
~Episode15~
Lambung Nadia masi terasa sakit dan Nadia bingung mau minta bantuan sama Aldo atau enggak.
*Nadia dan Aldo*
"Aduh lambung aku sakit banget (merintih kesakitan) apa Aldo itu tidur atau gimana sih Aku pengen banget suru dia ambilin obat aku. Tapi aku juga merasa malu masa sih aku minta bantuan sama dia"
Nadia betul-betul tidak bisa menahan rasa sakit lambungnya itu.
Tiba-tiba Aldo membuka matanya dan melihat Nadia yang sedang merintih kesakitan sambil memegang perutnya.
"Hei kamu kenapa sih aku rasa kamu dari tadi gelisah banget"
"Aku enggak papa kok"
"Enggak papa gimana?
"Hei kamu kenapa sih aku itu temani kamu ngomong tau enggak, lihat aku sini"
"Aku bilang aku enggak papa"
"Enggak papa kamu bilang tapi kenapa kamu kok menangis?
"Udah deh kamu enggak usah gangguin aku" "Untung-untung aku mau nanya keadaan kamu, kamu kenapa dari tadi aku perhatiin kamu gelisah banget. Kamu tahu enggak Aku tuh enggak tidur aku cuma dengerin musik sambil aku tutup mata ku ini"
"Lambung aku sakit banget Aldo"
"Lambung kamu sakit"
"Iya, aku boleh minta tolong enggak sama kamu?
"Minta tolong apa?
"Tolong ambilin obat aku dong di dalam tas aku, aku udah enggak bisa tahan lagi rasa sakitnya nih"
"Oke...oke obatnya kamu taruh di bagian mana?
"Di bagian depan kok"
"Terus tas kamu warna apa?
"Warna pink Aldo cepetan gih"
"Iya sabar dikit kenapa sih bawel banget Untung-untung aku mau ambilin obat kamu"
Aldo pun mengambil obat asam lambung Nadia.
"Ini obat kamu kamu minum gih cepat"
"Aduhhh aku lupa bawa air minum"
"Iih rempong banget sih jadi cewe, ini kamu minum pake air minum aku aja"
"Enggak papa nih aku minum air minum kamu?
"Iya enggak papa minum aja cepet nanti sakitnya tambah parah dan kamu nangis lagi di situ, emangnya kamu mau pingsan di atas Bis ini"
"Oke....oke aku mau minum obat dulu"
Enggak lama kemudian rasa sakit yang dirasakan Nadia sedikit menghilang.
"Gimana masih sakit enggak?
"Udah enggak terlalu sakit kok.
Makasih ya Aldo kamu udah bantu aku"
"What apa tadi kamu bilang makasih aku enggak salah dengar nih kalau kamu minta Terima kasih sama aku, sedikit mengejek"
"Iih apaan sih untung-untung aku mau minta terima kasih sama kamu"
"Iya....iya sama-sama udah kamu istirahat Aku mau lanjutin dengan musiknya dulu"
~Nadila dan Bayu~
Nadila dan Bayu duduk saling berdampingan di dalam Bis. Tapi mereka tidak saling menegur satu sama lain. Nadila sibuk dengan menikmati pemandangan di sepanjang perjalanan sedangkan Bayu dia sibuk dengan bermain game di handphonenya. Nadila berniat untuk menyapa Bayu.
