
~*Episode 16~
Semuanya sangat panik mencari keberadaan Nabila dan ketiga sahabatnya itu. Apalagi Nabila,Nayla dan Nadia mereka bertiga
lebih-lebih panik malam ini karna dia sudah berjam-jam mencari Nadila tapi mereka belum juga tau Nadila ada dimana*.
~Di Hutan~
"Aduh guays gimana dong ini kita udah berjam-jam low mencari Nadila tapi apa hasilnya enggak ada sama sekali kan yang kita dapat, sahut Nabila"
"Iya Nabila betul banget, terus gimana dong pasti Nadila sudah ketakutan di dalam hutan yang gelap ini"
"Tunggu dulu coba aku telfon Nadila soalnya kalau enggak salah tadi dia bawa handphone deh, sahut Nadia"
"Iya coba kamu telfon Nadia"
Nadia pun menelfon nomor Nadila tapi handphone Nadila tidak aktif.
"Gimana Nadia apa Nadila angkat telfon kamu? Tanya Nabila"
"Sial kenapa sih disini enggak ada jaringan"
"Apa enggak ada jaringan....yaallah gimana dong aku takut Nadila kenapa-kenapa lagi"
Mereka bertiga sudah sangat panik dan mereka hanya bisa menangis didalam hutan itu.
"Guays gimana kalau kita kembali aja ke tenda terus kita minta bantuan sama yang lain"
"Iya aku setuju sama pendapat Nabila, sahut Nayla"
"Iya ayo, aku udah enggak sabar mau tanya Kelvin sama Brayen kenapa tadi mereka bilang ke aku kalau mereka melihat Nadila udah kembali duluan ke lokasih camping tapi nyatanya enggak kan"
"Iya betul banget pasti ada yang enggak beres nih"
Nabila,Nayla dan Nadia mereka bertiga pun kembali tempat perkemahan.
*Nadila*
Keadaan Nadila betul-betul sangat parah soalnya luka yang ada di kaki Nadila terus saja mengeluarkan darah. Dimana juga Hp Nadila sudah hampir lobet lagi, apalagi Nadila takut dengan yang namanya gelap.
"YaAllah masa sih mereka enggak cari aku, aku betul-betul lemas saat ini. Kaki ku sakit yaallah.
"Masa sih Bayu tidak nyariin aku. Tolong....tolong....tolong aku, siapa pun itu aku mohon tolong aku.
Nadila hanya bisa menangis di dalam lubang itu sambil meminta pertolongan.
"Bayu kamu dimana aku takut disini sendirian. Nabila....Nayla....Nadia kalian dimana tolong aku"
*Di lokasih perkemahan*
Semua orang sudah kelihatan panik.
~Kelvin dan Brayen~
"Brayen...kok Nabila dan yang lainnya juga enggak ada disini sih. Apa mereka semua mencari Nadila di dalam hutan?
"Iya aku juga bingung masa mereka berempat enggak ada disini. Apa Nadila betul-betul tersesat di dalam hutan atau terjadi sesuatu sama Nadila?
"Ihhhhh apaan sih Brayen yang kamu bilang. Masa Nadila tersesat di dalam hutan padahal tadi kita enggak terlalu jauhkan masuknya di hutan itu"
"Iya betul juga sih yang kamu bilang"
Tiba-tiba Nabila,Nayla dan Nadia pun datang, tapi keadaan mereka sekarang sangat berantakan.
Target Nadia adalah bertemu dengan Kelvin dan Brayen. Nadia enggak sabar ingin menampar muka Kelvin dan Brayen itu.
"Tunggu dulu, Kelvin bukannya itu adalah mereka sahut Brayen sambil menunjuk ke arah Nabila,Nayla dan Nadia"
"Iya itu mereka tapi kok mereka cuma bertiga dong terus Nadila dimana? tanya Kelvin sambil menatap Brayen"
"Iya aku enggak tau. Tapi kok kelihatannya mereka berjalan menuju kesini sih?
"Iya betul banget"
Nadia pun langsung menampar Kelvin dan Brayen. Semua orang yang ada di sana langsung kaget dan langsung bertanya-tanya kenapa Nadia tiba-tiba datang dan langsung menampar Kelvin dan Brayen itu. Terutama Bayu dan Aldo mereka berdua juga sangat bingung.
"Paallkkkkk (suara tamparan yang mendarat ke pipi mulus Kelvin dan Brayen)
"Kamu kenapa sih dateng-dateng langsung tampar kita dasar orang gila, Sahut Brayen yang saat ini betul-betul sangat marah"
"Iya kamu kenapa sih Nadia langsung tampar aku jadi perempuan kok kasar banget"
"Lucu banget ya kalian berdua aku itu udah tampar kalian tapi kalain belum tau juga apa masalahnya kenapa aku langsung tampar pipi kalain itu. Nadia saat ini hilang kendali dia sangat marah melihat Kelvin dan Brayen"
"Nyolot banget sih jadi perempuan"
Sahut Brayen yang berniat ingin membalas kembali tamparan Nadia itu tapi untung saja Nabila langsung menahan tangan Brayen.
