Aku Bukan Istri Simpanan

Aku Bukan Istri Simpanan
episode 36


__ADS_3

"Selamat membaca.


"Mah, Apa semuanya sudah siap?" tanya Dika pada mama Santi yang sedang berkemas, karna ia akan membawa anak dan istrinya untuk pulang.


Sudah lima hari ini Risa di rumah sakit, Hari ini ia sudah di perboleh kan pulang.


"Semua nya sudah selesai, kita tinggal nunggu susternya bawa kursi roda untuk risa."


"baik lah! kalau kamu sayang? sudsh siap?" Dika pun bertanya pada istrinya.


Risa pun mengangguk kan kepala nya, tanda nya bahwa dia sudah selesai.


Tak berapa lama Suster pun datang membawa kan kursi roda untuk Risa. mendekat kan nya pada Risa yang dusuk di brankar.


"Biar saya aja sus! yang membantu istri saya! Ucap Dika saat melihat suster itu ingin membantu Risa turun dari brankar.


Suster itu pun mundur membiarkan Dika membantu istrinya.


"Pelan-pelan sayang! pasti masih sakit!" ucap mama Santi perhatian pada menantunya.


Setelah semua nya selesai, Dika pun nembawa Risa keluar, diikuti oleh mama Santi yang mengendong cucu. Mereka pun keluar dari rumah Sakit.


...*****...


Menempuh perjalanan setengah jam, ahirnya meteja sampai di rumah papa Hardi.

__ADS_1


"Sebenarnya, Dika ingin membawa istrinya dan anaknya kerumah yang sudah ia siapkan, tapi mama santi tidak mengijin kan nya. beralasan ingin dekat dengan cucunya yang baru lahir.


"Mah mari biar papa yang hendong cucu papa juga," ucap papa hardi dia memang jarang krrumah sakit, bukan karna tidak mau tapi dia sibuk menggantikan Dika yang sedang merawat Risa.


Padahal Risa sudah bilang, dia tidak apa-apa, juga ada mama Santi yang menjaga nya, tapi Dika tetap kekeh ingin menjaga, jadilah papa Hardi yang sibuk.


"Wah, jagoan tante sudah sapai dirumah ya."


Dina dan Dini, turun dari lantai dua begitu mendengar suara papa Hardi yang sedabg menyambut cucunya.


"Pah, gantian dong! aku juga mau menggendong nya," ucap Dina mendekat mada papa nya.


"Gak, gak bisa sekarang giliran papa, karna kalian sudah sering bertemu saat di rumah sakit," ujar nya, tidak memberikan cucu nya.


"Kata nya, papa ingin memberi nama pada cucu kita saat dirumah."


Mama Santi pun mendekati suami nya, dan mengelus rambut cucu nya. yang terlelap.


Papa Hardi memang mengatakan akan memberi cucu nya nama saat sudah dirunah nya.


Iya nih, padahal kemarin Dini udah susah-susah lo nyariin nama nya, eh malah di tolak," gerutu Dini.


"Iya ni si Papa, yasudah sekarang siapa dong nama nya," timpal Dina pula.


"Ya sudah, Papa kasih tau ya nama nya itu. Pranata Dirga Harditama. Bagai mana? cocok bukan nama nya?" tanya papa Hardi. Lalu ia melihat wajah cucu nya yang ada di gendongan nya.

__ADS_1


"Nama yang bagus, jadi kita bisa panggil Dirga!" ucap mama Santi.


Gimana? kamu setuju kan Dik?" tanya mama Santi, menatap putra nya.


"Dika setuju mah, namanya bagus ko, iya kan sayang?"


Iya mas, Aku juga setuju kok."


Iya cocok tu, nama nya jugak dekat dengan nama nya kak Dika."


Semua orang pun setuju, nama yang di berikan Papa Hardi.


...******...


Tidak tetasa satu bulan sudah berlalu.


Bagai mana sayang? apa kamu menerima lamaran nya nak Andra?" tanya papa Hardi, lalu menatap ke arah putri.


semua orang yang ada di ruang tamu itu pun menatap Dina, karna menunggu jawaban nya.


Ya Pah, Dina terima," jawab Dina gugup, Dia merasa malu karna semua orang menatap padanya.


Alhamdulillah ucap mama dan papa Andra. merasa lega, tidak sia mereka pun langsung mwmbicara kan acara pernikahan Andr adan Dina.


Jangan lupa ya dukungan nya.🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2