
Mereka berdua pergi ke hutan dengan cara Lucael menjetikkan jarinya dan berteleportasi lalu memulai pembuangan mana yang berlebihan pada tubuhnya.
"Oke, sekarang mulai pertunjukannya bocah!" Ucap babunya malaikat yang melayang dan berada disampingnya.
"Aku bukan bocah!" Teriaknya dengan mengeluarkan sihir dengan jumlah yang berlebihan dan membuat ledakan besar.
"Duarrr!!!"
Wajah Lucael langsung gosong dan baju yang dia pakai juga robek akibat ledakan itu.
"Pft... bhahaha, lihatlah wajahmu di cermin bocah. Bhahaha... aku tidak bisa berhenti tertawa saat melihatmu." Ucap si babunya malaikat sampai berguling-guling di udara dan dia juga memberikan sebuah cermin pada Lucael agar bisa melihat wajahnya yang gosong akibat ledakan itu.
"Berisik! Kurasa aliran mana yang ada pada tubuhku sudah stabil. Jadi mari pulang untuk membersihkan diriku, setelah itu aku akan tidur untuk malam ini. Jadi jangan ganggu aku saat tidur seperti biasanya saat kau merasa bosan!" Ucapnya dengan menatap tajam si babu malaikat untuk memperingatkannya.
"Iya, iya... aku tidak akan menggangu mu kok." Sahutnya dengan menghindari kontak mata dengan Lucael dan ekspresi wajah yang tersenyum.
"Hei, jangan tersenyum bodoh seperti itu... hah kau ini...." Ucap Lucael dengan menghela nafas dan kemudian menjentikkan jarinya.
Mereka kemudian langsung berpindah tempat dan berada di kamarnya Lucael. Pelayan pribadinya yang saat itu ada dikamarnya terkejut setelah melihat wajahnya yang gosong dan juga bajunya yang robek.
"Kau tidak perlu bertanya tentang hal ini padaku Albert! Dan berhenti menatap ku dengan wajah terkejut itu, lalu perintahkan para pelayan untuk menyiapkan pakaian gantiku dan suruh mereka membersihkan tempat tidur ku karena aku ingin tidur siang." Ucap Lucael dengan wajah kesal.
"Baik, tuan muda." Sahut butler/pelayan pribadinya itu dengan menundukkan kepalanya dengan hormat.
Setelah itu dia pun membersihkan dirinya dengan mandi air yang bertaburan kelopak mawar yang sudah disediakan para pelayan untuknya. Dia lalu berendam di air selama sepuluh menit lalu kemudian keluar dari bak mandi.
"Baiklah, rentangkan kedua tangan anda tuan." Ucap pelayan pribadinya untuk memakaikannya pakaian yang sudah disediakan para pelayan.
Beberapa menit kemudian....
"Sudah selesai, tuan muda."
"Makasih banyak atas bantuannya Albert." Ucap Lucael dengan tersenyum kepada pelayan pribadinya.
Dia kemudian berjalan ke tempat tidurnya dan menoleh ke arah pelayan pribadinya itu dengan berkata....
"Bangunkan aku dua jam lagi, ya Albert."
"Baik tuan muda." Sahut pelayan nya dan kemudian keluar dari kamarnya.
Dua jam kemudian....
"Tuan muda, anda sudah tidur dua jam jadi sudah saatnya bangun karena anda harus bersiap-siap untuk pergi ke pesta dengan kakak anda." Ucap pelayan pribadinya dengan membuka gorden yang ada dikamarnya.
"Ah, sudah dua jam ya... hoam...." Sahut Lucael dan posisinya duduk dengan mata yang masih redup karena baru bangun tidur.
"Ayo bangun dari tempat tidur tuan muda, agar para pelayan bisa merias anda." Ucap pelayannya dengan membantunya berdiri.
"iya...." Ucapnya dengan berdiri dan meregangkan kedua tangannya dengan kepala yang menunduk akibat masih ngantuk.
"Tuan... tegakkan kepala anda, pelayan! ambilkan air untuk mencuci muka tuan muda." Ucap pelayan pribadinya itu dengan memerintahkan pelayan lain.
