Aksara Senja

Aksara Senja
Keputusan Terberat


__ADS_3

Senja terus berlari di pematang sawah, entah kemana kaki akan membawanya pergi, Key mengikutinya dari belakang, dia sangat khawatir pada sahabatnya itu, selama ini Senja adalah orang yang selalu semangat, ceria, dan tangguh, tapi hari ini wajah yang ceria itu berubah menjadi sendu dan layu, bak awan mendung yang tiba-tiba menjadi butiran hujan dan akhirnya langitpun menangis.


"Sen, lepaskan saja semua rasa sakit dan menangislah sekencang mungkin, aku tau bagaimana perasaanmu sen" ucap Key pada Senja setelah akhirnya Key berhasil mengejar senja dan sama-sama berhenti di sebuah gubuk pematang sawah.


Lihatlah langit benar-benar bersedih, bukan hanya itu tetapi seluruh makhluk di bumi ikut merasakan sendu yang sama, wajah ceria yang perlahan hilang dan berganti air mata, dan penyebabnya adalah Cinta, lebih tepatnya bukan cinta tetapi mencintai orang yang salah, mencintai orang yang tidak mengerti apa artinya ketulusan, kadang filosopi kopi itu benar adanya, ya ketika seseorang menyajikan kopi lalu kopi itu terasa pahit maka yang di salahkan adalah gula, ketika kopi terlalu manis maka gula juga yang di salahin, begitupun dengan cinta, jika seseorang di sakitin maka yang di salahin adalah cinta bukan orangnya.


"Ini sudah waktunya Sen, kamu gak bisa menunda lagi, aku tidak bisa terus-terusan melihat sahabatku di sakitin oleh playboy cap kaleng botan itu" lanjut key.


"Iya kamu benar Key, aku sudah menyiapkan kata-kata terakhir untuk dia" jawab senja sembari menyeka air matanya.


"Bagus, kalau gitu sekarang kita kembali ke villa, kita temui Reka dan aku harap kamu tidak ragu lagi dengan keputusanmu, kamu harus ingat entah ke berapa ratus kalinya Reka Prasetya menyakiti kamu" Papar Key.

__ADS_1


Dan akhirnya mereka pun kembali ke Villa untuk menemui Reka. Terlihat Reka masih tetap berada di tempat yang sama dan menatap kabut.


"Kang Reka, bisakah aku berbicara sebentar denganmu? " ucap senja di iringi senyuman yang teramat di paksakan, namun senyuman itu masih tetap terlihat manis.


Seketika Reka langsung menoleh dan tersentak kaget karena Senja sudah berdiri di belakangnya.


"Hai , , , sayang, kamu ada disini juga, mau bicara apa tuan putri? " jawab Reka dengan senyuman manja.


"Kamu lagi latihan drama apa gimana sayang ?" jawab Reka lagi sembari terkekeh


"Aku rasa perkataanku tak sebercanda itu kang, aku mau kita putus, dan untuk alasannya harusnya akang sendiri yang tahu, karena semua ini keputusan yang aku ambil atas dasar perilaku kamu kang" ucap Senja lagi

__ADS_1


"Tapi Sen, semua ini bisa kita perbaiki bareng-bareng, kamu jangan ngambil keputusan dengan keadaan emosi, kamu salah paham" papar Reka membela diri


"Okey, aku rasa sudah cukup mudah untuk di pahami keputusan aku ini, mulai sekarang tak ada apapun lagi di antara kita" tutur Senja mengakhiri ucapannya.


Setelah itu Senja kembali pergi dengan Key, walaupun dia juga merasa perih di ulu hatinya ketika harus mengatakan itu pada Reka, tetapi tak ada lagi yang harus di pertahankan jika tidak ada itikad baik dari keduanya untuk saling menjaga.


Cinta itu sebuah perjalanan, jika beban yang di bawa terlalu berat, ya sudah lepaskan saja.


Biarkan Reka merenungi segala penyesalannya, dan apakah esok dia akan kembali memohon pada Senja?


kita baca kelanjutannya di Episode selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2