
Tiga hari kemudian....
"Lucael adikku yang lucu dan manis... ayo kita bersenang-senang di ibu kota nanti, kata dokter kau sudah sembuh total. Jadi ayo bersiap-siap untuk pergi, dan pelayan! Bantu adikku menyiapkan dirinya." Ucap kakaknya dikamar Lucael, karena Lucael baru saja di periksa dokter.
"Baiklah Nona Aria." Sahut para pelayan dan mereka kemudian membantu Lucael bersiap-siap dan juga mendandaninya.
Meraka kemudian memakaikannnya kemeja berwarna putih dan dasi berwarna hitam, lalu setelah itu mereka memakaikannya jas berwarna hitam dan ungu yang bercampur menjadi satu dan membuat jasnya sangat indah. Celana dan sepatu yang mereka pilihkan juga berwarna hitam, dan barulah setelah itu mereka memakaikannya aksesoris perhiasan seperti bros berlian berwana ungu di jasnya dan beberapa aksesoris perhiasan mutiara juga terpasang di jasnya.
"Nah, gimana tuan muda? Sangat cocok kan dengan rambut dan bola mata anda yang indah itu?" Kata beberapa pelayannya.
"Ah, iya. Sangat cocok sekali, tapi... kenapa perhiasannya harus sebanyak ini? Aku tau ayahku memiliki kekayaan yang setara dengan kekaisaran meskipun dia hanya berpangkat Duke." Ucapnya dengan wajah datar.
"Karena anda adalah anak Duke, jadi wajar saja kalau berpakaian mewah seperti ini dan ngomong-ngomong... nona Aria sedang menunggu anda diluar." Ucap pelayan pribadinya dengan wajah tersenyum.
"Yah, aku akan menemuinya sekarang jadi ayo!" Ucapnya dengan wajah tersenyum kepada para pelayannya.
Lucael pun kemudian menemui kakaknya diluar bersama dengan pelayan pribadinya, dan sesampainya di sana....
"Tunggu, kakak juga menyamakan warna pakaian ku dengan pakaian kakak?" Ucap Lucael dengan menatap ke wajah kakaknya.
Dari ujung rambut sampai ujung kakinya, Aria memakai aksesoris topi dan perhiasan berwarna ungu dan putih untuk menyerasikan warna gaun yang dipakainya juga sepatu yang dipakainya berwarna ungu.
"Tentu saja, kau kan adikku. Jadi apa salahnya kalau kita memakai pakaian dan aksesoris serasi." Sahut kakaknya dengan tersenyum lalu dia menggenggam tangan kanannya Lucael sembari berkata....
"Ayo, Luca... kita akan bersenang-senang!" Ucap kakaknya dengan penuh semangat.
Lucael yang terkejut melihat kakaknya sesemangat itu kemudian terbesit di pikirannya kalau semua kebahagiaan yang dia dapatkan bersama keluarganya saat ini tidak pantas dia dapatkan, karena menurutnya... kebahagiaan itu harusnya didapatkan pemilik tubuh aslinya.
Mereka berdua kemudian masuk kedalam kereta kuda dan duduk saling berhadapan, lalu kereta itu kemudian berjalan mengarah ke ibu kota kekaisaran dan diiringi dua puluh empat prajurit yang menunggangi kuda dengan senjata lengkap. Dan selama perjalan itu, Lucael selalu membalas tatapan ramah kakaknya dengan tersenyum manis untuk menutupi perasaannya yang merasa tidak pantas mendapatkan kebahagiaan itu.
Sesampainya mereka di ibu kota kekaisaran, kereta kuda mereka kemudian terhenti tepat didepan toko dessert yang terkenal sekekaisaran.
Mereka berdua kemudian turun dari kereta kuda itu, dan disambut para pelayan dan pemilik toko dessert itu dengan ramah....
"Halo, Nona muda dan tuan muda. Saya adalah pemilik toko dessert ini, kedatangan anda berdua itu adalah sebuah kehormatan bagi saya... jadi silahkan masuk...." Ucap seseorang wanita dengan senyuman dan tubuh membungkuk sebagai tanda menghormati.
