Aku Bukan Istri Simpanan

Aku Bukan Istri Simpanan
episode 35


__ADS_3

"Selamat membaca.


Setelah sampai di Rumah sakit, Dika kembali mengendong Risa dan membawanya masuk kedalam rumah sakit.


Setelah melihat perawat membawa brankar, Dika meletakan Risa, lalu di baws keruang prsalinan.


Maaf ya pak! anda tidak boleh masuk!" Suster melarang Dika, saat melihat Dika juga ingin masuk kedalam ruangan itu.


"Kenapa saya tidak boleh masuk, itu istri saya sedang kesakitan, dia juga mau melahirkan anak saya" ucap nya, lalu mendorong suster itu agar ia bisa masuk.


"Maaf Dok, bapak ini memaksa masuk," ucap suster itu saat Dika sudah ada didalam. .


"Tidak masalah, mari kita mulai persalinan nya," Dokter itu pun memberi perintah untuk mempersiam kan segala sesuatunya.


Satu jam kemudian.


"Hoekk hoekk hoekk!


"Alhamdulillah," ucap semua orang yang ada di ruangan itu.


"Selamat ya, pak anak bapak lahir dengan sempurna," ucap suster itu, lalu memberikan nya pada Dika.


"Makasih sayang, kamu hebat," ucap Dika mengecup kaning Risa. Lalu ia menerima Bayi nya dari suster itu.


Setelah semuanya selesai, Risa pun dipindah kan keruangan lain.


Keesokan hari nya.


"Kakak, kenapa sih? dari tadi deam aja?" Dina bertanya pada Andra. Saat ini mereka sedang di perjalanan menuju rumah sakit.


"Gak kenapa-napa! cuama aku gak nyangka aja kalau ternyata kakak dan kakak iparmu, ternyata orang yang aku kenal," jawab nya. memang benar dari kemarin, dia tidak menyangka kalau Dika dan Risa itu adalah kakak dan kakak ipar calon istrinya.


"Emangnya kakak kenal? dengan kakak dan kaka ipar?" tanya Dina lagi.

__ADS_1


"Kenal, malah kenal banget lagi," jawab Andra.


mendengar jawaban itu, membuat Dina menatap Andra dengan serius.


"Benaran, kalau kakak itu kenal mereka? tanya nya lagi memastikan.


"Bebaran sayang, aku dan Dika itu kenal saat kuliah. Sedangkan Risa aku kenal sama dia itu saat SMA," jelas nya, Dina pun mendengar kanya dengan baik.


Tanpa menaruh curiga, atau pun cemburu. Karna dia percaya pada Andra.


Tak terasa mereka sudah sampai di rumah sakit. mereka turun dari mobil, lalu masuk kedalam rumah sakit.


"Pagi, keponakan tante yang tampan," sapa Dina begitu ia masuk kedalam kamar Risa dirawat.


"Pagi juga tante," jawab mama Santi, karna cucunya ada di pangkuan nya.


"Duh, ganteng banget ya mah." ucap Dina begitu melihat keponakan nya.


"Iya, dong Mah, itu tandanya cinta ku lebih besat pada Risa," sambung Dika, sambil mengedip kan mata nya pada Risa.


"Apaa sih mas," ucap nya merasa malu.


"Kak, kata kak Andra? kalian saling mengenal ya?" yanya Dina melihat ke arah Dika.


"iya, memang kami saling mengenal, bahkan bisa dibilang kita teman dekat," jawab Dika memang mereka teman dekat.


Meski pun, sekarang mereka jarang bertemu,tapi komunikasi mereka tetap berjalan.


"Tapi, kak Andra juga kenal sama kakak ipar," lanjut Dina. membuat Dika menstap Andra.


"Apa benar? dan sejak japan Lo kenal sa istri Gue?" tanya Dika. Dia menatap Andra dengan curiga.


Mendapat tatapan seperti itu, membuat Andra tau kalau saat ini, calon kakak iparnya itu menaruh curiga pada nya.

__ADS_1


"Ya aku memang mengenal Risa, saat di SMA hanya mengenal saja," jawab nya. lalu dia membuang muka, karna Dika terus menatap nya.


"Mas!


Risa memanggil Dika sambil menggelengkan kepala nya. karna dia melihat Dika terus menatap Andra.


Mendengar Risa memanggil nya, Dika pun menoleh kearah Risa. melihat Risa menggelengkan kepala, barulah dika tidak meandang Andra lagi.


Lala tiba-tiba terdengar suara berisik di luar pintu.


"Aku dulu yang masuk!


"Tidak aku dulu!


"Enak saja aku dulu!


"Bisa tidak! kalian itu tidak bertengkar! bentak Dika, pada dua orang yang sudah seperti tom and jery itu.


Mendapat bentakan dari Dika, membuat dua orang itu diam. dan Arga membiarkan Dini masuk lebih dulu.


Padahal tadi Arga yang sampai duluan, saat ia ingin masuk Dini menarik jas nya dengan sengaja, karna ia ingin masuk lebih dulu. Jadilah mereka saling menghalangi satu sama lain.


"Maaf, tuan," ucap Arga saat ia sudah ada dihadapan Dika.


"Hemm!.


"Ada apa kau kemari?" tanya Dika.


"saya datang untuk memberikan ini agar tuan menanda tangani nya, karna berkas ini sangat di butuh kan, jadi saya mengantarkan nya, agar tuan bisa menandatangani nya. Arga menjelaskan maksud kedatangan nya.


Dika menerima berkas tersebut dan menandatangani nya, lalu mengebalikannya pada Arga. Arga pun menerima nya.


"jangan lupa ya dukungan nya.😍😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2