"Sayang...sahut Nadila"
"Yank coba deh kamu lihat yang itu pemandangan cantik banget. kata Nadila lagi"
Bayu tidak merespon perkataan Nadila
"Iihhh sayang Kok kamu diam saja sih aku dari tadi temani kamu ngomong tau"
"Apaan sih enggak jelas banget tau enggak. Kamu enggak lihat aku tuh lagi main game tapi malah kamu gangguin aku. Agak kesal"
"Iya maaf aku cuma mau kasih lihatin kamu pemandangan yang indah tadi kok"
"Aku males Nadila kalau kamu mau lihat ya kamu lihat aja sendiri enggak usah gangguin aku"
"Yank kok kamu gitu sih"
"Dan satu lagi kamu enggak usah panggil aku sayang. Kamu enggak sadar kita ini di atas Bis kamu mau nanti temen-temen curiga lagi sama kita dan kamu juga harus sadar di depan kita itu ada Aldo yang duduk sama Nadia"
"Tapi sayang"
"Kamu tutup aja mulut kamu itu enggak usah panggil aku sayang, kalau mau panggil aku pake nama aku aja enggak usah panggil dengan sebutan sayang ngerti kamu"
"Kenapa lagi sih Bayu kok kamu marah-marah gitu sama aku?
"Siapa coba yang enggak marah sama kamu Kamu enggak lihat aku ini lagi main game tapi kamu malah gangguin aku"
"Iya maaf sayang aku enggak maksud mau gangguin kamu kok"
"Aku bilang kamu enggak usah panggil aku sayang"
"Iya Bay aku minta maaf"
"Udah deh kamu lanjutin aja tuh lihat pemandangannya yang kata kamu cantik itu"
"Aku mending main handphone aja"
"Iya Bayu"
__ADS_1
Berapa jam di perjalanan Mereka pun sampai di tempat tujuan yaitu di Gunung Artapela. "Alhamdulillah Akhirnya sampai juga di gunung Artapela, sahut Aldo"
Gunung Artapela merupakan salah satu gunung di Bandung yang jadi Primadona para pendaki akhir-akhir ini. Gunung Artapela adalah berlokasi di daerah Pacet Argasari sekitar 2 jam dari kota Bandung. Gunung ini menawarkan pemandangan dari ketinggian yang tidak kalah cantik dengan ketinggian kurang lebih 2194 mdpl. Trek yang harus dilalui pendaki terhitung sangat bersahabat dibutuhkan waktu sekitar 3 jam dari basecamp yang dikelola warga hingga puncaknya. Selama menuju puncak yang dinamakan Puncak Sulibra kita akan dijamu dengan pemandangan perkebunan
sayur-sayuran dari kaki gunung sampai ke Puncak. Tak heran jalur pendakian para pendaki biasanya memilih berkemah di Puncak Sulibra yang bisa menampung puluhan tenda, jika cuaca cerah kita bisa melihat Kompleks pegunungan sekitar Bandung dan pemandangan Kota Bandung.
" Wow sumpah cantik banget pemandangannya Sahut Nadila"
"Iya cantik banget"
*Malam Hari*
Malam ini mereka berniat untuk mebuat api unggun sekaligus acara bakar-bakar ikan. Mereka di suru oleh Ibu Rina untuk mencari kayu bakar terlebih dahulu.
"Anak-anak sebelum kita buat api unggunnya lebih baik kita cari kayu bakarnya terlebih dahulu"
"Ow iya ibu"
"Kalian bagi Tim ya untuk cari kayunya. Bagi empat-empat orang untuk satu Tim"
"Siap Bu"
"Brayen,Kelvin,Nadia dan Nadila kalian satu Tim. Dan Aldo,Bayu,Nabila dan Nayla kalian juga satu Tim"
"Aduhhhh bu masa sih kita satu tim sama Cewek rempong kayak mereka sih Ibu"
"Udah....udah kalian engga usah banyak ngomong mending kalian semua pergi cari kayunya, mumpung belum terlalu gelap tuh"
"Iya....iya Bu"
Mereka pun mencari kayu bakar. Tapi Brayen dan Kelvin berencana ingin mengerjai Nadila.
"Brayen aku malas banget tau enggak cari kayu barengan sama Nadila dan Nadia"
"Iya aku juga malas banget lihat muka mereka"
"Brayen aku punya ide"
"Ide apa Kelvin?
"Gimana kalau kita kerjain Nadila, soalnya aku malas banget lihat dia sumpah dia cerewet banget jadi perempuan"
"Rencana kamu apa Kel?