"Ah, anda tidak perlu membungkukkan badan anda nyonya." Sahut Aria.
Mereka berdua pun kemudian masuk ke toko dessert itu, lalu memesan semua jenis dessert yang ada ditoko itu. Dan setelah itu, semua dessert yang dipesan itu kemudian sudah ada dimeja mereka.
"Kurasa aku tidak akan bisa menghabiskan semua dessert ini deh...." Ucap Lucael sambil memakan satu dessert.
"Apa kakak tidak ingin memakannya juga?" Tanya Lucael dengan mengambil satu dessert lagi karena yang tadi sudah habis.
__ADS_1
Kakaknya yang hanya menatapnya makan sambil tersenyum kemudian berkata....
"Aku tidak perlu memakan dessert ini, semua hanya untukmu. Dan kalau aku memakannya... bisa-bisa gula darah ku naik nanti, karena hanya dengan menatap wajahmu yang manis saat makan dessert itu saja sudah membuat gula darah ku naik loh."
"Kakak bisa saja bercanda tentang hal bodoh seperti itu... kurasa sekarang aku sudah cukup memakan dessert, dan untuk sisa dessert yang ada disini... suruh prajurit yang mengawal kita untuk membagikannya dengan anak-anak jalanan." Ucapnya sambil membersihkan sisa makanan yang ada di pipinya dengan sapu tangan miliknya, lalu dia kemudian berdiri dari kursinya.
"Adikku memang punya hati yang baik. Karena kamu sudah mencicipi dessert disini, apa kamu mau jalan-jalan ke pasar yang terkenal itu?" Tanya kakaknya dengan menatap wajahnya sambil mengusap kepalanya.
"Tentu." Sahutnya dengan memiringkan kepalanya sedikit kekanan sambil tersenyum.
"Aihh... kamu lucu sekali sih Luca adik ku!" Ucap kakaknya dengan mencubit pipinya.
"Kak, aku malu dilihat para pelayan di toko ini." Ucap Lucael dengan mengalihkan pandangannya dari para pelayan.
"Bahkan saat kau tersipu malu, kamu begitu manis loh." Ucap kakaknya.
"Iya, aku tau kok hal itu. Jadi bisakah kita sekarang pergi?" Sahut Lucael dengan menatap wajah kakaknya dengan masam karena kesal wajahnya terus dicubit kakaknya.
"Yah kalau kamu memaksa ingin pergi sekarang, jadi ayo." Ucap kakaknya dengan menggandeng tangannya dan keluar dari toko dessert itu. Mereka kemudian berjalan ke arah pasar yang kakaknya sebutkan tadi dengan diiringi dua puluh tiga prajurit yang bertugas menjaga keamanan mereka berdua. Sedangkan satu prajurit lagi, sibuk membagikan sisa dessert yang dipesan kakaknya tadi ke anak-anak jalanan.
"Wah, coba lihat kesana Luca. Mereka menjual sate daging kelinci... apa kau mau memakannya?" Tanya kakaknya dengan menunjuk arah tempat yang menjual sate itu, dan wajahnya seperti orang yang sangat ingin memakan sate itu.
Lucael kemudian bergumam dalam hati....
"Sepertinya dia sangat ingin memakan sate daging kelinci itu, jadi lebih baik kalau aku bilang iya, karena jika aku tidak ingin memakannya... bisa-bisa dia tidak akan membelinya untuk dirinya sendiri nantinya."
Mereka berdua kemudian membeli beberapa tusuk, lima untuk kakaknya dan satu untuknya.
"Kenapa kamu hanya satu tusuk saja Luca, kan jadi tidak adil."
"Aku cuman perlu satu kok, soalnya perutku masih kenyang setelah makan dessert tadi." Ucapnya sambil tersenyum. Dan mereka kemudian terus berjalan melihat-lihat pasar lalu Lucael kemudian berhenti berjalan karena kata-kata Babunya malaikat.
