
Hal membuat ervan terakhir adalah melihat Natasha yang menggeliat dan menggerakan matanya untuk melihat dengan jelas.
"Apa....arghh"Ervan sangat kaget dan mundur beberapa langkah.
"Loh mas? Apa yang kamu lakukan di sana?"terdengar pertanyaan dari Natasha kepada ervan yang membuat jantungnya hampir copot.
"Ka....kamu"menunjuknya menggunakan jari dan berpikir Apakah ini arwah dari Natasha atau dia belum mati.
Natasha segera memanggil ervan untuk segera tidur karena ini sudah malam, tetapi Natasha baru sadar kalau dirinya sudah ada di kamar dan yang membawanya adalah ervan.
"Umh....mas kamu ya yang bawa aku ke sini?"kata Natasha yang malu-malu.
Ervan yang tidak tau menau langsung pergi dari hadapan Natasha,ia terburu-buru mengambil handphone yang ada di sakunya dan bergegas keluar untuk menelpon Nayla.
Sedangkan Nayla sendiri sedang bermesraan berdua di hotel bersama pacarnya Kevin, banyak sekali pacar Nayla dan semua ini hanya untuk memanfaatkan kekayaan yang dimiliki oleh para pria.
KRING ....KRING ....
__ADS_1
handphone milik Nayla berbunyi dan dia sedang melakukan adu gabrut bersama pacarnya Kevin, ternyata Nayla adalah gadis malam yang di sewa oleh para pria untuk menghasilkan uang.
"Ayank, bentar dulu ya ada yang telepon nih"kata Nayla yang berada di bawah.
"Yaudh kamu Anggkat saja tetapi kita tetap main"kata Kevin yang mulai kelelahan dengan aksinya.
Dengan susah payah Nayla mengambil handphone itu dan menerima panggilan dari Ervan.
"Iyah, kamu ngapain sih malam-malam gini nelpon, gimana apa dia udah mati? Apakah rencananya sudah selesai?"menahan rasa sakit yang di berikan oleh Kevin.
"Gawat!!! gawat!!"kata Ervan dengan panik.
"Yank bentar"kata Nayla.
"Ada apa yank?"Kevin bertanya balik karena Nayla menghentikan aksinya.
Lalu Ervan menjelaskan semua kejadian yang telah terjadi tadi dan sama sekali tidak ada rencana yang berhasil, bahkan Ervan mengatakan kalau Natasha sangat kuat biar racun saja tidak mempan untuk diminumnya.
__ADS_1
Mendengar hal ini,Nayla merasa Bingung contoh bagaimana caranya untuk membuat Natasha tiada.
Karena sudah malam Nayla mematikan telepon tersebut dan memintanya untuk mendiskusikan di esok hari.
"Oke, besok kita diskusikan lagi sekarang Aku sudah ngantuk"padahal semua yang diucapkannya itu bohong karena dia sedang bermalam dengan pria lain.
Ervan bingung dan bimbang, lalu ia melangkahkan kakinya dengan perasaan yang berdegup dengan kencang, tetapi di sisi lain Ia juga merasa lega karena tidak jadi membunuh orang yang tidak bersalah itu.
Di saat masuk ke dalam kamar,Ervan merasa kesal melihat Natasha yang tertidur lelap di ranjangnya.
Ervan segera mengambil segelas air putih di atas meja lalu bergegas menghampiri Natasha yang tertidur lelap itu, ia langsung menuangkan air yang ada di dalam gelas itu ke tubuh Natasha di saat itu.
"Awwhhhhh"sontak Natasha langsung terbangun karena tersiram air itu dan membuat dirinya kedinginan.
"Heh!!! sekarang kamu berani sekali ya tidur di atas ranjangku! cepat kau pergi aku mau tidur!"ucapkan dengan kasar membuat Natasha terheran-heran Padahal dari tadi dia sudah mulai bersikap baik.
"Maa....maaf" dengan keadaan yang mengigil merangkup tubuhnya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Natasha segera turun dan pergi melihat Ervan yang tidak mementingkan perasaan Natasha.