
Part 30
Ucap feli kepada lelaki tersebut.
"Iya fel"
"Jahat banget yah tuh orang"
"Ya udah lupain aja fel,gimana kalo kita bermain air laut aja,loe mau enggak"???
"Ayo siapa takut"ucap feli penuh semangat.
Roy pun mulai memercikkan air kepada gadis tersebut dan begitu pun dengan feli yang tidak mau kalah membalas memercikkan air kepada lelaki tersebut begitulah seterusnya sampai pada saat yang tidak sengaja keduanya pun saling menatap satu sama lain dan tiba-tiba jantung roy pun berdebar dengan kencang dan semakin lama semakin cepat.
"Kenapa jantung gue tiba-berdebar dengan cepat yah"umpat roy dalam hati .
Di satu sisi feli pun merasakan hal yang sama dan keduanya pun saling melepaskan pandangan mereka ke tempat lain.
"Oh yah fel,ayo kita kesana"
"Oke deh pak"
"Ayolah kan gue udah bilang enggak udah panggil formal gitu "
"Oke baiklah mas"
Keduanya pun bergegas berjalan ke tempat yang di maksud roy .
"Ayo buruan fel"Ucap roy sambil berlari ke tempat yang ingin di tuju keduanya tersebut.
"Aduhhhhhh "ucap feli dengan keras.
Dan roy pun membalikkan tubuhnya untuk melihat gadis tersebut.
"Loe kenapa fel"???ucap roy dengan panik.
"Enggak tau mas,kayanya gue menginjak sesuatu soalnya rasanya sakit banget banget"ucap feli dengan cemas.
"Ya udah sini gue periksa bentar yah"Roy pun membalikkan telapak kaki gadis tersebut dan mulai memeriksa.
"Astaga!!!kaki loe berdarah fel"Roy pun melihat telapak kaki gadis tersebut dan ia pun sangat kaget karena begitu banyak darah yang keluar dari telapak kaki gadis tersebut.
Dan ia pun bergegas menggendong tubuh mungil gadis tersebut menuju sebuah rumah pantai yang biasa dipakai oleh orang untuk berteduh.
"Sakit banget mas"ucap feli dengan cemas.
"Ya udah loe bertahan yah,gue cari obat dulu di sekitar sini,mungkin ada penduduk yang tinggal di dekat pantai ini"ucap roy kepada gadis tersebut.
"Udah enggak usah mas gue enggak apa-apa kok"
"Loe serius fel"
"Iya mas"
"Ya udah gue ambil air untuk bersihin lukanya dulu yah"
"Oke mas"
Roy pun mengambil air pake tangannya untuk membasuh luka yang ada di telapak kaki gadis tersebut.
"Aduh perih banget mas"
"Iya emang perih fel,loe tahan yah"
"Iya mas"
"Ya udah kita balik aja yah,kaki kamu juga udah luka kek gitu,lain kali yah kita kesini lagi,enggak apa-apa kan" ucap roy kepada gadis tersebut.
"Yahh,padahal gue masih pengen disini,tapi ya udahlah ,kaki gue juga udah luka ke gini,yah terpaksa deh harus balik"ucap feli dengan kecewa.
"Iya, lain kali lagi yah,kan masih ada hari selanjutnya,nanti gue janji bakal ajak loe kesini lagi yah"
__ADS_1
"Iya mas,Makasih yah"
"Sama-sama"
Keduanya pun bergegas untuk pulang .
"Gue antar loe pulang aja yah"
"Oke mas"
"Tapi keadaan loe begini enggak apa-apa yah,dilihat sama orang tua loe"
"Enggak apa-apa mas"
"Oke baiklah fel"
"Ini di pake dulu helmnya fel"ucap roy sambil memakaikan helm kepada gadis tersebut.
"Makasih yah mas"
"Iya sama-sama,ayo naik fel,hati-hati yah"
"Iya baiklah mas,kaki gue udah enggak apa-apa kok,mas enggak usah terlalu khawatir gitu"
"Gimana enggak khawatir kaki loe aja terluka ke gitu"
"Iya mas "
"Pegangan yah"
Roy pun melajukan motornya di sepanjang jalan ibu kota jakarta dan sampilah mereka di sebuah apartemen.
