
"Selamat membaca.
Dengan penuh semangat Dini pergi bekerja, karna ini adalh hari pertama nya begerja.
Sampai di depan gedung kantor, ia turun lalu masuk.
"Eh eh eh! tunggu!" ucap nya berlari saat melihat pintu lift hampir tertutup.
Mendengar ada yang ingin masuk, orang yang di dalam pun mengeluarkan tangan nya agar pintu lift itu tidak tertutup.
Melihat pintu lift nya terbuka Dini pun masuk.
"Huh huh huh, makasih," ucap nya masih ngos-ngosan sambil membungku
Mendengar suara itu, Arga merasa seperti mengenalnya.
"Gak mungkin kan kalau dia ada di sini," gumam nya pelan. melihat orang yang ada di depan nya.
Karna Dini masih membungku jadi Arga tidak bisa melihat wajah nya.
Arga ingin memastikan, kalau dia tidak salah dengar suara. jadi ia pun menunduk, saat Arga menunduk tiba-tiba Dini berdiri
"Aaauww! pekik nya.
"Maaf aku ti_, kamu!" Dini tidak jadi melanjutkan ucapan nya.
"Sukurin," ucap nya tertawa melihat Arga yang kesakitan.
Merasa sangat sakit Arga pun diam, terus memegang hidung nya sambil menatap Dini. Ahir nya Dini diam karena Arga terus pmenatap nya.
__ADS_1
"Sakit banget ya?" ia malah bertanya.
"Maaf, aku tidak sengaja," ucap nya lagi, karna Arga tidak juga bicara, membuat dia merasa bersalah, terlebih lagi Arga masih memegang hidung nya.
"Sini! coba ku lihat!" saat Dini ingin mendekat pintu lift nya terbuka.
"Tidak perlu," ucap Arga," lalu keluar dari lift itu.
"Tunggu! seperti nya hidung mu berdarah." Dini mengejar Arga.
Sampai di meja nya, Arga langsung duduk di kursi nya.
"Kamu kenapa Ga?" tanya sekretaris Dika saat ia melihat hidumg Arga yang berdarah. Sekretaris itu pun mendekati Arga.
"Mari aku bantu," ucap nya mengambil tisu yang ada di meja Arga.
"Tidak perlu! kamu kerjakan saja pekerjaanmu." Dini datang, mengambil tisu nya dari tangan sekretaris kakak nya. Entah mengapa dia tidak suka melihat sekretaris itu mendekati Arga. Dngan telaten dan hati-hati Dini membersih kan darah dari hudung Arga.
Arga terus memperhatikan Dini, tanpa sengaja pandangan mereka pun bertemu. mereka diam saling memandang.
Hemmm!
tiba-tiba Dika berdehem, kedua nya terkejut. Arga gelagap, juga takut atasan nya itu salah sangka.
"Ganggu aja," Dini brkata dalam hati.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Dika, pada adik dan asisten nya.
"Kita gak lagi ngapain kak, aku cuma lagi bersihin hidung nya Arga," jawab Dini enteng,
__ADS_1
sedantkan Arga dudah menunduk.
"Memamg nya kenapa bisa hidung mu? mengapa bisa berdarah?" tanya Dika melihat Arga.
"Ini kak, tadi kepala aku gak sengaja nabrak hidung nya Arga," jawab nya asal.
"Memang nya kepala mu? punya roda bisa nsbrak hidung Arga?"
"Maksud nya, tadi itu aku dan Ar_."
"Sudah lah tidak usah di jelaskan! apa kau sudah mengobati nya," Dika memotong ucapan adik nya. karna Dika pikir, Dini lah yang membuat asisten nya seperti itu.
"Sudah kak."
"Kalau sudah kenapa masih berdiri di situ?"
"Memang nya tidak boleh?" Dini melihat Dika.
"Ini masih hari pertama mu bekerja kan?" tanya Dika. Dini pun mengangguk.
Apa kau ingin? ini hari terahir mu bekerja?" Dika bertanya lagi. kali ini Dini menggelengkan kepala nya.
"Jadi lebih baik sekarang! kamu bekerja dengan baik ya Adik ku sayang," ucap Dika penuh menekanan.
"Baik lah kak, aku akan bekerja dengan baik," ucap nya, lalu duduk di dekat Arga.
Untuk sementara memang Arga lah yang mengajarinya, itupun atas mermintaan nya.
Melihat Dini duduk di samping nya, Arga merasa bingung, lalu melihat kearah Dika.
__ADS_1
"Mulai sekarang kamu yang mengajari Dini! beri tahu dia semua tentang perusahaan!" jelas Dika seolah mengerti kebingungan asisten nya.
Setelah menjelaskan semua nya, Dika pun pergi dari situ masuk kembali keruangan nya.