
Seketika Natasha terdiam melihat mereka berdua bermesraan di kantor sang suami.
"Heh!!!! kamu ngapain sih datang ke sini!"terdengar bentakan yang begitu keras kepada Natasha yang berdiri di depan pintu dan tidak bisa bergerak karena gugup.
"Aa...aku ..... aku datang ke sini karena ingin meminta sesuatu, eh Aku ingin meminta izin kepada mu"ucap Natasha dengan gugup di depan sang suami.
Lalu Nayla tanpa memiliki rasa sebuah malu ia menghampiri Ervan yang tengah berdiri di depan Natasha.
"Yank, Jadi kapan kamu ceraikan dia agar aku bisa menikahimu?"ucapnya dengan begitu Sengaja.
Natasha terdiam dan gugup ingin mengatakan kalau dirinya meminta izin untuk pergi ke kampus.
Ken melihat kejadian itu dan masih terdiam tidak melakukan apapun.
Lalu Ervan bertanya kepada Natasha untuk apa pergi ke sini.
"Aku,aku ingin meminta izin kepada-mu agar aku bisa kuliah lagi"balasnya dengan tertunduk karena merasa sakit hati melihat pasangan itu bermesraan di depan nya .
Mata Ervan seketika melotot dan membentak Natasha agar tidak pergi kuliah, Dia meminta Natasha untuk diam di rumah saja dan tidak kemana-mana.
__ADS_1
Lalu Nayla memberi saran kepada Ervan untuk membiarkan dia pergi ke kampus agar dirinya bisa berduaan terus bersama Erpan dan tidak ada yang mengganggunya.
"Oke, aku akan meninggalkanmu untuk pergi ke kampus tapi sekarang kamu pergi"Ussy sang suami di depannya.
"Mas, ngomong-ngomong dia itu siapa?"menuju kepada Nayla yang terus memeluk tubuh Erpan dari belakang.
"Oh, dia adalah calon istriku"membelai lengan Nayla dengan lembut.
"Ha?ta...tapi,aku ini kan istrimu"dengan nada yang rendah dan cukup menyesakkan.
"Apa? dia itu menikahimu karena ibunya tahu bukan karena dia cinta kamu!"Nayla mendorong tubuh Natasha untuk menghindari Ervan.
Tindakan dari suami Natasha dan juga Nayla membuat hati Ken tersentak dan ingin bertindak kepada mereka semua.
"Eh, kenapa kalian mendorong wanita ini"ucap Ken membantu Natasha yang terjatuh oleh dorongan Nayla.
Ken membantu Natasha untuk berdiri lagi.
"Heh!!! kamu siapa berani sekali kamu mencampuri kehidupan orang!"Kata Ervan dengan sangat marah kepada Ken.
__ADS_1
Namun Ken yang tidak biasa melihat bertingkah seperti ini mulai memilih kepada Natasha dan membelanya.
"Pak udah pak,saya gpp"kata Natasha melepas pegangan dari Ken yang telah membantunya tadi.
Ervan sekali lagi mendekati Natasha dan bertanya siapa pria tersebut? namun Natasha mengatakan kalau dia hanyalah seorang sopir taksi saja.
Maka dari itu,Ervan hanya tertawa dan menyuruh Sopir dan juga Natasha pergi ke luar agar tidak mengganggu kebersamaan mereka di kantor.
Dengan hati yang begitu sakit dan langkah yang begitu berat meninggalkan kantor, Natasha hanya menghapus air matanya berpura-pura tidak sedih.
Ken pasti merasakan bagaimana rasa sakitnya, yang dialami oleh Natasha.
Sambil keluar dari kantor itu mereka berjalan berduaan dan memulai pembicaraan bertanya mengenai Ervan.
"Oh iya, kok bisa-bisanya sih suamimu itu seperti itu"kata Ken memasukkan kedua lengannya pada saku celana.
"Ituuu ......tidak apa-apa kok" Natasha menjawab dengan senyuman yang begitu lebar agar tidak terlihat kalau dirinya sakit hati .
Ken pun hanya orang biasa yang salah merampok kepada orang yang baik.
__ADS_1