Aku dan haluku

Aku dan haluku
Siapa sebenarnya kamu..?


__ADS_3

πŸš‚πŸšžπŸšž


perjalan kali ini sungguh sangat panjang,kita harus menghabiskan waktu sekitar 11 jam di dalam kereta.


Nafis tiba tiba saja berdiri dari kursinya. Sontak membuat jimin dan jin yang di sampingnya langsung menatapnya dengan heran.


Nafis yang menyadari tatapan itu langsung tersenyum dengan polosnya.


"aku capek oppa.. pantatku panas .."


"owh.. ha ha ha ha... ku kira ada apa.." ucap jin.


"iyaa.. aku pantat ku juga capek.." jimin setuju.


"hm.. ya sudah.. aku mau jalan jalan ke toilet dulu yaa oppa... biar gk terlalu sakit sekalian mau buang air " pamit nafis.


"ehh tunggu.. aku temenin ya.. sekalian biar gk kram nih pantat.." ucap jimin memegangi pantatnya.


"hahahaa.. baiklah.. ayok.."


"kalian mau ke mana..?" tanya namjoon yang duduk di belakang kursi nafis.


"aku mau ke toilet oppa.."


"owh.. hati hatilah.."


"tenangg oppa.. πŸ˜‰πŸ˜‰"


Nafis dan jimin pun pergi ke toilet,ketika sampai di pintu gerbong, kereta mengalami belokan yang lumayan tajam,membuat gerbong kereta bergoyang agak keras.Nafis yang sedang berdiri langsung kehilangan keseimbangannya dan terjatuh menambrak pintu kereta.


"Awww.."


"ya ampunn nafis.. kau tak apa apa..?" ucap jimin sambil mencoba mendirikan nafis.


"ah gk pp oppa.. gak pp"


"gk pp gimana.. ? lihat tanganmu berdarah.."


"ini gk pp.. cuman ke gores dikit doang.. makasih oppa.. "


"kamu tuh cepet di obatin dulu.. segitu banyaknya di bilang dikit.. gimanaa sih.."


"iyaa iyaa sebentar aku mau ke toilet dulu"


"ya udah.. masuk sana.. apa mau aku temenin ke dalem..?"


"kyaa oppa.. kau ini enak saja...aku akan masuk sendiri.. akukan sudah besar "


"baiklah.. baiklah.. aku tunggu di luar,jika ada apa apa kau bilang aku"


"nae oppa.. terima kasih"


Akupun masuk kedalam toilet memenuhi hajatku.


"sudah..?"


"sudah oppa...yuk kembali ke kursi.." jawab nafis.


"nafis.. tanganmu kenapa..?" tanya jin


"ah ini.. gk pp oppa.. ini tadi ke gores doang.." nafis sambil tersenyum lebar.


"ke gores apaan... tadi nafis jatuh di pintu hyung.. tangannya berdarah" celetuk jimin yang sedang sibuk mencari obat merah lalu memegang tangan nafis,mengobati luka nya.

__ADS_1


"aww.."


"apa ini sakit.. mianhae.. aku akan lebih pelan lagi" jimin menghentikan aksi mengobatinya dan menatap nafis.


"tak apa oppa.. ini gk sakit kok.. cuman kaget aja.." nafis mengeles.


setelah selesai mengobati,jimin menyuruh nafis agar segera tidur.


Nafis yang berada di tengah pun mencoba untuk memejamkan matanya. tetapi tak bisa karena posisinya yang tak nyaman.


"kau kenapa gadis kecil ..?"


ucap jin yang melihat nafis selalu terlihat gusar.


"aduhh oppa... kau bikin aku kaget.. aku gak bisa tidur oppa.. "


"kenapa... apa krna tak nyaman..?"


"nae oppa.. pundakku sakit. "


"hm.. ya sudah..sini kau bisa tidur di bahuku.. sini.. tidurlah.. kau harus istirahat" jin mendekatkan kepala nafis ke arah bahunya.


Nafis pun mulai merasa nyaman dan kemudian tertidur dengan nyenyak di bahu jin.


πŸš‚πŸš‰πŸš‰Beberapa jam kemudian.


Akhirnya Nafis dan para member Bangtan tiba di stasiun yang di tuju,kemudian nafis memesan taxi untuk menuju rumahnya.


"nafis... kenapa tanganmu ?" V mengangkat tangan nafis.


"aw.. in..inii gk pp tadi cuman ke gores doang pas di kereta"


"yaa.. tadi pas di kereta nafis jatuh di pintu gerbong saat mau ke toilet" jimin menjelaskan.


"ahh oppa.. ini geli.. aku sudah gk apa apa ko.. aku malu oppa.. yang lain pada ngliatin kita..." ucap nafis sambil menepuk nepuk pundak V.


πŸš•πŸš• kemudian dua taxi yang telah di pesan datang,dan semuanya mulai menaiki taxi.