"Gimana kalau kita tinggalin dia aja di dalam hutan terus kita ambil tuh senter yang dia pegang kan supaya dia tambah takut tuh di dalam hutan sendirian dengan suasa yang gelap"
"Hahahhaha ok juga ide kamu, aku setuju banget supaya dia kapok, apa dia bisa bertahan di dalam hutan yang gelap"
Tiba-tiba Nadia dan Nadila datang menghampiri Brayen dan Kelvin.
"Kalian dari mana aja sih kita itu udah nungguin kalian berdua disana tau enggak"
"Iya betul banget tuh yang di bilang Nadila"
"Ihhhhh apaan sih kalian berdua bawel banget deh, kalian enggak lihat kita lagi cari kayu bakar"
"What cari kayu bakar kata kamu, terus kayu bakarnya udah ada...?
hahhaha nyatanya kayu bakarnya belum ada kan,sahut Nadila"
"Iya kita cari kayu bakarnya di dalam hutan aja"
"Aku enggak setuju masa kita mau cari kayu bakar di dalam hutan sihhhh, kan bahaya tau enggak"
"Apa sih Nadila bahaya gimana niat kita kan baik dan kita enggak berniat yang aneh-aneh kan"
"Iya tapi di hutan kan gelap Kelvin"
"Iya betul tuh kata Nadila di dalam hutan itu bahaya tau enggak apa lagi gelap"
"Hahahahhaha bilang aja kalian takut"
"Iya pasti kalian takutkan, kalau kalian berdua enggak mau ikut ke dalam hutan ya kalian kembali aja ke tenda"
"Ihhhhh siapa juga yang takut, sahut Nadila"
"Iya udah kalau kalian memang enggak takut kalian berdua ikut kita aja cari kayunya di dalam hutan"
"Ok"
"Sumpah sok berani banget nih jadi cewe, batin Kelvin dan Brayen"
Mereka pun masuk ke dalam hutan untuk mencari kayu bakar tapi tidak lama kemudian Kelvin dan Brayen pun menjalankan niatnya untuk meninggalkan Nadila sendirian di dalam hutan"
"Ok Nadila kamu duluan yang jalan di depan"
"Ok siapa takut"
Nadila pun jalan duluan masuk ke hutan sedangkan Brayen dan Kelvin membohongi Nadia kalau Nadila udah kembali duluan ke tempat lokasih camping.
" Nadila dimana Kok aku enggak lihat dia? "Yaelah kalau kamu lagi cari kayu kamu enggak usah terlalu fokus untuk mencari kayunya jadinya kan kamu engakr perhatiin teman kamu itu kalau dia udah kembali duluan ke lokasih camping. Sajut Kelvin"
"Kalian jangan bohong dong"
"Siapa juga yang bohong Nadia kita itu lihat kalau Nadila itu jalan ke arah lokasih camping"
"Yang bener Nadila udah kembali duluan?
"Iya-iyalah dia kan cewek yang Cemen katanya dia enggak takut masuk ke hutan nyatanya apa dia kembali duluan kan ke tempat kemah"
"Mungkin dia sudah dapat kayu yang banyak jadi Nadila udah ke lokasi camping duluan tapi kalian berdua kok belum dapat satu pun kayu bakarnya sih, apa kalian di kalah sama Nadila"
"Siapa bilang kita belum dapat kayu bakar? "Terus nyatanya emang kalian enggak pegang satu pun kan kayu bakarnya"
" Iya emang saat ini kita belum dapat tapi Ini kita lagi mau cari kayunya kok"
"Banyak bacot deh kalian berdua"
"Udah.....udah kita ke arah ke kanan aja mungkin di daerah sana banyak kayu bakar. Kata Brayen"
"Iya kita ke sana terus kalau kita udah dapat kayu bakar yang banyak kita langsung pulang aja Kembali ke tempat camping"
"Oke siap"
Nadia percaya dengan perkataan Brayen dan Kelvin kalau Nadila betul-betul sudah duluan Kembali ke tempat lokasih kemah padahal Nadila sudah duluan masuk ke dalam hutan.