"Baik, tuan Albert." Sahut pelayan yang disuruhnya.
Beberapa saat kemudian....
"Ini dia, air cuci mukanya tuan muda." Ucap pelayan itu dengan meletakkan wadah yang berisi air diatas meja.
"Silahkan cuci muka anda dulu tuan muda." Ucap pelayan pribadinya dengan membungkukkan badannya.
Lucael kemudian membasuh mukanya untuk menghilangkan rasa ngantuknya dan setelah membasuh mukanya, ngantuknya sedikit demi sedikit menghilang.
Kemudian dia meregangkan kedua tangannya dengan kepala tegak dan para pelayan langsung meriasnya dan memakaikannya kemeja berwarna putih didalam dan setelah itu dia dipakaikan toksedo berwarna biru langit malam dan berbagai perhiasan seperti bros yang terbuat dari berlian dipasangkan ke baju berwarna biru itu dan berbagai aksesoris perhiasan emas dan berlian juga mutiara bergantungan di bajunya itu untuk memperindah tampilannya dan yang terakhir adalah memakai sepatu berwarna hitam yang dibuat oleh pembuat sepatu terkenal di kekaisaran itu.
"Oke sudah selesai, tuan muda. Sekarang mari kita ke ruang tamu untuk menunggu kakak anda yang masih merias dirinya." Ucap pelayan pribadinya itu dengan tersenyum kearahnya.
"Baiklah, ayo kita pergi sekarang." Sahut Lucael dengan berjalan didepan pelayan pribadinya itu saat ke luar dari kamarnya menuju ruang tamu.
__ADS_1
Setelah menuruni tangga, dia akhirnya sampai di ruang tamu dan kemudian duduk di kursi tamu untuk menunggu kakaknya selama beberapa menit, lalu akhirnya kakaknya datang dengan rambut bergelombang dan gaun yang sama bewarna biru langit malam dengan dihiasi berlian dan aksesoris perhiasan emas dan juga permata dan sepatu kaca berwarna ungu tranparans.
Dia kemudian berlari menghampiri adiknya dan mencubit pipi adiknya itu sambil berkata....
"Kamu ini sangat manis dan juga tampan ya, adikku... ayo kita berangkat sekarang." Ucapnya sambil tersenyum.
"Iya...." Sahut Lucael dengan membalas senyuman kakaknya itu dan kemudian berdiri dari kursi tamu itu lalu pergi keluar sambil bergandengan tangan dengan kakaknya.
Sesampainya di luar tepat di depan kereta kuda yang akan mengantarkan mereka ke istana kekaisaran tempat pesta diadakan... kusir kereta kuda itu kemudian membukakan pintu kereta itu dan Lucael berkata kepada kakaknya....
"Silahkan kakak masuk duluan, baru setelah itu aku." Ucapnya sambil tersenyum.
Lalu kakaknya kemudian masuk ke kereta kuda dan setelah itu disusul oleh Lucael, setelah itu kusir itu kemudian menutup pintu kereta itu dan menjalankan kereta kuda itu.
Sesampainya mereka di kekaisaran, kereta kuda terhenti didepan pintu gerbang kastil. Lalu kusir kereta kuda itu kemudian membukakan pintu kereta kuda dengan membungkukkan badannya.
Lucael kemudian turun dan mengulurkan tangannya untuk membantu kakaknya turun dari kereta. Setelah itu mereka kemudian masuk kedalam ruangan kastil tempat para tamu undangan berkumpul.
Pada saat memasuki ruangan itu mereka disambut dengan hormat oleh prajurit yang bertugas menjaga keamanan dan melayani tamu undangan.
"Perhatian! Tuan muda dan Nona muda keturunan Duke Alfearin telah tiba!" Ucap para prajurit yang bertugas. Lalu para bangsawan yang merupakan tamu undangan yang awalnya melihat pangeran mahkota dan pangeran kedua juga putri pertama yang berada diatas dari mereka kemudian semuanya menoleh kearah Lucael dan kakaknya lalu suasananya langsung riuh karena mereka baru pertama kali melihat Lucael.
