
~*Episode 9~
*Ketika Brayen,Kelvin,Aldo dan Bayu sudah berhasil membuat keempat pemuda itu babak belur. Brayen tidak lupa menelfon pihak keamanan untuk menangkap keempat pemuda itu. Brayen,Kelvin,Aldo dan Bayu yang melihat Nabila dan ketiga sahabatnya itu mereka berempat kelihatannya sangat ketakutan. Jadi Brayen dan ketiga temannya itu lansung menghampiri Nabila dan ketiga sahabatnya*.
" Bukannya itu mereka adalah Nabila,Nayla,Nadia dan Nadila? tanya Kelfin.
" Iya betul itu mereka" kata Brayen dan Bayu.
"Ayo kita ke sana kelihatannya mereka sangat ketakutan" sahut Aldo.
*Mereka pun langsung menghampiri Nabila,Nayla,Nadia dan Nadila
~BAYU DAN NADILA~
" Nadila...Nadila" sahut Bayu sambil menepuk pundak Nadila.
" Jangan sentuh aku...aku mohon jangan sentuh aku. Pergi...pergi dari sini aku mohon" teriak Nadila yang sangat ketakutan.
" Nadila ini aku Bayu..
Hei sadar ini aku Nadila"
*Nadila yang mengetahui kalau yang menepuk pundak dia adalah Bayu, Nadila langsung bangkit dari duduknya dan langsung memeluk tubuh Bayu*
"Bayu aku takut..aku takut bay" menangis sambil memeluk Bayu.
~Bayu kaget kenapa Nadila langsung memeluk dia tapi anehnya malah Bayu membalas pelukan Nadila sambil menenangkan dia~
"Udah Nadila kamu engga usah takut, kamu tenang aja cowok berengsek itu sudah babak belur" sambil membalas pelukan Nadila.
"Nadila tetap nangis ketakutan.
Iya babak belur tapi gimana kalau mereka gangguin aku lagi Bayu, aku beneran takut" masih tetap dalam pelukan Bayu.
"Lihat aku Nadila...hey lihat aku, sambil bertatapan mata. Percaya sama aku kalau mereka engga akan gangguin kamu lagi. Kamu engga usah takut kan ada aku Nadila. Dan kamu lihat disana mereka semua sudah babak belur dan Brayen juga udah nelfon polisi kok untuk tangkap mereka jadi aku harap kamu engga nangis lagi" berusaha menenangkan Nadila sambil menghapus air mata Nadila yang membasahi pipi Nadila.
~Nadila yang sedari tadi ketakutan dan menangis kini dia sudah cukup tetang karna mendengar Bayu ngomong gitu~
"Kamu benerankan Bay" sedikit canggung
"Iya aku beneran" sambil tersenyum kepada Nadila
**Entah setan apa yang merasuki mereka kenapa mereka berdua sangat bersahabat sekali malam itu. Dimana Bayu yang berusaha menenangkan Nadila sedangkan Nadila Langsung memeluk Bayu.
*Aldo dan Nadia*
Begitupun Aldo saat menghampiri Nadia, dia langsung memeluk tubuh Nadia yang masih kelihatan gemetar. Tapi Nadia langsung memberontah ketakutan**.
"Nadia....kata Aldo sambil memeluk Nadia"
"Lepasin aku...aku mohon.." terik Nadia yang kedengarannya dia mengis.
__ADS_1
"Nadia ini aku Aldo" berusaha meyakinkan Nadia.
"Engga, aku bilang lepasin aku..lepas aku bilang aku mohon sama kamu" Nadia yang masi memberontak sambil memukul badan Aldo.
~Nadia yang tetap memukul tubuh Aldo tapi Aldo tidak peduli dengan pukulan Nadia, anehnya malah Aldo semakin mengeratkan pelukan dia di tubuh Nadia dan berusah untuk membuat Nadia yakin kalau dia itu betulan Aldo~
"Nadia tenang...tenang Nadia, ini beneran aku Aldo kamu engga usah memberontak kayak gini. Tenang aku bilang" Aldo yang berusa menenagkan Nadia.
"Aku mohon lepasin aku, Aku takut...lepasin aku bilang" Nadia tetap menangis
"Nadia hey sadar lihat muka aku ini beneran aku Aldo"
Nadia yang sadar kalau yang di depannya itu bukan cowok brengsek yang tadi malahan Aldo yang ada di depannya, Nadia langsung membalas pelukan Aldo.
"Aldo ini beneran kamukan" tanya Nadia yang masih nangis dan tetap ada dalam pelukan Aldo.
"Iya Nadia ini beneran aku dan aku mohon kamu jangan nangis lagi. Dan kamu juga engga usah takut kan ada aku Nad" sahut Aldo yang berhasil membuat Nadia tenang.
*Kelvin dan Nayla*
Kelvin langsung menghampiri Nayla dan sesampainya disana Kelvin langsung kaget melihat Nayla yang pakaiannya sangat berantakan. Dan baju Nayla robek-robek karna ulah pemuda tadi.
"Nayla...Nay" sahut Kelvin
Nayla tidak merespon sama sekali dia hanya diam sambil memeluk lututnya. Kelvin yang capek dengan Nayla yang sedari tadi tidak meresponya, Kelvin langsung duduk dan memeluk tubuh Nayla. Tapi Nayla yang merasa tubuhnya ada yang peluk,Nayla langsung mendorong Kelvin.
