Aku Bukan Istri Simpanan

Aku Bukan Istri Simpanan
episode 37


__ADS_3

"Selamat membaca.


Setelah semua nya sepakat, hari ini Andra dan Dina akan menikah. Pernikahan pun di adakan di rumah papa Hardi.


"Sayang buruan dong! kita udah di tungguin tu!" ucap mama Santi, pada putri nya.


Entah apa yang membuat putri nya itu tak juga keluar dari kamarnya.


"Iya mah," jawab Dina. Dari tadi dia sudah selesai di hias, tapi karna merasa gugup, jadilah ia brjalan mondar mandir di dalam kamar nya.


"Huh!


Sebelum dia keluar dari dalam kamar, Dina menarik napas panjang. berharap kegugipan nya akan hilang. Merasa lebih baik Dina pun keluar.


Melihat putri nya keluar, mama Santi pun mendekat. mereka pun berjalan menuruni tangga. Dina tersenyum melihat Andra, lalu menemui nya yang sudah menunggu di tempat acara iajabkobul.


"Bisa kita mulai?" tanya pak penghulu.


"Bisa pak," jawsb papa Hardi.


Acara pun di mulai.


"Bagai mana para saksi? Sah?"


"Sah!


"Sah!


"Sah!


ucap semua nya. Acara akat pun selesai, dilanjut acara memberikan selamat pada mengantin.


Selamat Bro," Hery memberi selamat pada Andra.

__ADS_1


Makasih, sudah datang," ucap Andra.


Sedang asyik bicara, tiba-tiba Dika dan Risa datang. mengucam kan selamat pada pengantin nya, setelah itu baru mereka mengobrol.


Sarah dan Risa, memang sudah saling memaaf kan, mereka jufa sudah berteman, dan sudah tidak merasa sungkan lagi.


Acara pun selesai, di lanjut dengan makan malam. seluruh keluarga pun hadir. termasuk juga ibuk dan bapak Risa.


Selain acara pernikahan Dina, papa Hardi juga mengumum kan pada semua orang kalau Risa iru adalah menantu nya.


Mereka semua makan dengan saling mengobrol dan bercanda, terkecuali Dua orang yang selalu sajak bertengkar.


Dini dan Arga memang duduk, tapi di bawah meja, kaki mereka saling menendang.


Arga memang hadir di acara makam malam itu, karna Dika sudah menganggap dia sebagai keluarga.


Braakk!


tak sengaja Dini menendang kaki meja. Jadila semu orang melihat padanya, terlebih lagi papa Hardi menatap nya dengan tajam.


"Maaf tuan, saya tidak sengaja."


Arga meminta maaf, merasa kasihan melihat Dini, terlebih lagi dia juga salah. Semua nya pun melanjut kan acara makan nya.


Pagi hari nya.


Semua orang sudah ada di mejaakan. Setelah subuk mengurus pernikahan Dina selama semingu ini, seksrang semua orang akan kembali bekerja seperti biasa.


Terkecuali untuk pengantin baru, hari ini mereka akan pergi bulanmadu.


Kak, aku ikut bergabung di perusahaan ya, bosan keluyuran muluk, pengen punya kesibukab," pinta Dini tiba-tiba membuat semua orang melihat ke arah nya. bahkan Dika sampai tersedak mendengar permintaan adik nya itu.


"Uhuukkk!

__ADS_1


"Uhukkk!


"Uhukk!


"Apa, apa aku tidak salah dengar?" Dika malah bertanya, ia takut salah mendengar.


Selama ini, Dika dan papa Hardi sidah meminta Dina dan Dini untuk bekerja di perusahaan. Mereka selalu menolak, dengan alasan mereka itu adalah perempuan.


Katanya perempuan itu tidak perlu bekerja, karna sebelum menikah itu tanggungan orang tua, kalau sudah menikah itu tanggungan suami. begitu lah kata mereka berdua.


"Serius kak…, aku mau kerja di di kantor," ulang Dini.


"mau kerja di kantor? apa mau carik ribut sama Arga?" tanya Dika lagi.


"Ya mau kerja lah, tapi kalau bisa dua-duanya," jawab nya enteng. sambil membayamg kan wajah Arga yang kesal setiam kali bertemu dengan nya.


"Gak ada, kamu gak usah kerja di kantor," tolak Dika. Dia sudah tau apa niat adik nya itu.


Memdengar penolakan Dika, Dini pun memanyun kan bibir nya.


"Kakak gak asik," gerutu nya dengan bibirnya yang masih manyun.


"Baik lah, kamu boleh bekerja di kantor. Kali ini papa Hardi yang bicara.


"Tapi Pah, Dini itu bukan nya bekerja, dia pasti ingin mengganggu Arga," protes Dika, dia takut kalau Dini akan mengacau kan pekerjaan asisten nya.


"Tidak Pah, aku serius ingin bekerja," ucap Dini. meyakinbkan papa Hardi, jalau dia memang ingin bekerja.


"Sudah lah! kalau dia tidak bekerja dengan baik, maka kau boleh memecat nya kapan saja," ucap papa Hardi.


"Baik lah, inat kamu harus bekerja dengan benar."


Ahirnya Dika pun mengalah membiarkan Dini bekerja.

__ADS_1


Jangan lupa ya dukungan nya.🙏🙏🙏🙏


__ADS_2