"Dia sangat mirip kakaknya, ku dengar... dia menyelesaikan pelajaran khusus bangsawan dalam waktu tiga bulan saja. Padahal yang mulia pangeran kedua yang dibilang jenius saja menghabiskan kurun waktu satu setengah tahun, sedangkan anak-anak bangsawan pada umumnya menghabiskan waktu selama tiga tahun." Bisik seorang wanita kepada teman-temannya.
"Apa? Tiga bulan! Itu berarti dia lebih jenius dari yang mulia pangeran kedua. Dan kalau dilihat-lihat lagi, wajahnya juga lebih tampan dibandingkan yang mulia pangeran kedua." Sahut temannya.
"Kakak, pangeran mahkota dan putri sedang menghampiri kakak... apa aku bisa pergi bergabung dengan kumpulan anak-anak disana." Ucap Lucael dengan menarik lengan baju kakaknya sedikit.
Dan tiba-tiba saja putri langsung muncul di depan Lucael dengan berkata....
"Luca adik sepupuku, jadi seperti ini rupamu ya. Kau sangat manis, padahal kupikir awalnya kakakmu itu hanya melebih-lebihkan bicaranya saat sedang membahas dirimu. Dan kudengar kau juga lebih jenius dari adikku, kau tau Luca... saat kau besar nanti kau akan jadi rebutan para nona bangsawan loh." Ucapnya dengan tersenyum kearah Lucael.
"Terimakasih atas pujiannya, yang mulia tuan putri." Sahutnya sambil tersenyum dengan menggenggam tangan kakaknya.
"Kau tau Luca... kau tidak perlu memanggilku dengan sebutan yang mulia tuan putri, panggil saja aku kakak Lenny kravitz Teil William Breiwensen, atau kak Lenny." Ucapnya dengan mengusap kepala Lucael.
"Yah, apa boleh buat kalau kau tidak ingin memanggil ku seperti itu disini. Tapi pastikan kau akan mengatakannya nanti!" Ucap tuan putri Lenny dengan tersenyum dan tatapan serius.
"Em... aku pasti akan memanggil mu seperti itu nanti. Kak Aria, aku akan bergabung ke kumpulan anak-anak itu ya...."
"Iya, kau bisa bergabung dengan mereka adikku." Ucap kakaknya sambil mengusap kepalanya.
"Dah, dulu ya yang mulia tuan putri...." Setelah itu dia berjalan ke arah kumpulan anak-anak bangsawan yang ada di pesta itu dan disana juga ada pangeran kedua Kyle Teil dan juga putri dari kerajaan Kexzelfen Bellewez.
"Astaga, coba lihat teman-teman... dia menghampiri kita." Ucap anak perempuan kepada teman-temannya.
"Aihhh... dari arah kejauhan saja dia sudah tampan, apalagi saat dekat." Sahut teman-temannya secara bersamaan dengan kata-kata yang sama.
Putri dari kerajaan Kexzelfen yang mendengar perkataan mereka lalu mengoceh dalam hati....
"Ya ampun, padahal mereka masih bocah. Tapi perkataan mereka sudah seperti nona-nona bangsawan dewasa saat melihat laki-laki tampan. Seingatku dinovel, hari ini adalah hari pangeran kedua Kyle mulai tertarik padaku. Dan dia akan terus mengejar Putri Liliana Renia Herwey Delion Bellewez atau aku."
"Tapi dinovel itu tidak pernah menceritakan tentang putra Duke yang menghadiri pesta dan mendapatkan sorotan dari para bangsawan karena dinovel itu di ceritakan kalau nona Aria hanya sendirian menghadiri pesta ini dan seluruh perhatian harusnya tertuju pada pangeran Kyle bukan Lucael karena dia telah tiada saat umurnya masih lima tahun akibat kelebihan mana sihir, tapi kenapa sekarang dia masih hidup. Kenapa novelnya sudah menyimpang, padahal aku belum merubah alurnya sama sekali."