"Hei Brayen jangan pernah kamu berani sentuh tubuh Nadia sedikit pun, Sahut Nabila"
"Dasar laki-laki lemah bisanya cuma lawan perempuan doang, kata Nayla juga"
"Emang kenapa kalau aku ingin tampar muka teman kamu itu. Dasar tidak tau diri enggak punya sopan santun"
__ADS_1
"Hey harusnya kalian berdua itu sadar kenapa Nadia marah sama kalian"
Semua orang yang ada disana langsung menghampiri mereka karna mereka semua merasa penasaran kenapa Geng 4N itu bertengkar dengan geng Brayen. Sedangkan Ibu Rina yang melihat juga peristiwa itu langsung menghampiri mereka dan berniat untuk menghalangi mereka bertengkar kembali.
"Ada apa ini kenapa kalian malem-malem begini bertengkar?
"Ibu tanya aja Nadia dasar perempuan gila datang-datang langsung tampar aku sama Kelvin"
"Nadia betul kamu tampar Brayen dan Kelvin?
"Iya ibu aku memang tampar mereka"
"Kenapa kamu tampar Brayen dan Kelvin dan kalian semua dari mana saja. Kita itu panik nyariin kalian dan ini juga udah jam berapa kenapa kalian pergi dan datang seenaknya saja?
"Kita bertiga itu cari Nadila bu di dalam hutan dan kita udah berjam-jam nyariin Nadila tapi kita enggak dapat"
"Maksud kamu apa Nadia, kamu bilang Kalian bertiga lagi cari Nadila di dalam hutan bukannya Nadila tadi barengan sama kamu cari kayu bakar. Apa Nadila tersesat di hutan dan apa hubungannya dengan Brayen dan Kelvin kenapa kamu langsung tampar mereka? tanya ibu Rina yang saat ini lagi menyalahkan Nadia"
"Justru itu ibu aku kesini langsung tampar Brayen dan Kelvin karna mereka berdua pasti biang keroknya. Dan aku yakin semua ini ulah mereka berdua sampai-samapi Nadila hilang di hutan"
"Apa buktinya kenapa kamu langsung menuduh mereka?
" Tunggu dulu Ibu aku mau tanya sama mereka kenapa mereka berdua kasih tau aku kalau Nadila udah kembali duluan ke lokasih perkemahan"
"Kelvin....Brayen apa maksud kalian berdua tadi berbohong, pas aku bertanya Nadila dimana dan kalian berdua menjawab kalau Nadila udah kembali duluan kesini karna dia sudah dapat kayu bakar yang banyak?
Dan kalian pasti udah merencanakan ini semua kan supaya Nadila tersesat di hutan dengan cara kalian menantang kita berdua apa kita berani ikut sama kalian mencari kayu bakar di dalam hutan dan anehnya kenapa kalian berdua menyuru Nadila yang jalan duluan di depan? Tanya Nadia panjang lebar dengan bercucuran air mata karna saat ini Nadia sudah menangis"
"Kelvin....Brayen...apa kalian bisa jelasin apa yang di katakan Nadia barusan, tanya Ibu Rina?
Brayen dan Kelvin hanya bisa diam dan tidak mengeluarkan satu kata pun karna dia sadar yang di katakan Nadia tadi itu memang sengaja mereka rencanakan. Tapi mereka tidak menyangka kalau Nadila betul-betul tersesat di dalam hutan.
"Kenapa kalian diam pasti kalian udah rencanain ini semuakan?
Jawab Kelvin...
Brayen jawab pertanyaan aku.
Nadia betul-betul marah
"Kelvin....Brayen jawab pertanyaan ibu apa betul kalian sengaja ninggalin Nadila di dalam hutan?
"Maafkan kami bu memang kamu sengaja ninggalin Nadila di dalam hutan soalnya kita berdua itu kesel banget sama Nadila, sahut Kelvin"
"Memangnya Nadila apain kalian sampai kalian berdua marah sama dia?
"Enggak ibu Nadila itu tadinya cerewet banget di jalan jadinya kami punya rencana untuk tantang dia apakah Nadila berani cari kayu bakar di dalam hutan atau engga dan soal kami ninggalin Nadila di dalam hutan itu semua cuman iseng-iseng dong kok Bu"
"Apa kamu iseng-iseng dong gimana kalau terjadi apa-apa sama Nadila apa kalian mau tanggung jawab? tanya Nadia lagi"
"Udah...udah sampai kapan kalian mau bertengkar disini, apa sampai kalian nunggu ada kabar kalau Nadila kenapa-kenapa di dalam hutan?