Babunya malaikat berkata, "Lucael, putri Liliana juga ada dipasar ini karena dia diajak kesini oleh pangeran kedua Kyle. Dia ada didepanmu sekarang, seperti yang ada di cerita novel yang dibaca putri Liliana... putri akan diculik oleh seseorang karena kurangnya pengawasan para pengawal padanya karena sifat kekanak-kanakan pangeran kedua yang teralihkan karena benda-benda yang dijual oleh pedagang terkenal disini. Kau harus merubah alur ceritanya mulai dari sekarang, karena jika tidak... semua kekacauan akan terjadi dimasa depan seperti dinovel yang dibuat untuk putri Liliana.
"Baiklah, aku akan menyelamatkan nya jadi jangan khawatir." Sahut Lucael.
"Prajurit! Jaga kakakku sementara waktu saat aku pergi, oke!" Ucap Lucael pada para prajurit yang mengawalnya.
"Tunggu, kau akan pergi kemana Luca. Kau tidak boleh terpisah denganku kata ayah!" Tanya kakaknya.
"Maaf, kak. Aku tidak punya banyak waktu lagi, jadi... jaga diri kakak baik-baik." Jawabnya dengan berlari ke keramaian orang-orang yang banyak.
"Luca.... Ya ampun anak itu, jika ayah tau aku pasti akan dimarahi. Dan sebaiknya, setengah dari kalian kejar adikku sekarang! Jika terjadi macam-macam pada adikku nyawa kalian akan melayang ditangan ayahku nantinya." Ucap kakaknya.
__ADS_1
Mendengar ucapan Aria, mereka semua langsung berkeringat dingin dan lalu terbagi menjadi dua kelompok, yang satu menjaga Aria dan satunya lagi mengejar Lucael.
"Tuan muda! Berhenti sekarang juga!" Teriak para prajurit sambil berlari, tapi mereka tidak berhasil mengejar Lucael karena kecepatannya dalam berlari secepat kilat dan mereka tidak melihatnya lagi saat memasuki kerumunan orang-orang yang ada dipasar itu.
"Hah... hah... tuan muda... dimana anda sekarang? Anda harusnya tau, nyawa kami lagi dipertaruhkan...." Ucap salah satu prajurit yang kemudian terkapar dijalan raya dengan wajah pucat dan wajah para prajurit lainnya pun lesu dan pucat.
Sedangkan Lucael, dengan tubuh yang melayang di udara lalu dia kemudian melihat keberadaan putri Liliana. Setelah itu dia menginjakkan kakinya ketanah dan berlari secepat kilat supaya seseorang yang berjubah hitam di belakang putri Liliana gagal menculiknya.
Saat seseorang itu hampir menculik tuan putri, dalam hitungan detik saja Lucael langsung ada didekatnya dengan tubuh yang melayang, lalu dia langsung menendang kepala orang itu sampai dia tersungkur dan hal itu membuat semua orang terkejut karena Lucael yang jaraknya lumayan jauh tiba-tiba muncul bisa-bisanya dalam sekejap mata ada ditempat orang itu.
Kemudian dia berjalan mendekati orang itu lalu menarik kerah bajunya dengan berkata....
"Siapa yang telah memerintahkan mu untuk menculik tuan putri! Dan bagaimana kau bisa mengetahui kalau wanita yang memakai tudung itu adalah tuan putri? Apa jangan-jangan kau sudah mengikuti saat keluar dari istana?"
Pada awalnya... putri Liliana tidak ingat kalau hari itu adalah hari dimana dia akan diculik karena ada sebuah peraturan yang membuatnya tidak bisa merubah masa depan dan itu juga pernah terjadi sebelumnya....
Waktu itu... dia tidak ingin pergi kekaisaran, tapi anehnya... dia langsung berada di aula pesta yang diselenggarakan oleh pangeran mahkota. Dan cerita itu jadi melenceng karena keberadaan Lucael yang masih hidup dan menghadiri pesta tersebut.