"Harusnya aku tidak pernah membakar novel sialan ini! Karena setelah membakar novel itu, tiba-tiba saja setelah aku bangun dari tidur waktu itu, aku malah bereinkarnasi menjadi bayi yang bernama putri Liliana Renia Herwey Delion Bellewez. Mengapa aku mengatakan kalau novel ini adalah novel sialan, hal itu karena tokoh utamanya sangat brengsek! Bisa-bisanya dia membuat putri yang diberkati kekuatan suci oleh Tuhan dibunuh dengan hukum gantung dan parahnya lagi, dia lah yang melakukan eksekusi mati itu."
"Padahal sewaktu dia masih kecil, dia terus menempel pada putri Liliana dan sampai-sampai menjadikannya tunangannya saat berumur dua belas tahun, tapi dia kemudian mencampakkannya setelah bertemu dengan putri dari benua lain yang memiliki rambut ungu dan bola mata yang juga berwarna ungu."
"Karena pangeran Kyle terobsesi pada warna ungu, makanya dinovel diceritakan kalau dia selalu bersikap baik pada nona Aria. Dan karena dicampakkan, putri Liliana akhirnya berubah menjadi jahat dan berusaha meracuni putri berambut ungu itu."
"Lalu kejahatannya terbongkar, tapi Putri itu selamat meskipun tidak sadarkan diri selama seminggu. Dia kemudian dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung. Dan pangeran kemudian menikah dengan putri itu dan akhirnya bahagia. Benar-benar kisah novel brengsek, padahal sebelumnya aku tidak pernah membaca novel yang seaneh itu alur ceritanya."
"Karena tahu ini adalah cerita novel yang kubaca malam itu, aku bertekad agar pertunangan ku dengan si pangeran sialan itu tidak akan pernah terjadi. Mungkin aku harus dekat-dekat dengan Lucael supaya terhindar dari pangeran Kyle, karena masih hidupnya Lucael saat ini adalah sesuatu yang menyimpang dari novelnya." Gumamnya dalam hati.
Karena semua anak bangsawan yang ada di pesta itu hanya melihat Lucael, pangeran Kyle lalu iri pada Lucael dan berusaha menarik perhatian dari anak-anak bangsawan yang sedang melihat kearah Lucael. Dia kemudian mengeluarkan api kecil di telapak tangan kanannya.
"Wah, coba lihat! Pangeran Kyle sudah bisa menggunakan sihir, hebat sekali." Ucap anak-anak laki-laki yang pertama kali melihat api itu.
__ADS_1
"Wah, keren." Sahut anak yang lainnya.
"Ah, akhirnya... semua anak kecil ini tidak memerhatikan ku lagi. Tapi apa yang dilakukan si pangeran Kyle, menggunakan sihir didalam kastil yang sedang ada pesta. Sebelum ada kejadian kebakaran nantinya, lebih baik aku menyuruhnya untuk berhenti." Ucap Lucael kepada si babunya malaikat.
"Kau cuman menyuruhnya berhenti, itu tidak seru. Lebih baik kau pura-pura sedang meniup api yang ada ditangannya itu lalu dengan sekejap mata kau serap sihirnya itu, pasti anak kecil yang ada disini takjub melihat pertunjukan sulap yang kau lakukan." Sahut babunya malaikat dengan berbisik tepat ditelinganya dengan tubuh yang melayang-layang di udara.
"Aku memang akan melakukan hal itu
saat dia tidak menghiraukan peringatan ku." Ucap Lucael, dia kemudian berjalan mendekati pangeran Kyle.
Setelah dia ada didekat pangeran, dia kemudian berbisik....
"Pangeran Kyle, apa yang anda lakukan? Jika sampai api anda itu membuat kebakaran, anda akan dalam masalah. Jadi saya harap anda menghentikannya."
Pangeran Kyle lalu membalas bisikan itu....
"Bilang saja kau iri kan? Api kecil seperti ini tidak akan membuat kebakaran di pesta ini."
