AKU BEREINKARNASI KEDUNIA FANTASI

AKU BEREINKARNASI KEDUNIA FANTASI
Episode 10


__ADS_3

Mereka berdua mengelilingi kota yang ada wilayah Duke dengan bercanda ria di atas langit, dan setelah cukup lama mengitari wilayah kota itu dari sudut ke sudut, Lucael kemudian membawa putri Liliana ke tepi jurang yang terkenal akan keindahannya, dan sesampainya mereka disana... Lucael kemudian membuat dirinya dan putri Liliana turun kebawah....


Putri Liliana yang melihat hamparan bunga yang mekar dan berwarna warni begitu takjub, setelah itu dia memetik sebuah bunga yang berwarna ungu lalu menyelipkannya diantara rambut Lucael sambil tersenyum manis.


"Bunga dan dirimu, saat digabungkan akan terlihat begitu serasi... aku tidak percaya ada tempat seindah ini. Terimakasih sudah membawaku kesini, Luca." Ucapnya putri Liliana dengan duduk dihamparan bunga yang berwarna warni itu.


Ekspresi Lucael dan wajahnya menunjukkan kalau dia tersentuh akan kata-kata yang di ucapkan putri Liliana, dia lalu melihat wajah putri Liliana yang begitu bahagia karena dikelilingi oleh bunga-bunga dimana-mana, lalu perasaan aneh pun menghampirinya....


"Kenapa kau diam saja Luca? Ayo duduk disebelah ku." Ucap putri Liliana dengan menarik salah satu tangan Lucael dan hal itu kemudian membuat Lucael terjatuh dan tidak sengaja menindih tubuh putri Liliana. Setelah itu, mereka berdua saling menatap wajah satu sama lain karena kaget.


Beberapa saat kemudian, putri Liliana sadar dengan posisi yang sedang terjadi... wajahnya langsung memerah, dan sedangkan Lucael masih menatap wajahnya putri Liliana dan dia kemudian bertanya....


"Kamu tidak apa-apa kan Lili, kenapa wajahmu memerah? Apa ini terjadi karena aku menindih tubuh mu barusan, aku benar-benar tidak sengaja." Ucapnya dengan rambutnya yang menyentuh dahi putri Liliana karena jarak mereka begitu dekat.


Putri Liliana langsung salah tingkah dan tidak bisa berkata-kata sama sekali, pikiran nya tidak karuan saat menyadari posisi mereka berdua. Sedangkan Lucael sendiri tidak merasakan apa yang dirasakan putri Liliana saat ada diposisi yang berbahaya itu karena pikirannya tidak sampai kesitu. Dan itu dikarenakan dia polos tentang hal itu, karena di kehidupannya sebelumnya... dia hanya sibuk bekerja, belajar dan menyalahkan diri sendiri dan juga tidak peduli dengan cinta dan hal semacam itu.

__ADS_1


Setelah berjuang melawan pikiran aneh-aneh nya, putri Liliana akhirnya bisa berkata... "Bisakah kau menyingkir dulu Lucael, kurasa posisi ini a-agak aneh...." Ucapnya dengan mengalihkan pandangannya dari wajah Lucael.


"Ah, maafkan aku." Sahut Lucael dengan menyingkir kesamping, lalu kemudian dia melipat kedua tangannya untuk dijadikan bantalan saat dia berbaring di hamparan bunga itu.


Sambil mengangkat tangan kanannya keatas, Lucael kemudian berkata... "Ayahku pernah membawaku ke tempat ini saat aku berusia enam tahun, dan kakakku juga ikut waktu itu. Dia bercerita sambil duduk di bawah pohon besar di belakang kita ini. Dia bilang, disinilah tempat pertemuannya dengan ibuku untuk yang pertama kalinya... dan bahkan sampai mereka memiliki anak, yaitu kakak ku... meraka masih sering kesini, tapi setelah ibuku melahirkan ku... tubuhnya tidak terlalu sehat lagi dan pada akhirnya mereka tidak pernah ketempat ini lagi sampai ibuku tiada."


"Andai saja ibuku masih ada, mungkin akan lebih menyenangkan saat aku pergi ketempat ini waktu itu. Tapi aku tetap bersyukur karena masih memiliki ayah dan kakak yang begitu mencintai ku walaupun tanpa ada kehadiran ibuku, karena ayah dana kakak ku begitu mencintai ku."


Putri Liliana yang mendengar hal itu kemudian berbaring didekat Lucael dan menoleh kearah wajah Lucael sambil berkata.... "Aku tidak tau seperti apa rasanya tidak memiliki seorang ibu, tapi aku berharap kamu selalu bahagia walaupun ibumu tidak ada. Jadi terus lah semangat menjalani hidup mu Luca, karena aku akan selalu menemani mu dan berada di sisimu, oke." Ucapnya dengan tersenyum untuk memberikan semangat kepada Lucael dalam menjalani hidupnya.


Di bawah pohon itu lah ibuku muncul untuk pertama kalinya di wilayah ini, dan dia tidak sengaja menindih tubuh ayahku yang sedang berbaring dibawah pohon waktu itu. Dia muncul dari atas dan jatuh tepat diatas ayahku... dan setelah mereka menikah, ayahku membuka portal penghubung ke wilayah ibu ku berada dengan menggunakan sihir untuk pergi mengunjungi kediaman keluarga ibuku... tapi pada saat ibuku sedang sakit, dan dia ingin membawa ibuku ke tempat itu lagi untuk berobat... portal itu tidak bisa di buka lagi, ayahku terus menerus berusaha membuka portal penghubung itu... tapi hasilnya nihil, dan dia bahkan hampir kehabisan Mana yang ada pada dirinya.


