernah kamu mengatakan dia seperti itu, dia adalah wanita baik-baik, dan aku menyesal sudah menyakiti dia dan ikut kamu ke tempat ini" Jawab Reka dengan tegas.


Risa makin emosi mendengar ucapan Reka yang memuji Senja, mukanya merah karena menahan rasa marah, lalu Risa meninggalkan Reka dan masuk ke dalam Villa.


"*Key, ternyata kamu disini, aku mau ke rumah kamu ngembaliin buku fisika sekalian mau ikut rebahan, soalnya kalau rebahan di rumah pasti emak ngomel" ucap Senja pada Key.

__ADS_1


"Wah kebetulan Sen, kalau gitu kamu ikut aku aja ke Villa, ini aku mau berangkat ke Villa ada acara makan-makan sama anak-anak di Villa lhoh" tutur Key*.


Akhirnya Senja dan Key berjalan menuju Villa yang tak jauh dari pematang sawah tersebut ya sekitar 20 menit jalan kaki. Setelah sampai di Villa pemandangan yang sangat menyakitkan itu kembali lagi, Senja tak sengaja melihat Reka dan Risa berduaan. Senja berdiri mematung tak melanjutkan langkahnya, dia berusaha menahan sesak di dada, sesak yang bukan karena penyakit asma, tapi sesak yang di sebabkan oleh rasa cemburu yang sangat luar biasa.


"Senja please kamu tahan, kamu jangan nangis disini, cukup ini bukti untuk menyadarkanmu bahwa Reka bukan pasangan yang baik, nggak-nggak, aku gak tahan lagi pengen nangis" ucap senja dalam hati


Senja langsung berlari meninggalkan tempat itu, Key yang melihat kejadian itu sangat marah pada Reka, ingin rasanya Key mencakar muka Reka saat itu juga, karena Reka sudah kesekian kalinya menyakiti Senja, tetapi di sisi lain Key juga harus mengejar Senja, Key khawatir jika Senja kenapa-kenapa.


Senja terus berlari menuju pematang sawah dan duduk di sebuah gubuk tepi sungai, di tempat itu Senja menumpahkan air matanya, mengalir deras di kedua pipinya.

__ADS_1


Reka, sampai jumpa dengan penyesalanmu di masa yang akan datang.


Hallo Author jangan lupa like , komen, dan bantu vote ya


__ADS_2