Enggak ada untungnya kalian bertengkar sekarang lebih baik kita berpencar untuk mencari Nadila jangan malah kalian bertengkar kayak gini,sahut Bayu"
"Betul banget yang dikatakan Bayu mending kita cari Nadila takutnya nanti Nadila ada apa-apanya lagi di dalam hutan apalagi ini udah tengah malam loh sahut Bu Rina"
"Kalau gitu ayo kita cari Nadila Bu aku enggak mau terjadi apa-apa dengan Nadila"
"Iya....iya kita berpencar untuk mencari Nadila tapi jangan sampai ada yang hilang lagi"
"Siap bu"
Mereka pun berpencar untuk mencari Nadila di dalam hutan. Sekarang sudah waktu tepat menunjukkan jam satu malam tapi mereka semua belum juga menemukan keberadaan Nadila. Saat ini Bayu sangat bingung dia enggak tau mau cari Nadila dimana lagi karna menurut Bayu dia sudah cukup jauh masuk ke dalam hutan untuk mencari Nadila dan sekarang Bayu berniat untuk kembali ke tempat perkemahan tapi saat Bayu berjalan tiba-tiba dia mendengar ada suara yang meminta tolong tapi pada saat dia mencari sumber suara itu Bayu tidak menemukannya.
*Bayu*
"Aahhhh Kamu dimana sih Nadila udah satu jam aku nyariin kamu tapi kamu enggak ketemu juga...kamu dimana sihhh?
"Apakah yang lain udah mendapatkan Nadila?
Ahhhh kalau gitu aku coba kembali aja dulu ke tendah semoga aja Nadila udah di temukan dengan yang lain. Sahut Bayu"
Tiba-tiba Bayu mendengar suara meminta tolong.
*Nadila*
"Sepertinya tadi????
Ahhhh kalau enggak salah aku denger suara Bayu deh, Batin Nadila. Apa Bayu betul ada disini lagi nyariin aku?
Bayu...Bayu...tolong aku aku mohon tolong aku, teriak Nadila yang sedang meminta tolong.
Bayu yang mendengar ada yang memanggil namanya dia langsung mencari sumber suara itu.
"Nadila kamu dimana???
"Kamu bisa dengar suara aku kan Nadila?
"Bayu aku disini tolong aku"
"Kamu dimana Nadila aku enggak lihat kamu ada dimana sekarang?
"Aku ada di dalam lubang aku jatuh di bawa sini, sahut Nadila.
__ADS_1
"Tolong aku Bayu cepetan aku betul-betul takut"
"Tunggu aku Nadila aku akan bantu kamu kok. Kamu tunggu disini dulu ya aku mau cari kayu yang panjang supaya kamu bisa naik kesini lagi"
"Iya Bayu jangan lama-lama"
"Iya aku enggak lama kok"
Bayu pun pergi mencari Kayu yang cukup panjang agar kayu itu bisa di gunakan sebagai pengganti tangga agar Nadila bisa keluar dari lubang itu. Tidak menunggu terlalu lama Bayu pun datang membawa Kayu itu.
"Nadila ini aku udah dapat kayu yang cukup panjang kamu coba manjat di atas kayu ini"
"Tapi Bayu aku takut"
"Enggak usah tapi-tapian kamu manjat aja cepet"
Nadila pun mengikuti perintah yang di suruhkan Bayu. Tidak lama akhirnya Nadila berhasil keluar dari dalam lubang itu. Nadila langsung memeluk Bayu yang ada di depannya dan Bayu menggendong Nadila kembali ke tempat perkemahan karna luka yang ada di kaki Nadila cukup parah.
"Bayu untung ada kamu yang nolong aku dan aku enggak tau apa yang akan terjadi sama aku kalau kamu enggak datang nolong aku Bay, sahut Nadila yang langsung memeluk tubuh Bayu"
"Udah....udah kamu jangan nangis lagi kan kamu udah keluar dari lubang itu"
"Yuk kita kembali ke tenda pasti anak-anak yang lain juga sibuk cariin kamu"
"Iya ayo aku enggak mau lama-lama lagi di dalam hutan ini aku takut"
"Iya Nadila"
Bayu dan Nadila pun berjalan keluar dari hutan tapi tidak cukup berapa langkah Nadila berjalan, Nadila langsung terjatuh karna dia tidak bisa menahan luka yang ada di kakinya itu. Dan Bayu yang melihat banyak darah yang keluar dari kaki Nadila, Bayu langsung panik dan langsung merobek bajunya dan berniat untuk membungkus luka yang ada di kaki Nadila agar darahnya tidak terlalu banyak yang keluar.
"Aduhhhhh kaki aku sakit, sahut Nadila yang saat ini sudah terjatuh"
"Kamu kenapa Nadila?
