AKU BEREINKARNASI KEDUNIA FANTASI

AKU BEREINKARNASI KEDUNIA FANTASI
Episode 6


__ADS_3

"Silahkan turun yang mulia putri, nona muda dan juga tuan muda...." Ucap seorang pelayan kediaman Duke dengan membukakan pintu kereta kuda itu.


Orang yang pertama turun dari kereta kuda tersebut adalah Lucael, dia kemudian membantu kakaknya dan putri Liliana untuk turun dari kereta tersebut.


"Maafkan aku kak, karena telah membuat acara jalan-jalan kita selesai lebih cepat. Jika kakak ada waktu lagi nanti untuk jalan-jalan, mau pergi bersama aku lagi nggak? Ku pastikan tidak mengacau kali ini." Ucap Lucael dengan menyentuh tangan kakaknya.


"Tidak apa-apa kok... kakak yakin ada alasan dibalik sikapmu yang tidak seperti biasanya." Sahut kakaknya dengan mengelus rambutnya dengan tatapan yang hangat.


"Karena kita sudah sampai di rumah, kau harus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi sampai kita kedatangan tamu yang begitu cantik ini, hehe...." Ucap kakaknya dengan wajah yang tersenyum tapi anehnya Lucael terlihat takut saat melihat kakaknya tersenyum seperti itu.


"Kalau begitu bagaimana kalau kita pergi ke aula perjamuan teh yang sering kakak gunakan untuk menjamu teman-teman kakak, aku akan menjelaskan ceritanya di sana... anda tidak keberatan kan ikut dengan kami berdua, tuan putri Liliana?" Ucap Lucael dengan menatap ke arah tuan putri Liliana.


"ya, aku tidak keberatan sama sekali." Sahut putri Liliana dengan wajah yang sedikit terkejut.


Mereka bertiga pun kemudian pergi ke aula perjamuan teh, dan sesampainya mereka di sana... Nona Aria memerintahkan kepada pelayan untuk membawakan cemilan dan juga teh untuk menjamu putri.


"Kau mau kue kering ini yang mulia putri?" Tanya Nona Aria.


"Ah, tentu." Sahut putri Liliana dengan agak canggung.


"Anda tidak perlu kaku dan terlihat canggung seperti itu yang mulia tuan putri, anggap saja seperti rumah anda sendiri. Dan mungkin anda juga akan menginap semalam disini, karena butuh waktu mengirim surat yang menyatakan anda ada disini." Ucap Nona Aria.

__ADS_1


"Dan ngomong-ngomong Luca, jelaskan ceritanya sekarang juga disini... kenapa tuan putri bisa bersama denganmu?" Tanya kakaknya dengan menopang dagunya dan juga menatap wajah Lucael dengan tajam.


"Ah, jadi ceritanya begini... aku merasakan hawa seseorang yang ingin membunuh di dekat pasar waktu itu. Jadi aku mencari hawa membunuh itu, dan aku tidak sengaja melihat yang mulia tuan putri ada di tempat hawa yang mencekam itu. Dan pada saat itu juga aku melihat seseorang mencoba berbuat sesuatu pada yang mulia tuan putri. Dan kakak pasti bisa menebak apa yang terjadi setelah itu."


"Jadi, singkatnya aku menyelamatkan sang putri dari seseorang yang berniat jahat itu. Tapi... karena tidak ada satu pengawal pun yang ada disekitar sang putri, makanya aku membawa sang putri ikut pulang denganku. Mungkin para pengawalnya terpisah dengannya saat di keramaian."


Wajah Lucael saat bercerita kepada kakaknya sangat begitu serius supaya kakaknya percaya akan cerita yang setengahnya dibuat-buat dan setengahnya lagi kenyataan.


"Hmm... Akting mu tidak buruk juga ya bocah ingusan." Ucap babunya malaikat yang ada didepannya dengan melayang-layang di udara sambil rebahan.


"Sejak kapan kau kembali?" Tanya Lucael lewat pikirannya.


"Aku sudah kembali ke sini sejak kau tiba ditempat kediaman mu ini. Dan jaga ekspresi wajahmu itu! Bisa-bisa mereka berdua bingung dengan ekspresi mu itu, pft... bhahaha kau pasti dikira gila nantinya...." Sahut si babu malaikat.


Kakaknya yang melihat sifat Lucael yang aneh kemudian bertanya apa yang terjadi pada Lucael yang bersikap aneh, tapi Lucael mengalihkan pandangannya sambil tersenyum kecil lalu berkata kalau tidak ada apa-apa.


"Sudah ku bilang kan Luca, ckckck..." Ucap si babu itu dengan menggelengkan kepalanya sambil menatap ke arah Lucael.


Dengan wajah yang tersenyum kesal, Lucael kemudian menyahut....