__ADS_1
*Nadila*
"Apaan sih Brayen,Kelvin, dan Nadia kok mereka semua enggak ada di belakang aku sih apa mereka nyasar?
"Nadia,Brayen,Kelvin kalian dimana? Terik Nadila (Kelihatannya Nadila sudah cukup panik)
"Lebih baik aku kembali aja mungkin mereka masih ada di belakang.
Nadila pun berlari dan mencari Brayen,Kelvin dan Nadia tapi Nadila tidak juga menemukan jejak ke tiga temannya itu.
Tidak lama kemudian Nadila tiba-tiba terjatuh ke dalam lubang yang cukup dalam.
"Aduhhhh sakit banget....kaki ku sakit.
Kaki Nadila terluka karena di dalam lubang itu banyak bebatuan yang cukup tajam.
"Nadia kamu dimana tolong aku, aku mohon kalian dimana sih...aku takut. Nadila terus menjerit ketakutan sambil menangis"
"Bayu tolong aku Bay aku takut disini sendirian"
~Brayen dan Kelvin~
"Brayen sial kita lupa ambil senternya Nadila yang dia pegang tadi"
"Setau aku Nadila enggak pegang senter deh Kelvin soalnya senter itu aku yang pegang nih"
"Jadi dia pake senter handphone dong jadi penerang"
"Iya bisa jadi"
Tiba-Tiba Nadia datang.
"Kalian lagi ngebahas apa sih kok kalian berdua bisik-bisik gitu, tanya Nadia yang penasaran"
"Ihhhh apaan sih Nadia kepo banget deh jadi cewe"
"Udah ahhhh kita kembali aja ke lokasih campingnya soalnya kayu bakarnya udah banyak nih, sahut Brayen"
"Iya ayo"
Brayen, Kelvin dan Nadia mereka bertiga pun Kembali ke lokasih camping dengan membawa kayu bakar. Tetapi pas Nadia sampai dia langsung mencari keberadaan Nadila tapi dia tidak menemukan keberadaan Nadila dimana jadi dia berniat untuk bertanya kepada Nabila dan Nayla.
*Nadila*
"Kelvin nih kayu bakarnya kamu aja yang bawa ke sana aku mau cari teman aku dulu"
"Iya taro aja disitu biar aku yang simpan disana sebentar, sahut Kelvin"
"Aduhhhh Nadila mana sih kok dia enggak kelihatan, aku cuma mau tanya dia kok dia tadi cepet banget kumpulin kayu bakarnya sampai-sampai dia duluan pulang ke lokasi camping dan tidak ajak aku juga"
"Ahhhh aku samperin Nabila dan Nayla aja deh mungkin mereka tau Nadila dimana"
"Hai guays Kalian berdua lihat Nadila enggak?
"Lihat Nadila?
