AKU BEREINKARNASI KEDUNIA FANTASI

AKU BEREINKARNASI KEDUNIA FANTASI
Episode 9


__ADS_3

Keesokan harinya....


"Ini sudah waktunya Anda bangun." Ucap pelayan pribadinya.


"Sudah pagi ya?" Sahut Lucael dengan mengusap kedua matanya, tiba-tiba saja pelayan pribadinya itu langsung menyentuh wajah nya dan itu membuatnya kaget.


"Kenapa mata anda sampai bengkak seperti ini, apa mata anda sakit tuan muda? Jika memang sakit, saya akan memanggil dokter pribadi anda sekarang juga!" Ucap pelayan pribadinya itu dengan wajah serius.


Lucael yang mendengar kata-kata itu kemudian tersenyum, "Mataku baik-baik saja Albert, kau tidak perlu khawatir seperti itu. Sebentar lagi akan normal kok." Ucapnya untuk menyakinkan pelayan pribadinya itu.


"Syukurlah kalau begitu... dan sekarang, anda sudah bisa membersihkan diri anda karena saya dan para pelayan sudah menyiapkan nya. Dan kalian bertiga, urus tuan muda sekarang karena aku harus menemui Duke. Jika dia sudah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian, bawa dia ke kamar nona muda Aria!" Setelah mengatakan itu, Albert kemudian pergi.


"Baik." Sahut mereka bertiga, lalu diantara mereka berkata kepada Lucael... "Sekarang anda pergi ke kamar mandi dulu, semuanya sudah diatur dan disediakan. Dan dengan begitu kami akan membersihkan tempat tidur anda dan menyiapkan pakaian anda."


Tanpa berbicara Lucael kemudian menganggukkan kepalanya dan pergi ke kamar mandi. Beberapa saat kemudian dia keluar dengan handuk di bahunya, kemudian para pelayan pun membantunya mengenakan pakaian dan aksesoris kepadanya.


"Nah, tuan muda... sekarang sudah selesai, jadi anda sudah bisa menemui kakak anda di kamarnya. Anda ingin pergi sendiri atau kami temani?" Tanya salah satu pelayan yang melayaninya.


"Tidak perlu, aku bisa pergi sendiri... dan terimakasih atas yang kalian lakukan tadi." Jawabnya dengan wajah imut dan para pelayan yang membantunya tadi langsung terpikat dan jatuh hati padanya, lalu dia kemudian keluar dari kamarnya dan pergi menemui kakaknya.


Sesampainya di depan kamar kakaknya...


"Knock... knock..."


"Kak Aria, apa aku bisa masuk?" Ucapnya setelah mengetok pintu.


"Yah, kau bisa masuk sekarang...." Sahut kakaknya dengan nada bicara yang agak kesal.


Dia kemudian membuka pintu kamar itu, dan melihat kakaknya sedang duduk dengan tangan yang melipat dan wajah kesal....

__ADS_1


"Aku tau kenapa wajah kakak kesal seperti itu, aku benar-benar minta maaf karena telah membuatmu terkejut... aku harus melakukan itu segera sebelum pangeran Kyle lebih dulu merebutnya dariku. Jadi bisakah kakak menerimanya dengan berlapang dada?" Ucap Lucael dengan memainkan jari-jarinya dengan kepala menunduk karena tidak berani melihat wajah kakaknya.


Kakaknya kemudian menghela nafas lalu setelah itu beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Lucael, kemudian dia berkata, "Tapi usiamu itu baru tujuh tahun, walaupun kakak tahu kalau kamu itu lebih dewasa dibandingkan anak seumuran mu. Tapi ini menyangkut masa depanmu, tapi sepertinya kamu tidak akan mundur... jadi dengan terpaksa kakak harus menerimanya. Dan kakak akan mendukung mu, jadi kakak berharap kamu tidak akan pernah membuat tunangan mu itu menangis suatu hari nanti dan kamu harus selalu ada disisinya dan melindungi nya mengerti?" Ucap kakaknya dengan menyentuh wajahnya.


Dengan wajah yang tersenyum manis dan memiringkan kepalanya, dia berkata... "Terimakasih kak, aku tidak akan melupakan kata-katamu tadi." Setelah itu dia kemudian memeluk kakaknya.


