Aksara Senja

Aksara Senja
Penyesalan Reka


__ADS_3

Sebuah keputusan memang tidak selalu berakhir menyenangkan, ada rasa sakit yang ada di ulu hati Senja, rasa itu muncul semakin hari semakin dalam rasanya semakin sakit dan ya air mata menjadi titik terakhir dari setiap senja memikirkan rasa sakitnya itu.


Cinta tidak selalu berakhir manis bukan? kadang rasa sakit datang terlebih dahulu mungkin untuk menghapus keangkuhan-keangkuhan manusia yang so tahu soal cinta, dasar manusia memang selalu so tahu dalam hal apapun, bukan hanya soal cinta tapi bahkan ketika menghadapi persoalan apapun.


Hari itu senja memutuskan untuk tidak masuk sekolah, dia masih belum siap untuk mengerjakan soal-soal yang di sajikan oleh guru, dia masih belum bisa fokus untuk mengikuti pelajaran.


"Key, aku hari ini tidak masuk sekolah karena gak enak badan, titip pesan buat bu guru ya" tulis senja dalam sebuah pesan singkat pada Key


Sebenarnya Key sudah tau jika Senja sebenarnya bukan gak enak badan tetapi lebih tepatnya gak enak hati gara-gara kejadian kemarin, seandainya dirinya jadi Senja pasti akan merasakan rasa sakit yang sama, dan rasa sakit itu mungkin membutuhkan waktu lama untuk hilang, karena jejak kenangan tidak bisa hilang terhapus hujan, jejak kenangan hanya bisa hilang jika di ganti oleh kenangan baru, dan kenangan baru bisa di ciptakan dengan orang baru.

__ADS_1


Di pagi yang sama Reka menunggu Senja di sebuah persimpangan menuju rumah Senja, 1 jam berlalu tetapi Senja tak jua muncul, Reka mulai gelisah karena sepertinya dia tidak telat dia malah datang lebih pagi agar Senja tidak keburu naik angkutan umum.


"Apa mungkin dia berangkat sekolah ba'da subuh sampai-sampai jam segini aku tidak menemukan Senja?" ucap Reka dalam hati mulai frustasi


Pada akhirnya Reka memutuskan untuk menyusul ke sekolahan Senja, menunggu jam istirahat Senja di sebuah warung sempat Senja biasa makan siang. Dan jam istirahat pun tiba, Reka memfokuskan matanya ke arah gerbang sekolah berharap Senja keluar dari situ tetapi nihil, Sampai jam istirahat usai Senja tak juga muncul. Reka benar-benar Frustasi tapi dia ingin menunjukan sebuah perjuangan laki-laki maka dari itu dengan sabar dia memutuskan untuk menunggu Key, dia akan menanyakan mantan kekasihnya itu pada Key, semoga Key mau membantunya untuk bisa bertemu Senja.


Jam pulang sekolah telah tiba Key akhirnya keluar dari gerbang sekolah, Reka tersenyum menyeringai ada rasa senang dalam hatinya.


Key menoleh, namun karena ternyata yang memanggilnya adalah Reka, Key kembali melanjutkan langkahnya, rasanya Key ogah untuk menyahut Reka, karena Reka sudah membuat sahabat terbaiknya sakit hati yang teramat dalam, bahkan kali ini adalah pertama kalinya Senja bolos sekolah yang di akibatkan oleh Reka.

__ADS_1


"Key tunggu Key, aku perlu ngomong sama kamu,"Teriak Reka makin kencang


"Gak usah teriak-teriak, saya dengar kok kamu ngomong" sahut Key akhirnya.


"Tadi saya panggil kamu tapi kamu tidak menyahut, makanya saya teriak saja" jawab Key yang kemudian berjalan ke arah Key


"*Kamu ada perlu apa sama saya, karena saya merasa tidak pernah ada kepentingan apapun di antara kita" ucap Key ketus


"*Saya mau kamu bantu saya Key, saya benar-benar memohon sama kamu" Tutur Reka dengan mendekatkan wajahnya ke arah Key**.

__ADS_1


Sontak hal itu membuat jantung Key hampir loncat saking deg-degannya. Kok bisa? jangan-jangan..... Key ?


__ADS_2