Bukannya tadi dia bareng kamu terus"
"Iya tadi Nadila memang bareng aku tapi pas aku cari kayu bakar dia udah enggak bareng kita lagi dan kata Kelvin Nadila sudah kembali duluan ke sini"
"Yang bener Nadia tapi setau kita Nadila belum pernah kembali dari mencari kayu bakar deh, sahut Nabila yang sudah sedikit panik"
"Iya Brayen dan Kelvin kok yang kasih tau aku kalau Nadila sudah kumpulin kayu bakar yang banyak dan dia kembali duluan ke sini"
"Memangnya kalian cari kayu bakarnya dimana sih Nadia? tanya Nayla"
"Kita tadi cari kayu bakarnya masuk ke dalam hutan"
"Astaga kenapa kalian masuk ke hutan,sahut Nayla"
"Aduh jadi Nadila dimana dong gauys kalau dia enggak ada disini. Kata Nadia"
"Ada yang enggak beres nih pastinya"
"Iya betul banget kalau gitu ayo kita cari Nadila ke dalam hutan, kita enggak usah bilang-bilang dulu sama yang lainnya kalau kita masuk ke hutan untuk mencari Nadila"
"Iya Nayla betul banget kata kamu kalau kita enggak usah ngomong dulu sama yang lain, kalau kita udah butuh bantuan baru kita kasih tahu mereka,Sahut Nabila"
"Iya kalau gitu ayo kita cepet cari Nadila solanya ini juga udah jam berapa loh"
"Iya ayo"
Nabila,Nayla dan Nadia pun mencari Nadila ke dalam hutan. Sudah berapa jam mereka mencari keberadaan Nadila tapi mereka tidak juga mendapatkan Nadila. Mereka bertiga sudah sibuk dan panik mencari temannya itu, sedangkan murid-murid yang lain dan para guru sibuk acara bakar-bakar ikan di lokasih camping. Mereka semua belum sadar kalau Nabila dan ketiga sahabatnya itu tidak bergabung sama mereka, apalagi Bayu dia tidak tau kalau Nadila hilang di dalam hutan.
~Lokasih Camping~
Saat ini semua anak-anak sangat bahagia, ada yang sibuk bakar-bakar ikan, ada yang sibuk nongrong dengan geng mereka,sedangkan Brayen,Kelvin,Aldo dan Bayu mereka berempat asyik main gitar sambil bernyanyi. Sekarang sudah jam setengah 12 malam para siswa harus istirahat dan tidur tapi sebelum mereka kembali ke tenda mereka masing-masing mereka harus kumpul terlebih dahulu dan harus isi absen kehadiran. Ibu Rina pun memerintahkan seluruh siswa untuk kumpul di dekat api unggun.
"Permisi anak-anak berhubung malam ini sudah hampir jam 12 malam jadi para guru berharap kalian harus beres-beres untuk istirahat. Tetapi sebelum kalian ke tenda masing-masing ibu mau mengabsen kehadiran mara siswa yang ada disini"
Para siswa pun kumpul di tempat yang sudah di tunjukkan dan Bu Rina pun mengabsen kehadiran para siswa satu-persatu. Tapi pas nama Nabila yang di sebut Ibu Rina yang lainnya heran karena sudah tiga kali nama Nabila di sebut oleh ibu Rina tapi Nabila tidak menjawab. Orang yang ada di sana belum sadar kalau Nabila dan Ketiga sahabatnya itu juga tidak ada di lokasih camping.
"Nabila...Nabila....Nabila, sahut ibu Rina"
"Nabila mana kenapa dia tidak ikut kumpul disini?
"Enggak tau juga bu Nabila ada dimana soalnya bukan Nabila juga bu yang enggak ada tapi Nayla,Nadia dan Nadila juga enggak ikut kumpul bu disini, sahut salah satu siswa"
"Apa mereka berempat enggak ada disini, kalau mereka enggak ada disini terus mereka ada dimana dong? tanya Ibu Rina yang sudah sangat panik"
" Aldo coba kamu cari mereka di dalam tenda, siapa tau mereka ketiduran"
"Iya bu, Aldo pun pergi mencek tenda Nabila tapi mereka enggak ada di dalam sana"
"Maaf bu Nabila dan yang lainnya engga ada di dalam tenda"
"Apa mereka engga ada di dalam tenda terus mereka dimana dong?
Suasana di lokasih camping sekarang sangat memanas dan panik mencari keberadaan Nabila,Nayla,Nadia dan Nadila sekarang.
~Bersambung~
Assalamualaikum guays episode lanjutannya udah selesai nih. Aku ucapin banyak terima kasih sama kalian yang udah sempatkan waktunya untuk mampir di Karya ku ini. Maaf ya guays kalau karya aku ini belum cukup bagus karna aku juga baru belajar kok buat novelnya. Ok guays jangan lupa like, Comment and favorite ya.
Thank you guys.
__ADS_1
Assalamualaikum