"Anak kecil sialan! Dia tidak tahu kalau sihirnya berhamburan di udara saat mengeluarkan api itu, dan jika sihir yang berhamburan itu terkena api... maka habislah sudah. Jadi tunggu apa lagi, tiup lilinnya sekarang juga Lucael." Ucap Babunya malaikat dengan tersenyum lebar karena tidak sabar melihat adegan itu.
"Tentu saja, jadi mari kita mulai." Sahutnya Lucael.
Lalu wajahnya berubah menjadi serius dan mendekat ke arah tangannya pangeran Kyle, setelah itu dia kemudian meniup api yang ada ditangannya pangeran Kyle. Pada saat pandangan pangeran Kyle melongo saat melihat apinya ditiup, pada saat itu juga Lucael langsung menyerap mana yang ada di udara dan ditangannya, hal itu membuat apinya langsung padam diwaktu dia masih meniupnya.
"A-apinnya padam hanya dengan ditiup!" Teriak beberapa anak yang terkejut dan tidak percaya.
"Apa yang kau lakukan Lucael! Bagaimana kau bisa memadamkan apinya... ini tidak mungkin. Sialan kau bocah!" Ucap pangeran Kyle dengan menarik kerah bajunya Lucael.
"Anda tau pangeran... kita memiliki kedudukan yang sama, yaitu sama-sama keturunan Kaisar Heirwelens atau kakek kita!" Sahut Lucael dengan melakukan hal yang sama dengan wajah yang mengerikan.
Mereka berdua kemudian langsung melepaskan tangan mereka dan setelah itu Lucael lalu menjauh.
"Ah, sial. Mana sihir yang barusan aku serap lumayan banyak, dan akibatnya... mana yang ada di dalam tubuhku mulai tidak teratur. Aku harus ke air mancur yang ada didepan kastil ini." Gumam Lucael lalu setelah itu dia menjentikkan jari... sesudah dia menjentikkan jarinya, dia seperti terbakar api berwarna biru dan kemudian menghilang.
Melihat Lucael menghilang dengan cara seperti itu, para anak-anak bangsawan itu langsung takjub dan kaget.
Karena putri Liliana sempat melihat dirinya yang tidak menggunakan sihir pelindung, akhirnya dia melihat isi pikirannya sedikit.
"Di pikirannya tadi, air mancur di depan kastil ini. Aku harus menemuinya." Gumamnya.
"Teman-teman... aku ingin cari angin dulu, jadi aku pergi sebentar ya." Ucapnya kepada teman-temannya dan pergi ke air mancur itu untuk menemui Lucael.
Ditempat air mancur....
"Huekkk... Ah, sial! Kenapa sihirnya tadi harus banyak sih. Huekkk...."
Lucael muntah darah di air mancur yang ada di istana itu.
"Seberapa banyak darah yang sudah kau keluarkan Luca?" Tanya babunya malaikat.
"Berisik! Huekkk...." Sahutnya Lucael sambil muntah.
"Tunggu... aku merasakan ada seseorang yang sedang kemari, putri Liliana! Luca, cepat kau aktifkan sihir pelindung sekarang!" Ucap babunya malaikat.
"Apa? Putri sedang kemari, sial! Tapi apa boleh buat, dia pasti melihat isi pikiranku tadi. Sihir pelindung aktifkan!" Ucapnya dan sihir pelindung pun aktif.
"Ternyata kau ada disini, Lucael. Hah... hah...." Ucap putri Liliana yang baru saja tiba dengan napas terengah-engah karena berlari.
Kemudian Lucael menoleh kebelakang dengan tersenyum lalu berkata....
"Hai, yang mulia putri. Ada alasan apa anda mencari saya?" Tanyanya.
Dengan wajah yang tersenyum manis dan pakaian yang berwarna biru langit malam membuatnya menyatu dengan keindahan malam ditambah dengan cahaya bulan yang menyinari dan angin malam yang bertiup, seketika pada detik itu juga putri Liliana langsung terpikat karena keindahan yang terjadi itu dan wajahnya langsung memerah setelah melihat Lucael pada waktu itu.
"Astaga.... dia tampan dan manis sekali!" Gumamnya dengan tangan yang menutup mulutnya karena terpana.
^^^Bersambung....^^^
__ADS_1