Aku Bukan Istri Simpanan

Aku Bukan Istri Simpanan
episode 34


__ADS_3

"selamat membaca.


"Anak kakak lucu banget," ucap Dina, mentoel pipi Bayi Sarah yang ada di pangkuan nya.


saat ini mereka sedang ada dirumah sakit, intuk menjenguk Sarah yang sudah melahirkan putri pertama nya.


"makanya kalian buruan nikah biar cepat punya anak yang lucu," ucap Sarah pula karna dia sudah tahu kalau Andra dan Dina sedang pacaran.


Mendengar itu, Dina pun tersanyum malu.


"kalian tunggu saja! undangan nya akan segera datang!" ucap Andra,membuat Dina bertambah malu.


Apa Lo udah pernah ketemu, sama orangtua nya Dina?" tanya Hery meteka duduk di Sofa.


"Rencana nya sih malam ini Gue akan kerumah Dina, untuk bertemu orangtua nya sekalian aku ingin mengatakan keseriusan ku. ucap Andra memberi tahu Hery.


"Lo mau melamar Dina?" tanya Hery serius menatap Andra.


"Ya Her..." Gue mau serius, Lo dan Dika sudah berumah tangga, lo malah sidah punya anak lagi, Dika juga katanya bentar lagi punya anak. Gue juga pengen kayak kalian," ucap nya panjang.


memang benar kalau dia iri melihat teman nya yang sudah berumah tangga. lebih tepat nya melihat Hery, kalau Dika, dia hanya tau Dika itu sudah berumah tangga tapi tidak mengenal siapa istri Dika. karna mereka belum pernah bertemu.


"Gue harap lo memang serius,kalau sampai lo mempermain kan Dina,lo bakalan berurusan sama Gue," ucap Hery menatap Andra. karna dia sudah menganggap Dina itu Adik nya


"Iya, Lo tenang aja Gue jugak nggak akan mainin Dina, karna Gue sangat menyayangi nya."beritahunnya. memang benar dia sangat menyayangi Dina, karna Dina lah dia bisa melupakan Risa


.


...*****...


malam harinya.


"Ada acara apa sih mah? tumben makanan nya semewah ini?" tanya Dini. melihat hidangan malam ini sedikit berlebihan.

__ADS_1


"Ini Dina ada tamu sepesial," jawab mama Santi menyenggol Dina mengoda putri nya.


"Siapa, Na? pacar lo ya?" tanya Dini beralih menatap kembaran nya.


Mendapat pertanyaan seperti itu Dina pun tersenyum lalu menganguk. Memang benar pacar nya yang datang.


mendengar ada suara mobil yang datang, Dina pun berlari kedepan untuk menyambut tamu spesial nya. Karna Dina yakin kalau itu adalh Andra.


"Jauh ya kak?" tanya Dina, begitu melihat Andra akan masuk kedalam rumah.


"Gak kok, tapi lumayan lah," ucap nya tersenyum mengusak kepala Dina.


"kakak, tukan rambut aku jadi berantakan," ucap nya manja memanyun kan bibir nya. Lalu mereka pun masuk.


Dina mengajak Andra keruang tamu, karna papa dan mama nya sudah menunggu kedatangan Andra.


"Om, Tante," Andra mendekat menyalami papa Hardi dan mama Santi. lalu duduk setelah di persilakan.


"begini Om, aku sengaja datang, ingin membertahu Om, kalau saat ini aku dan Dina sedang pacatan..." dan aku akan secrpat nya membaea orang tua ku untuk melamar Dina. ucap nya, mengatakan niat nya pada papa Hardi.


setelah itu mereka pun menobror. papa Hardi pun bertanya seputaran bisnis yang di kerjakan olah Andra.


"Hati-hati sayang," ucap Dika menuntun Risa turun. kehamilan yang sudah besar membuat Risa susah untuk bergerak.


"Maaf kami terl_." Dika menhentikan ucapan nya.


Dia terkejut melihst tamu yang datang, karna ia sangat mengenal orang itu.


"Dika!"


"Andra!"


ucap mereka bersamaan.

__ADS_1


Dika tetap menuntun Risa untuk duduk di sofa.


lain hal nya dengan Andra. Ia terus memberhatikan Risa. Dia heran tapi tidak berani bertanya.


"Jadi Lo? yang mau jadi calon adik ipar Gue?" tanya Dika menatap Andra. Iy tidak menyangka kalau yang menjadi Adik ipar nya adalah teman nya.


"Andra hanya tersenyum, tanpa menjawab ucapan dika. sesekali ia memperhatikan Risa.


Sudah lah, nanti kita lanjut lagi ngobrol nya, sekarang kita makan dulu. Papa Hardi mengajak tamu nya, yang sebentar lagi akan menjadi menantu nya.


Mereka semua meninggal kan ruang tamu, pergi nenuju meja makan.


Saat semua orang sedang asik makan tiba-tiba Risa mengaduh kesakitan membuat semua orang khawatir.


"Risa kamu kenap? apa sudah waktu nya untuk lahiran?" tanya mama Santi panik melihat menantu nya kesakitan.


"Nggak tau mom, tapi ini sakit banget," jawab Risa dengan muka yang mengerut menahan sakit.


"Bukan nya waktu lahiran nya beberapa minggulagi," ucap Dika tak kalah panik.


Tapi dia malah mondar mandir bikan nya segera menolong Risa.


"Melihat Dika mondar mandir. sepontan Andra mendekat ingin menolong Risa. tapi ia urungkan karana Dina sudah menegur Dika.


"Kak, tolongin kak Risa! jangan cuma mondar mandir aja, "ucap Dina memukul tangan Dika. karna Dika mondar mandir di depan nya.


"Maaf sayang aku lupa, aku terlalu panik bingung harus bagai mana," ucap nya, mendekat pada Risa lalu menggondong Risa membawa nya keluar.


"Pakai mobil Gue aja Dik," tawar Andra. Dika pun menganguk tanda setuju. karna mobil nya masih ada di garasi.


Melihat Dika menuju mobil nya Andra pun membukakan pintu nya, lalu Dika memasukan Risa kemobil Andra.


Sitelah Risa dan Dika di dalam, Andra pun melajukan mobil nya, menuju rumah sakit terdekat......

__ADS_1


...*****...


"jangan lupa ya dukungan nya.😍😍😍😍🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2