"Nayla..sahut kelvin dan langsung memeluk Nayla"
~Nayla yang kaget dengan perlakuan orang yang ada di depannya, Nayla langsung.mendorongnya sehingga pelukannya terlepas. Sedangkan Kelvin kaget dengan apa yang dia lihat. Sebagian Tubuh Nayla kelihatan karna baju yang dia pake itu sudah robek akibat ulah pemuda tadi~
"Nay ini aku Kelvin" yang masih memeluk Tubuh Nayla.
~Tapi Nayla masih memberontak~
"Aku bilang lepasin aku brengsek....aku jijik di sentuh sama kamu ngerti"teriak Nayla yang masi berusaha melepaskan pelukan Kelvin.
"Nayla hey lihat aku, aku ini Kelvin bukan cowok brengsek itu. Hey kamu perhatiin muka aku dong" kelvin yang berusaha meyakinkan Nayla
~Tapi Nayla langsung mendorong tubuh Kelvin yang sedari tadi memeluk tubuhnya~
"Aku engga pedulu mau Kelvin atau siapa yang intinya aku mohon lepasin aku" Nayla menangis dengan sekencang-kencangnya
~Kelvin yang melihat keadaan Nayla sekarang dia hanya bisa diam dan melepaskan jaketnya dan berniat untuk memakaikan ke tubuh Nayla karna baju Nayla sudah robek. Tapi Nayla malah marah dengan perlakuan Kelvin tapi lama kelamaan Kelvin pun berhasil membuat Nayla menjadi tenang~
"Nay pake jaket aku" sahut Kelvin sambil memakaikan Jaketnya ke tubuh Nayla.
"Engga aku engga mau"
"Nayla kenapa kamu engga mau, lihat baju kamu sudah robek dan maaf sebagian tubuh kamu juga kelihatan, kamu mau orang-orang memperhatikan tubuh kamu hahh" kata Kelvin yang agak kesal sama Nayla.
Akhirnya Nayla mau memakai jaket yang di tawarkan Kelvin.
__ADS_1
*Brayen dan Nabila*
Sedangkan Brayen hanya membantu Nabila untuk berdiri dari duduknya dan tidak lupa dia juga meminjamkan Jaketnya kepada Nabila.
"Sini aku bantu kamu berdiri" sahut Brayen sambil menarik tangan Nabila
Nabila hanya menuruti apa yang di bilang Brayen.
"Iya makasih" sambil memegang tangan Brayen"
"Ini pake jaket aku dan tutup tubuh kamu itu"
"Engga usah Bray" sahut Nabila
"Kamu engga usah membantah lihat Baju kamu sangat berantakan. Kalau kamu engga mau pakai jaket aku, emangnya kamu mau mengundang pemuda lain lagi untuk ganggu kamu" agak kesal
"Engga Bray aku engga mau ada pemuda yang ganggu aku lagi..ok sini aku pinjam jaket kamu" sahut Nabila.
Brayen tidak melakukan reaksi berlebihan kepada Nabila seperti ketiga temannya itu dengan memeluk Nabila atau apalah. Karna kalian tahu kalau Brayen itu tipe cowok yang agak cuwek dan sedikit masa bodoh dengan orang. Tapi entah setang apa yang merasuki
Brayen sehingga Brayen sedikit bersifat cukup baik dengan Nabila. Tidak lama kemudian Polisi pun datang ke tempat kejadian untuk menangkap keempat pemuda itu. Brayen yang melihat polisi sudah datang dia langsung menghampiri polisi tersebut.
~Pada saat pihak keamanan sudah datang Brayen langsung meninggalkan Nabila tampa mengucap sepata kata pun dan dia menghampiri polisi itu~
"Selamat Malam dek , apa betul adek yang melapor sama kita ?
"Iya pak saya yang melapor sama pihak kepolisian untuk menangkap keempat pemuda itu karna mereka sudah berani berbuat tidak sopan sama perempuan" sahut Brayen.
Kelvin,Aldo,Bayu dan Nabila serta ketiga temannya itu, mereka yang sedang melihat Brayen dan pihak keamanan sedang berbincang-bincang mereka pun semua langsung menghampirinya.
"Nadia ayo kita kesana" panggil Aldo.
"Iya ayo
Setelah mereka sampai di depan pak polisi, polisi itu langsung mengintrogasi Nabila,Nayla,Nadia dan Nadila.
"Apa betul keempat pemuda itu sudah berbuat kurang ajar kepada kalian? tanya pak polisi.
"Iya pak betul mereka sudah berbuat kurang ajar sama saya dan sama ketiga sahabat saya juga" sahut Naila yang masih sangat marah melihat pemuda itu.
"Kenapa bisa begitu dek, apakah adek bisa ceritakan sedikit awal kejadiannya? tanya salah satu polisi itu
"Iya pak awalnya mereka mengikuti mobil kami terus pak dan memburu mobil kami sampai disini dan menghadangnya dari depan, setelah mobil kami berhenti mereka berempat mengancam kami untuk keluar dari mobil tapi kami tidak mau karna kami sangat takut. Tapi mereka belum kapok dan mereka berhasil memecahkan kaca mobil aku pak" Sahut Nabila panjang lebar.
"Apa kalian kenal sama mereka?
"Engga pak kami tidak kenal sama sekali sama mereka" sahut Nadila.
**Setelah mereka lama di interogasi polisi pun pergi dengan membawa keempat pemuda itu
Assalamualaikum guys
__ADS_1
Alhamdulillah nih episode 9 nya sudah jadi Aku harap kalian semua jangan bosan-bosan ya baca novel aku dan jangan bosan juga nunggu episode-episode berikutnya dan aku ucapkan terima kasih banyak kepada kalian yang sudah sempatkan waktunya untuk membaca novel aku. Jangan lupa like, Comment and share
Thank you guys**