Taxi Nafis memimpin di depan untuk menunjukkan arah ke kediamannya.


"nafis.. apa ini masih jauh..?" tanya jin membuyarkan keheningan dalam taxi.


"gak oppa.. paling sekitar 7 menitan lagi.. kalian sudah lelah ya..?" tanya nafis.


"tidak.. tapi aku ingin mandi.. sepertinya badanku sudah lengket" ucap jin.


beberapa menit kemudian.


"pak berhenti di depan yaa.."


"iya neng.."


taxi pun berhenti di pinggir jalan dan semua member turun dari mobil, berkumpul.


"ko berhenti di sini..? rumahmu dimana..?" tanya jungkook.


"hm.. ru..rumahku.. ada di depan oppa.. mm..mari masuk.."


"yang manaa..?"jungkook dan yang lain menengok kanan kiri mengira ngira dimana letak rumah nafis


kemudian ada dua orang satpam dan satu supir menghampiri nafis.


"non..?? non nafis.. ko non ndak bilang bilang kalau pulang..? nanti kalau mas tau non nafis pulang ndak di jemput gimana nanti pakde non.." ucap supir tersebut.

__ADS_1


"pakde.. nafis kan pulangnya ada yang jagain.. ndak pp.. toh nafis juga udah sampe dengan selamat.. jadi tenang aja ya pakde.." ucap nafis sambil tersenyum.


"ya sudah yuk non.. masuk..kebetulan mas juga ndak lama baru sampe.."


"iya pakde.. "


"ayu oppa.. kita masuk ke dalam"


"tadi siapa nafis.. kok panggil kamu non" tanya namjoon.


"hm.. ituu.. ituu.. udah yuk oppa kita masuk dulu." nafis mengalihkan pembicaraan


semuanya pun mulai masuk kedalam pintu gerbang dengan rasa heran.


terlihatlah sebuah rumah mewah nan megah yang berwarna cream dan pink berpadu dengan cantik.


kemudian nafis menekan tombol bel di samping pintu.Tak lama kemudian terdengar suara kunci sedang dibuka dari dalam rumah,lalu muncul seorang wanita yang memakai baju pelayan.


"ya ampun nona.. selamat datang non.." ucapnya sambil membungkuk.


"udah bi..udah.. udahh" nafis mengangkat bahu pelayan itu.


"mari non.. silahkan masuk." pelayan tersebut mempersilahkan nafis masuk.


"oh iya bi.. tolong siapkan makanan untuk mereka ya bi.."


"siap non"


Lalu semuanya masuk kedalam rumah, terlihat seorang pria yang sedang duduk di ruang tengah sibuk dengan layar laptopnya hingga tak sadar ada nafis yang sedang menghampirinya.


"Mas.."


diabaikan..


"mas.."


masih di cuekin..


"Mas RIOOOOOOOOO" teriak nafis kesal.


"siapa sih yang ter.." Mas rio terkejut melihat orang di belakangnya.


"ya ampunn.. nafis ade ku yang tercuannttiiiiikkkk kapan datengg sayang..." mas rio memeluk nafis tapi nafis dengan enggan di peluk oleh mas rio.


"mas rio budeg ya.. atau gimana sih.. ade nya manggil gk denger denger.. heran deh.. " nafis kesal.


"*uhh.. tayangg tayang.. maaf yaa.. tadi mas lagi ngerjain tugas kantor "


"iyaa iyaa udah.."


"kamu kok pulang gk bilang bilang mas..? gk ngrasa punya kakak ya kamu.. udah tau cwe.. cwe tuh gk boleh pulang sendiri.. ntar ada apa apa gimana.. siapa yang khawatir..kalau kamu bilang kan mas bisa jemput kamu pake helikopter.. mas juga kan bilangin ke kamu ..kalau mau kemana mana itu harus kabarin mas dulu.. jangan bikin mas khawatir* .." Mas rio menceramahi nafis panjang lebar membuat para member bangtan melongo tak faham apa yang di bicarakan oleh dua orang di depan mereka. yang mereka fahami pria tersebut seperti sedang memarahi nafis tetapi dengan intonasi yang menggemaskan.


"tunggu..! siapa mereka.. knapa mereka ngikutin kamu.. kamu diapain sama merekaa... jawab nafis..! " tanya mas rio dengan sangat cepat..


"mas.. tenang.. mas.. " ucap nafis menenangkan mas nya yang terus terusan bertanya tanpa henti.Tapi mas nya terus mengeluarkan kata kata yang mengintrogasi nafis.


"Massss...!!!! "


teriak nafis, mengagetkan seisi rumah sekaligus membuat semuanya menjadi diam tak bergeming.


"*Massss.. dengerin dulu nafis ngomong mass 😬"


"oke okee silahkan ngomong... maafin mas yaa ade ku sayang.. mas khilaf tadi*.."

__ADS_1


"Mas.. mereka itu adalah..."


__ADS_2