"Ternyata adik kecilku sudah mulai beranjak dewasa, padahal aku berharap kamu selalu menjadi anak kecil yang imut dan mengikuti ku setiap hari bagaikan ekorku, tapi itu tidak mungkin. Jadi, mari kita temui tuan putri Liliana, karena ayahnya sudah sampai di kediaman ini tadi pagi. Dan sepertinya ayah dan ayahnya sudah membahas soal ini di ruang tamu, jadi harus kah kita pergi ke sana menemui mereka bertiga." Tanya kakaknya sambil mengusap kepalanya Lucael, lalu Lucael pun mengangguk dan mereka pun pergi keluar menuju ruang tamu.


Di dalam perjalanan menuju ruang tamu, Lucael bergumam....


"Kenapa suruhan malaikat itu belum menunjukkan batang hidungnya? Aku tidak menyangka, aku bakalan meledak seperti itu tadi malam. Tapi kurasa beban pikiranku akhirnya berkurang... dan sepertinya aku harus minta maaf padanya karena melampiaskan amarahku padanya nanti." Ucapnya dengan menoleh ke atas, mereka pun akhirnya sampai di tempat ruang tamu....


Ayahnya yang duduk berhadapan langsung dengan raja Kexzelfen, berkata sambil melipat tangannya....


"Jadi sudah dipastikan, anak kita akan bertunangan tiga hari yang akan datang agar tidak membuat mu terlalu lama meninggalkan pekerjaan mu di kerajaan mu itu." Ucapnya dengan tersenyum sinis dan penuh tekanan.


Raja Kexzelfen yang ketakutan melihat tatapan Duke yang seperti predator hanya bisa mengangguk dengan keringat dingin karena pada awalnya dia tidak menyetujui pertunangan itu dan Duke yang mendengar penolakan itu langsung menodongkan pedang ke leher raja Kexzelfen dan dia melakukan hal mengerikan itu dihadapan calon menantunya.


Kakaknya kemudian duduk di dekat ayahnya lalu berbisik, "Ayah tidak mengancam orang yang akan jadi besan kita di masa depan ini bukan?"


Lalu Duke menjawab dengan berbisik, "Dia menolak tawaran ku disaat aku belum menjelaskan tentang hal itu lebih terperinci, setelah ku ancam dia baru mendengarkan perkataan ku kalau anak-anak itu sendiri yang memutuskan untuk bertunangan."


Dengan menghela nafas panjang, kakaknya bergumam... "Inilah kebiasaan ayah dari dulu, ayah bahkan mengancam kakek saat dia hidup. Padahal yang harusnya jadi kaisar itu adalah ayah... tapi ayah menolak dan mengancam kalau itu terjadi, ayah akan menghancurkan kekaisaran."


Dan sedangkan Lucael yang berdiri di sebelah ayahnya terus memperhatikan perilaku putri Liliana yang menunjukkan kalau dia ingin pergi dari tempat itu sekarang juga... dan pada akhirnya dia pun turun tangan agar putri Liliana bisa pergi dari tempat itu....


"Sepertinya nya saya dan putri Liliana harus pergi dari sini, agar tidak menggangu kalian bertukar pendapat nantinya." Ucapnya dengan berjalan menghampiri putri Liliana yang duduk disebelah raja Kexzelfen, setelah itu, dia kemudian meraih tangan putri Liliana dan menggenggamnya lalu tersenyum kearahnya.


"Ya-yang dikatakan Luca itu benar, ayah. Sepertinya, kami harus pergi untuk membuat kalian lebih leluasa... jadi, saya pergi dulu ya." Sahutnya dengan beranjak dari tempat duduknya dan pergi keluar dari ruangan itu bersama Lucael sambil bergandengan.

__ADS_1


Lalu sesampainya mereka di luar ruangan....


"Sekarang apa yang akan kita lakukan, Luca?" Tanya putri Liliana dengan menatap wajahnya Lucael. Dan setelah melihat wajah Lucael, wajah putri Liliana seketika memerah dan dia lalu bergumam dalam hatinya....