Dan itu semua terjadi karena ulah dalang yang merupakan penyebab semua masalah yang ada pada dunia ini, dia memindahkan portal penghubung itu ke bawah jurang ini, dan aku bisa tahu cerita ini karena babunya malaikat yang menceritakannya padaku waktu itu.


Lucael kemudian menoleh ke arah putri Liliana yang sedang berbaring, dan dia berkata lagi dalam hatinya....

__ADS_1


Ditempat inilah, kita berdua membuat kenangan indah untuk yang pertama kalinya, dan di tempat inilah aku akan menghilang suatu hari nanti... padahal ini adalah hari pertama aku berinteraksi dan mulai belajar mengenal mu, tapi kenapa aku mulai berpikir ingin terus berada disisi mu dan tidak ingin berada jauh darimu, apalagi sampai meninggalkan mu untuk waktu yang cukup lama.


Perasaan aneh apa ini, kenapa hatiku begitu sesak saat berpikir kita akan berpisah... apa ini adalah awal mula dari perasaan cinta? Jika benar ini memang awal mula dari perasaan mengerikan itu, aku tidak ingin merasakan nya lagi... aku takut, aku takut akan berubah seperti ayahku karena perasaan yang namanya cinta ini. Jika Tuhan memang sayang padaku, ku mohon... hapus perasaan ini sekarang juga... aku tidak ingin perasaan ini akan menghancurkan ku seperti ayahku.


Aku tidak ingin bernasib sama seperti ayahku, aku tidak ingin... menyakiti orang lain dengan mengabaikannya seperti ayahku yang mengabaikan diriku saat ditinggal orang yang sangat dia sayangi. Karena jika bukan aku yang tersiksa karena cinta ini, mungkin orang yang ku cintai lah yang akan tersiksa dan menderita. Jadi aku tidak boleh mengenal cinta sama sekali, apalagi mengalaminya....


Dan tanpa dia sadari, air matanya keluar dan membasahi pipinya. Putri Liliana yang melihat Lucael menangis tiba-tiba kaget karena dia tidak tau apa penyebab Lucael menangis dan dengan sigap dia beranjak dari posisinya yang lagi berbaring pada waktu itu, lalu dia pun mengambil sapu tangan yang ada dalam saku bajunya dan menyeka air matanya Lucael... dan bertanya....


"Kenapa kamu menangis Luca, apa kamu memiliki masalah atau beban pikiran yang terus mengganggu mu? Jika kamu memang punya beban pikiran, kamu seharusnya tidak menyimpannya sendirian."


"Jika kamu mau, kamu bisa membagi kesedihan yang kamu rasakan itu padaku. Karena kamu sendiri sudah berjanji akan selalu melindungi ku dari skenario yang tidak dapat ku ubah ini, jadi setidaknya... aku bisa sedikit membayar kebaikanmu itu walaupun tidak sebesar yang kamu lakukan padaku, aku harap aku bisa mengurangi penderitaan dan kesedihan yang kamu alami selama ini, karena jika penderitaan dan kesedihan itu terus kau simpan... dan tidak kau bagikan pada teman atau keluarga mu... penderitaan itu akan merusak mental mu pada akhirnya, dan bahkan... kamu mungkin tidak mengerti lagi dengan dirimu sendiri, lalu pada akhirnya kamu akan melakukan sesuatu yang berbahaya karena sudah bosan hidup."


"Aku tidak ingin hal buruk itu terjadi, karena kehilangan seseorang yang begitu berarti bagi diri kita itu sangat menyakitkan... jadi ku harap kamu tidak akan sampai membahayakan dirimu sendiri, karena aku tidak ingin kehilangan teman sebaik dirimu." Setelah mengucapkan hal itu, putri Liliana pada akhirnya juga ikut menangis karena dia teringat kehidupan terdahulunya yang ditinggal pergi kakaknya yang begitu dia sayangi.


Kakaknya di kehidupan terdahulu itu tiada karena bunuh diri dengan cara mengikat leher nya dengan tali di dalam kamarnya, dia meninggalkan sepucuk surat untuk ayah, ibu dan adiknya yaitu putri Liliana... didalam surat itu, dia menceritakan kalau dia sudah tidak sanggup lagi hidup dengan penderitaan dan kesedihan yang sudah lama dia simpan sendirian... dan dia juga minta maaf kepada keluarganya karena memilih bunuh diri dibandingkan bertahan hidup dan membagi penderitaan nya pada keluarganya sendiri, karena dia bilang... dia tidak ingin menambah beban yang ada pada keluarganya. Tapi tanpa dia sadari, dengan memilih menyerah akan hidupnya... dia sudah menjadi beban yang lebih berat dan bahkan meninggalkan luka dalam hati keluarganya karena membuat keluarga nya merasakan kehilangan dan rasa bersalah karena tidak memahami nya selama dia masih hidup.

__ADS_1


^^^Bersambung....^^^


__ADS_2