"Andai kan bukan sebuah roh gentayangan yang ditugaskan para malaikat untuk membantuku, sudah pasti kau akan ku siksa bagaimana pun caranya."

__ADS_1


Kakaknya kemudian beranjak dari tempat duduknya dan mengelus kepala Lucael sambil berkata....


"Karena aku punya banyak tugas dari akademi yang harus ku kerjakan, aku undur diri dulu ya yang mulia tuan putri. Bersenang-senang dengan adik kecilku yang imut itu ya tuan putri, kau bisa menyentuh pipinya yang kenyal itu. Dia tidak akan marah sama sekali loh yang mulia, dah juga Luca...."


Setelah kakaknya pergi, suasana ditempat itu hening beberapa saat. Kemudian Lucael menawarkan kepada tuan putri untuk jalan-jalan di taman milik ibunya yang selalu dirawat, karena itu adalah salah satu tempat kenang-kenangan keluarganya saat bersama ibunya dimasa lalu. Dan tuan putri kemudian mengangguk kan kepalanya, lalu mereka pun pergi jalan-jalan mengitari mansion yang besar itu untuk menuju ke taman milik mendiang ibunya.


Sesampainya ditaman, Lucael membungkukkan badannya untuk memetik bunga lavender yang bermekaran ditaman itu.


"Bunga ini indah kan yang mulia putri, bunga ini tidak seperti bunga-bunga yang ada di rumah kaca itu. Meskipun ini ada diluar rumah kaca tapi bunga ini jauh lebih diperhatikan para tukang kebun yang ada di mansion ini. Karena bunga ini adalah bunga yang paling disukai ibuku." Ucapnya dengan memasangkan bunga ini diantara pita yang ada di kepala tuan putri sebagai aksesoris.


"Lihat bunga nya terlihat sangat cocok dengan anda yang memakai gaun berwarna merah muda dan juga aksesoris mutiara yang bertebaran di gaun anda jadinya terlihat sangat cocok, lalu karena pita anda itu berwarna ungu kehitaman, bunga itu tampak menyatu dengan pita anda yang begitu cantik." Ucap Lucael dengan tersenyum manis, lalu menjentikkan jarinya untuk mengambil cermin kecil yang ada di kamarnya menggunakan sihir teleportasi. Dia kemudian mengarahkan cermin itu ke depan tuan putri agar putri Liliana dapat melihat keindahan yang dilihat olehnya itu.


"Kamu benar, bunganya begitu cantik dan dia juga menyatu dengan indah dengan pita milikku. Jadi terimakasih banyak, ya Lucael." Sahutnya dengan senyum yang berseri-seri.


"Karena harinya sudah mulai gelap, bagaimana kalau kita masuk dulu... lalu jika ayah saya mengijinkan kita pergi ke tempat ini lagi di malam hari, anda mau pergi ke tempat ini lagi tidak? Saat dimalam hari, bunga lavender ini mengeluarkan cahaya di bunga-bunganya karena alasan itulah ibu saya begitu menyukai bunga lavender ini."


"Ya, aku ingin melihat pemandangan itu Lucael. Tapi sebelum kita masuk, bisakah kau menjawab pertanyaan ini... bagaimana kau bisa tahu aku sedang dalam bahaya tadi siang? Dan aku juga bingung tentang satu hal ini... bukannya bunga lavender belum mekar di musim ini karena bunga lavender hanya mekar di musim panas?" Tanya Putri Liliana dengan menyentuh tangan Lucael agar dia bisa mendapatkan jawaban dari pertanyaannya itu.


Dengan tatapan yang begitu tenang juga wajah yang tetap tersenyum manis, Lucael kemudian menjawab pertanyaannya.


"Pertanyaan anda yang pertama, saya mohon maaf karena tidak bisa menjawabnya. Tapi kalau pertanyaan yang kedua, saya bisa menjawabnya. Bunga lavender ini bisa mekar lebih dulu karena saya sudah memberikan sihir pada bunganya, tahun lalu saya menjadikan satu bunga lavender yang saya pindahkan di pot bunga untuk jadi bahan percobaan sihir saya. Dan hal itu kemudian berhasil, bunga ini akan terus bermekaran setiap hari tapi jika terjadi sesuatu pada saya... bunga ini akan berhenti bermekaran dan kembali normal seperti bunga lavender lainnya. Karena saya sudah menjawab salah satu pertanyaan anda, mari kita masuk sekarang yang mulia tuan putri."

__ADS_1


Lucael kemudian menggenggam tangan putri Liliana, sambil bergandengan tangan... mereka berdua kemudian masuk ke mansion Duke yang besarnya sama seperti istana kekaisaran.


^^^Bersambung....^^^


__ADS_2