
Pukul 9 pagi,Ervan sudah memasuki dunia kerja nya dan dimana sekretarisnya adalah pacarnya sendiri.
Sang sekretaris sudah ada di ruangan milik Ervan untuk menunggu kedatangannya, dan Ervan juga menunggu penungguan dari sang sekretaris Nayla.
"Hay, kamu udah ada disini tumben amat sih"Ervan merangkul Nayla yang terduduk di atas kursi.
"Iya nih, tadi aku buru-buru karena aku buat masakan untuk kamu"ucap Nayla sambil memperlihatkan sebuah kotak nasi yang dibuatnya, tetapi ternyata kotak nasi ini dibeli dari pinggir jalan.
"Yaudah, buatanmu pasti enak nanti aku makan ya"mengambil kotak nasi itu dan menyimpannya di atas meja dekat ballpoin.
Di sisi lain, sang karyawan melihat hubungan mereka, tetapi mereka tidak bisa melakukan apapun.Karena mereka adalah pemimpin perusahaan dan juga sang sekretaris.
Para karyawan hanya bisa menghubunginya dari belakang dan mengatakan kalau pemimpin itu sudah menikah namun tetap saja digoda oleh sang sekretaris.
Di sisi lain, Natasha akan datang ke perusahaan itu atas perintah ibu mertuanya untuk meminta izin kuliah lagi.
__ADS_1
Ia tidak tahu arah menuju perusahaan itu namun diberi alamat oleh sang ibu mertua, dia dengan susah payah mencari sebuah taksi dan meminta ke alamat yang dituju.Tetapi saking terburu-buru nya Iya langsung masuk ke sebuah taksi tanpa melihat status pemilik taksi, dan tidak merasa ada kecurigaan didalam taksi tersebut.
Dan ternyata taksi tersebut adalah sebuah perampok, dan semua itu belum diketahui oleh Natasha yang sudah duduk santai di dalam mobil.
"Pak, tolong antarkan saya ke alamat ini ya"memberikan alamat itu kepada Pak sopir.
Pak sopir hanya menunggu saja dan menggunakan sebuah topi agar tertutup, Natasha mulai terdiam dan percaya kepada Pak sopir itu.
Dalam beberapa menit mobil sudah jalan dan Natasha hanya mengikuti arahan dari Pak sopir itu, bagi saja Pak sopir itu tahu dimana perusahaan itu berada.
Tiba-tiba mobil taksi itu berhenti di sebuah bangunan yang sudah kumuh, dan dia menodongkan sebuah pisau ke arah Natasha yang tidak tahu apa-apa.
"Aargh....ma...maaf, saya sama sekali tidak memiliki uang"jawab Natasha yang ketakutan dan mengangkat kedua tangannya.
"Cepat!!!!! mana mungkin kamu tidak membawa uang sedangkan kamu memesan taksi!"bentak Pak sopir itu yang mengancam Natasha.
__ADS_1
"Bener pak,ini tas saya hanya ada lama saja"melemparkan tas miliknya kepada Pak sopir itu.
Pak shopee segera merambah dan melihat isi tasnya namun benar saja tidak ada apa-apa, dan terlihat wajah yang marah dari perampok itu.
"Kau!!!! jadi ternyata aku hanya ingin membohongiku dan menumpang dengan gratis!"sang pria meminta Natasha untuk segera keluar dari mobilnya.
Namun Natasha enggan menolaknya, dan meminta pak sopor untuk mengantarkan ke perusahaannya.
"Pak, saya mohon tolong antarkan saya ke perusahaan ini dan jangan tinggalkan saya di tempat yang seperti ini"Natasha terus memohon kepada Pak sopir untuk mengantarnya kembali.
"Tidak, jika aku mengantarmu ke kosan itu maka aku bisa saja tertangkap polisi dan aku bisa masuk ke penjara"
"Tidak Saya berjanji tidak akan mengatakan apa-apa kepada siapa pun"Natasha terus mengangkat kedua jarinya.
Pak sopir itu tidak tega melihat Natasha yang di tinggal di tempat yang sepi seperti ini dan jauh dari perkotaan.Apalagi melihat wajah polos dan baiknya dari Natasha.
__ADS_1
Sang sopir langsung setuju untuk mengantar ke perusahaannya tetapi jangan dibocorkan kepada siapapun mengenai hal ini.
Natasha mengangguk dan mengatakan ia.