"Kaki aku Bayu"
"Kaki kamu kenapa sini coba aku lihat"
"Aduhhhh sakit Bayu pelan dikit kenapa"
"Iya....iya sorry aku enggak sengaja. Astaga Nadila kaki kamu lukanya cukup parah ini dan darahnya juga enggak mau berhenti keluar lagi, Sahut Bayu sambil merobek Bajunya"
"Bayu kamu mau ngapain kenapa kamu borek baju kamu itu?
"Udah diam enggak usah banyak nanya dan aku ini cuma mau mengikat luka di kaki kamu dong agar darahnya enggak keluar lagi"
Tidak lama kaki Nadila pun sudah tidak mengeluarkan darah lagi karna bayu sudah mengikat luka Nadila dengan kain.
"Sini aku gendong kamu, sahut Bayu"
"Enggak usah sayang aku bisa jalan kok"
"Udah kamu enggak usah nolak dan kamu mau kaki kamu lukanya tambah parah kalau kamu sok kuat untuk berjalan keluar dari hutan ini. Udah sini aku gendong kamu"
Nadila pun di gendong dengan Bayu untuk keluar dari hutan dan tidak lama kemudian Bayu dan Nadila pun sudah sampai di lokasih perkemahan. Semua orang yang ada di sana sedikit legah karna akhirnya Nadila di temukan dengan selamat. Terutama Nabila,Nayla dan Nadia mereka bertiga langsung menghampiri Nadila dan langsung memeluk tubuh sahabatnya itu.
"Itu Nadila sudah ada dan dia di gendong sama Bayu tuh, sahut salah satu siswa"
"Dimana sahut Nayla?
"Ohhhhh iya itu Nadila guays, kata Nabila"
"Oh iya ayo kita kesana tapi kenapa Nadila di gendong sama Bayu?
"Aku juga enggak tau"
Mereka bertiga pun pergi menghampiri Nadila.
"Nadila syukur deh kamu selamat kita tuh khawatir banget tau enggak sama kamu kita tadi itu berjam-jam nyariin kamu di dalam hutan tapi kita enggak berhasil temuin kamu, sahut Nabila"
"Maafin aku ya guys gara-gara aku kalian jadi repot nyariin aku ke dalam hutan"
"Eeeh gimana sih Nadila justru kita tuh khawatir banget kalau kamu enggak ada sahut ketiga sahabatnya yang langsung memeluk tubuh Nadila"
"Nadila maafin aku ya soalnya aku tadi tuh langsung percaya aja sama omongan Kelvin dan Brayen, Aku kira kamu betul-betul udah kembali duluan ke lokasih perkemahan tapi ternyata itu cuma akal-akal Kelvin dan Brayen doang karena dia sengaja mau ninggalin kamu di tengah hutan. Kata Nadia yang merasa bersalah"
"Enggak apa-apa kok Nadia mereka aja tuh yang kelewatan cara bercandanya"
"Bayu terimakasih banyak ya karena kamu udah temuin sahabat kita dan kamu udah bawa dia kembali dengan selamat ke sini kita tidak nyangka kalau kamu tidak sejahat yang kami pikir, sahut Nayla"
"Iya sama-sama dan kalian santai aja aku itu tolong Nadila karna dia patut di tolong kan apalagi ini semua gara-gara teman ku tapi aku harap kalian semua maafin Kelvin dan Brayen ya soalnya aku yakin kalau mereka itu bercanda doang kok"
"Iya...iya kita maafin mereka walaupun bercanda mereka sedikit kelewatan, kata Nadia"
"Ok kalau gitu aku pergi dulu ya aku mau ke tenda dulu dan kalian jangan lupa obatin luka yang ada di kaki Nadila itu"
"Ow iya Bayu sekali lagi kita ucapin terimakasih ya"
"Iya"
Bayu pun pergi meninggalkan Nabila dan ketiga sahabatnya itu Sedangkan Nabila,Nayla dan Nadia mereka bertiga mengobati luka yang ada di kaki Nadila ketika semuanya sudah beres Nabila dan ketiga sahabatnya pun bergegas untuk pergi beristirahat ke dalam tenda karena besok mereka harus siap-siap pulang kembali ke Jakarta. Brayen dan Kelvin mendapatkan hukuman dari Ibu Rina atas kejadian yang menimpa Nadila karena musibah itu terjadi akibat ulah mereka berdua.
~Bersambung....
__ADS_1
Assalamualaikum guys alhamdulillah nih episode 16 nya sudah selesai. Terima kasih banyak ya yang sudah mampir ke karya aku ini dan aku minta maaf iya kalau karya aku ini masih agak berantakan dikit soalnya maklum aku baru belajar bikin novelnya. Guays jangan lupa like,Comment and favorit ya.
Thank you....