Aksara Senja

Aksara Senja
Senja, Kau begitu Berharga


__ADS_3

Kalimat yang di ucapkan Reka masih terngiang di telinga Key, sebenarnya Key tidak ingin dirinya masuk kedalam masalah Senja dan Reka, bagi Key dia hanya ingin Senja bahagia, Senja lepas dari jerat Reka yang play boy cap kaleng botan itu.


Di satu sisi Senja juga sedang gelisah atas perasaannya sendiri, sekuat tenaga iya membenci si playboy cap kaleng botan itu tapi hasilnya nihil saja, Senja tetap memikirkan si Reka yang sudah membuat perasaannya hancur berantakan, bahkan kepingannya sangat sulit untuk di tata kembali. Senja menghembuskan nafas dalam-dalam sembari menatap hijaunya pepohonan di atas bukit dari jendela kamarnya. Bukit itu sangat sejuk memanjakan mata, udaranya sangat segar karena pepohonan mengeluarkan oksigen sangat banyak.


"semoga sampai kapanpun bukit itu akan tetap tumbuh hijau, agar terus bisa memberikan oksigen bagi setiap lapisan kehidupan" ucap senja sembari memicingkan matanya.


Key akhirnya memutuskan untuk ke rumah Senja dia akan mencoba memberanikan diri menyampaikan pesan Si plaboy cap kaleng botan.


tok....tok...tok "*Assalamualaikum" ucap Key saat dirinya sampai di depan rumah Senja.


"Waalaikumsalam, kela atuh sakedapnya" jawab ibunya Senja dari dalam rumah


"Eh neng Key, mangga atuh masuk ke dalam, Senja masih di kamar" lanjut ibunya Senja setelah membukakan pintu.

__ADS_1


"Iya bu, Key langsung saja ke kamar Senja" jawab Key*.


Dan Key langsung berjalan ke arah kamar Senja, dia menemui Senja yang kelihatannya sedang melamun, matanya fokus menatap ke arah jendela.


"Hallo siswi teladan, pagi-pagi udah berimajinasi aja menatap jendela" ucap Key sambil cekikikan.


Sontak hal itu membuyarkan lamunan Senja, lalu Senja menoleh ke arah Key sambil melotot karena Key udah membuatnya kaget.


Key tidak langsung menjawab, dia menghela nafas panjang, tiba-tiba dirinya menjadi ragu untuk menyampaikan pesan Reka pada Senja, bagaimana jika Senja menganggap dirinya pro si Playboy itu, lebih parah lagi kalau sampai gara-gara hal ini Senja membencinya.


"*Heyyy,,, kok kamu malah ngelamun, pasti ada sesuatu yang ingin kamu ceritakan Key" ucap Senja lagi


"eehh iya Sen, tapi aku ragu, dan entah dari mana aku harus mulai ngomongnya" jawab Key dengan wajah memelas

__ADS_1


"apa ini ada hubungannya dengan kejadian kemaren, aku tahu Key saat aku gak masuk sekolah, kamu di datangi Reka dan dia minta bantuanmu kan ? aku tidak akan marah,katakan saja Key" tutur Senja


"Kemaren Reka meminta aku untuk mempertemukan kamu sama dia, dia bilang ada sesuatu yang masih harus di bicarakan sama kamu, apa kamu akan menemui si playboy itu Sen ? ucap Key*


Senja tak langsung menjawab, hanya memalingkan muka ke arah jendela sembari menaikan alisnya sebelah.


"okey, aku akan menemui dia Key, aku pikir jika aku tidak menemui dia, maka dia akan berpikir kalau aku ini pecundang" jawab Senja pada akhirnya


Key tersenyum, dia merasa lega karena akhirnya semua berjalan dengan lancar dan Senja terlihat baik-baik saja.


Di waktu yang sama, Reka gelisah banget, rasa bersalah terus menghantui pikirannya, kemungkinan terburuk yang dia bayangkan adalah Senja tidak memaafkannya, lalu tak akan pernah ada lagi kesempatan untuk bisa bersama Senja.


Heiii pada akhirnya cinta akan menikam dirimu sendiri jika kamu mencoba untuk terus mempermainkan perasaan cinta orang lain.

__ADS_1


__ADS_2