"Kenapa aku ada ditengah keramaian orang-orang dan berada di pasar? Ini sudah yang kedua kalinya, apa aku benar-benar tidak bisa merubah masa depan? Ini benar-benar sial! Eh, tunggu sebentar... suara apa itu?" Gumamnya saat mendengar suara seseorang yang sedang terjatuh cukup keras, dia kemudian menoleh kebelakang dan melihat Lucael sedang menarik kerah baju orang berjubah itu.
"Apa yang dilakukan Lucael disini? Dan siapa orang yang dia tarik kerah bajunya itu? I-ini... sudah yang kedua kalinya." Ucapnya dengan ekspresi terkejut.
"Lucael, dengarkan aku dan ikuti arahan ku ini tanpa bertanya! Bunuh orang itu sekarang juga dengan lingkaran sihir penghisap manusia, sekarang!" Ucap Babunya malaikat kepada Lucael dengan tegas.
"Aku turuti perintah mu, Lingkaran Sihir penghisap manusia... terciptalah dan hisaplah orang ini sekarang juga! " Ucap Lucael dengan menjentikkan jarinya.
Orang itu kemudian terhisap kedalam lingkaran sihir dan setelah dia terhisap, lingkaran sihir yang berwarna biru berubah menjadi merah dan kemudian menghilang.
"Bagaimana anak kecil seperti dia bisa menggunakan sihir tingkat tinggi seperti itu?" Ucap orang-orang setelah melihat kejadian itu.
"Tuan putri, pegang tanganku sekarang juga." Ucap Lucael dengan mengulurkan tangannya kepada putri Liliana. Lalu tuan putri memegang tangannya, setelah itu Lucael menjentikkan jarinya dan mereka pun berpindah tempat ke tempat kakaknya Lucael berada.
Karena mereka tiba-tiba muncul di depan kakaknya dan para prajurit yang mengawal kakaknya, mereka semua kaget saat melihat Lucael dan putri Liliana muncul. Dengan tersenyum dan ekspresi wajah yang merasa tak bersalah, Lucael berkata kepada kakaknya dan para prajurit....
"Sebelum kalian bertanya apa yang sebenarnya terjadi, lebih baik kita kembali sekarang... dan selama perjalanan pulang nanti kuharap kakak tidak bertanya karena aku pasti akan menjelaskan semuanya sesudah sampai dirumah nanti, oke."
Kakaknya yang tidak tahan melihat keimutannya saat tersenyum langsung bilang iya dengan wajah tersenyum dan itu membuat para prajurit tak habis pikir karena mereka yang tidak bersalah malah kena omelannya sedangkan si pembuat onar malah diperlakukan seperti itu. Beberapa saat setelah itu mereka pun pulang kekediaman Duke Verhanox Belgoard.
Alasan Lucael meminta kakaknya tidak bertanya saat perjalanan karena dia ingin berbicara dengan Babunya malaikat.
"Apa alasanmu meminta ku membunuh orang itu sebelum mendapatkan informasi?" Tanyanya pada Babunya malaikat.
"Karena dia tidak diperintahkan seseorang di dunia ini, orang itu juga lah yang membuat dunia ini kacau. Gara-gara orang sialan itu! Nasibku jadi begini.... Dan mungkin saja, dialah yang telah membuat aturan yang membuat putri Liliana tidak bisa merubah masa depan. Aku masih belum tau caranya menghancurkan peraturan itu, jadi untuk sementara waktu... aku akan pergi untuk melapor dan bertanya kepada senior ku bagaimana caranya menghancurkan peraturan itu?" Jawab Babunya malaikat, kemudian setelah itu dia pun menghilang.
__ADS_1
Mereka pun kemudian sampai dengan selamat tanpa hambatan, sedangkan pangeran kedua yang kehilangan putri Liliana terus mengobrak-abrik pasar bersama para prajurit dan hasilnya mereka tidak menemukanya. Setelah beberapa jam mencari... mereka kemudian pulang dan sesampainya diistana, dia langsung dihukum karena telah membuat tuan putri hilang.
^^^Bersambung....^^^