"Loh kok kita ke sini mas,ini apartemen siapa????katanya mau antar pulang ke rumah gue"
"Fel tadi di perjalanan gue udah memikirkannya kalo sebaiknya loe gue bawah kesini karena bagaimanapun gue masih harus bertanggung jawab urus mengurus luka loe"
"Loe yakin mas"
"Bisa di pegang omongannya enggak mas"
"Bisa dong kenapa enggak fel"
"Oke"
"Ayo kita masuk kedalam fel"
Roy pun bergegas ingin menggendong feli,namun sayang feli menolaknya karena jantung feli yang berdebar tak karuan setiap kali berdekatan dengan roy,jadi ia menolaknya dan memutuskan untuk memapahnya saja ke dalam apartemen tersebut dan tiba-tiba handphone feli pun berbunyi.
"Hallo ma"ucap feli kepada suara di seberang telepon.
"Kamu enggak pulang yah"ucap suara di seberang telepon.
"Feli nginap di tempat melani yah,sorry tadi belum sempat hubungi mama"ucap feli berbohong.
"Ya udah sayang kamu baik-baik yah di sana"
"Oke ma,makasih yah"
"sama-sama sayang"ucap suara di seberang telepon tersebut.
Dan beberapa saat kemudian telepon pun diakhiri.
"Siapa yang telepon fel"ucap roy kepada gadis tersebut.
"Ibu gue mas"
"Kenapa loe enggak kasih handphone loe ke gue biar gue omong sama ibu loe"
"Enggak usah mas"
"Loe yakin yah fel"
__ADS_1
"Iya mas"
"Ya udah loe tunggu sini bentar yah,gue mau ambil air sama obat dulu untuk obati luka loe yah"
"Oke mas,makasih yah"
Roy pun bergegas ke dapur untuk mengambil air hangat dan melanjutkan ke kamar untuk mengambil kotak obat tersebut .Beberapa saat kemudian roy pun muncul dari kamar tersebut dan mulai membersihkan luka di telapak kaki gadis tersebut dan melanjutkan kan dengan mengobati luka nya menggunakan obat merah,lalu ia pun mulai mengambil kain kasa untuk melilit di sekitar luka di telapak kaki gadis tersebut.
"Oke udah selesai fel,loe mau minum apa biar gue ambilkan buat loe"
"Enggak usah repot-repot mas"
"Loh tinggal bilang aja,enggak apa-apa ko,lagian cuma ngambil minum doang,apa susahnya coba"
"Ya udah gue minta air hangat aja mas"
"Oke boleh fel,tunggu bentar yah gue ambilkan dulu minumannya"
"Oke baiklah mas"
Roy pun bergegas ke belakang untuk mengambil air minum untuk gadis tersebut.
"Ini minumannya fel"
"Oke mas makasih yah",
"Iya sama-sama fel"
Dan saat ini menunjukan pukul 01:00 WIB dan beberapa saat kemudian roy pun mengantarkan feli ke kamar untuk beristirahat.
"Ayo fel gue antar ke kamar untuk istirahat"
"Gue tidur disini aja mas"
"Udah loe tidur di kamar gue aja"
"Tapi mas...."
"Udah ayo ,loe enggak usah takut nanti loe tidur di kamar dan gue tidur di sofa"
"Loe yakin mau tidur di sofa mas"
"Iya yakin dong"
"Emang enggak apa-apa mas tidur di sofa"
"Iya ayo buruan gue antar loe ke kamar"
"Baiklah mas"
"Maaf yah gue sudah merepotkan loe"
"Udah enggak apa-apa"
Roy pun mambantu memapah feli ke atas ranjangnya tersebut yang berukuran king size dan menyelimuti
Gadis tersebut dengan selimutnya.
"Makasih yah mas karena udah perhatian dan mengurus feli selama satu hari ini"
"Iya enggak apa-apa fel,kan udah jadi tanggung jawab gue,kan gara-gara gue juga loe bisa terluka seperti itu"
"Iya mas sekali lagi makasih banyak yah"
"Iya sama-sama fel"
"Ayo buruan istirahat"
"Baiklah"
Dan beberapa saat kemudian feli pun mulai menguap dan pelan -pelan feli pun menutup matanya karena rasa kantuk yang sudah tak tertahan lagi dan disitulah feli pun sudah terlelap dalam tidurnya.
__ADS_1