
"Aku adalah seorang laki-laki yang hidup bak seorang pecundang, laki-laki yang hobi mengumbar kesenangan, namun waktu yang indah mempertamukan aku dan kamu, kamu seorang gadis baik dan cerdas, awalnya aku tak percaya bahwa aku akan mencintaimu, ku pikir kamu sama seperti wanita yang lain, ku pikir kamu sebuah mainan yang bisa ku lepas kapan saja, tapi akhirnya aku sadar, kamu adalah permata yang sangat indah, kamu motivasi terbesar dalam hidupku", "ucap Reka selama berdiri di depan pintu rumah Senja"
Setelah Reka berhasil menemui Senja, mereka hanya saling menatap satu sama lain, hening, tak sepatah kata pun keluar dari keduanya, hingga sudah mencapai titik jenuh dan Senja berusaha membuka suara. "Aku sudah memaafkanmu, lupakan saja semua kejadian kemarin dan beberapa waktu lalu, akang tidak salah, akang berhak menentukan pilihan untuk di jadikan pendamping hidup akang" ucap senja lirih.
Reka hanya menoleh, Menatap Senja dengan tatapan yang dalam.
"Jika memang benar aku bebas memilih siapa wanita yang cocok untuk jadi pendampingku, apakah boleh jika kamu wanita yang aku pilih?, aku baru sadar, aku mencintaimu, aku butuh kamu dalam hidupku" jawab Reka
__ADS_1
Senja sontak kaget mendengar ucapan Reka, bagaimana mungkin Reka bisa benar benar mencintai dirinya, Senja takut hal ini hanya sekedar ilusi, sangat di akuai oleh Senja, bahwa Senja memang memiliki rasa yang cukup dalam pada Reka, tapi laki-laki ini dulunya ular, jadi bisa saja ucapan Reka tadi hanya untuk menggoda dirinya.
"Sen, aku memutuskan untuk pergi ke kalimantan bulan depan, aku sadar, selama ini aku hanya anak manja yang hobi merepotkan banyak orang,maka dari itu, aku akan mencoba belajar mandiri, aku akan bekerja dan belajar kehidupan di sana" papar Reka lagi.
Senja masih terdiam dan menundukan pandanganya, entah apa yang terjadi dengan perasaannya, tiba-tiba ada rasa sedih yang begitu nyata saat mendengar Reka akan pergi.
"Akang benar-benar aka pergi? berapa lama akang akan di sana ? Senja dukung kalau itu keputusan terbaik menurut akang" jawab Senja dengan nada lirih.
__ADS_1
"Sen, aku mau kamu jujur, apakah masih ada perasaan untuk aku di hati kamu, aku tidak ingin pergi dengan rasa penasaran, aku tahu aku pernah membuat kesalahan besar sama kamu, tapi izinkan aku untuk memperbaikinya Sen" tutur Reka kembali.
Senja mengalihkan pandangannya ke samping, ia tak ingin Reka melihat air mata yang tiba-tiba menetes di pipinya, kenapa rasanya sedih banget saat dengar Reka akan pergi ? di akui oleh Senja, Senja mencintai Reka, tapi apa benar perasaan itu sudah begitu dalam.
"Nggak, , , aku gak kuat, aku gak bisa lagi nahan tangis" ucap Senja dalam hati.
Akhirnya Senja berlari menuju pematang sawah, Reka sangat Kaget dan langsung menyusul Senja.
__ADS_1
"Sen, aku minta maaf kalau ada perkataan aku yang menambah rasa sakit di hati kamu, tapi tolong jangan menangis seperti itu, aku tidak akan memaksamu untuk kembali jika kamu tidak bersedia" ucap Reka sambil berteriak.
"dari awal kita bersama, perasaam aku sama akang begitu nyata, tak pernah palsu, dan saat mendengar akang akan pergi, ada rasa takut kehilangan yang tiba-tiba terasa sangat menyakitkan, aku mencintaimu kang" jawab Senja menangis lirih.