"Kenapa bocah ini tampan dan imut sekali sih, kurasa jantung ku akan meledak jika terus-terusan melihat wajahnya itu." gumamnya dengan mengalihkan pandangannya.


"Hmm... pergi ke perpustakaan, jalan-jalan menyusuri setiap sudut di kediaman ini, atau... melihat danau dibelakang? Kurasa tidak ada yang menarik, ah.. aku baru ingat, apa kamu ingin jalan-jalan di udara dengan ku lalu pergi melihat jurang yang terkenal akan keindahannya di dekat sini?" Ucap Lucael dengan penuh semangat.


"Memangnya kamu bisa membuat kita terbang? Ah... aku baru saja ingat, kamu kan bisa menggunakan sihir ya.... Tapi, bukannya itu akan menguras Mana mu, dan jika kamu sampai kehabisan Mana... kamu bisa saja mati!" Sahut putri Liliana dengan wajah serius.


Lucael yang melihat ekspresi serius dari putri kemudian tertawa dan berkata, "Pft... Manaku tidak terbatas loh, dan bahkan tidak akan pernah habis sama sekali... dan aku tidak bakalan mati karena kehabisan Mana. Jadi, haruskah kita pergi sekarang? Jika kamu mau, pegang tangan ku sekarang dan selama kita terbang, kamu tidak boleh melepaskannya, mengerti." Ucapnya dengan mengulurkan tangannya.


"Baiklah, tapi jika aku tidak sengaja melepaskan genggaman tangan mu... kamu harus menolongku agar tidak jatuh!" Sahut putri Liliana dengan menggenggam tangan Lucael dan ekspresi nya pada saat itu begitu imut sampai membuat Lucael mencubit pipinya.


"Kamu tau, kamu benar-benar imut. Jika aku sampai membuatmu kenapa-napa... pertunangan kita mungkin akan dibatalkan, dan aku mungkin tidak akan melihat wajah manis dan imut mu ini lagi." Ucapnya sambil tersenyum.


"Bisakah kita pergi sekarang, huh." Ucapnya dengan membuang muka karena kesal pipinya di cubit dan dibilang imut.


"Yah, kalau begitu... mari kita pergi sekarang... pegangan yang erat ya, Lili." Sahut Lucael, lalu kemudian dia menjentikkan jarinya dan mereka pun melayang di udara.


"Woahh... A-aku terbang!" Ucap putri Liliana yang kaget dan seakan-akan tidak percaya kalau dia benar-benar terbang.


"Ekspresi mu benar-benar imut sekali, sampai-sampai aku ingin mencubit pipi mu lagi. Tapi kurasa jika aku melakukan itu sekali lagi, kamu bakalan marah padaku. Jadi aku harus mengurungkan niatku ini bukan?" Ucapnya Lucael dengan senyuman nakal.


"Menyebalkan!" Sahut putri Liliana dengan wajah kesal.


"Aku minta maaf oke, jadi pegangan yang erat-erat karena kita akan terbang kesana-kemari, Satu, dua, waktunya terbanggg!" Ucap Lucael dengan penuh semangat membawa putri Liliana Terbang dan keluar dari mansion itu dan mengajaknya berkeliling melihat pemandangan kota di wilayah nya itu dari atas langit dan ekspresi mereka berdua begitu gembira dan bahagia pada saat itu.


Dari arah kejauhan, babunya malaikat mengamati mereka dari atas pohon, dan kemudian berkata... "Hm... ku rasa, putri itu akan menjadi penyembuh luka dihati anak itu. Walaupun pada awalnya anak itu hanya berniat membuat putri itu bisa merasakan kesenangan saat bersama dengannya dan tanpa anak itu sadari, dia juga ikut bahagia karena waktu kebersamaan yang menyenangkan itu. Aku berharap anak itu terus bahagia seperti ini, dan semoga saja luka di hati nya itu akan menghilang suatu hari berkat bantuan putri itu." Ucapnya sambil rebahan diatas pohon dengan menjuntai kan satu kakinya kebawah dan wajahnya begitu bahagia ketika melihat Lucael tersenyum dan tertawa bersama putri Liliana diatas langit.

__ADS_1


^^^Bersambung....^^^


__ADS_2