
Setelah mobil berhenti dengan bersusah payah dia keluar dari dalam mobil dan akhirnya usahanya membua.hkan hasil yang memuaskan, dia keluar setelahnya dia berusaha melepaskan ikatan tangannya setelah itu dia melihat kiri dan kanan tapi tidak tau kemana arah kota, dia memutuskan berjalan melalui rerumputan tinggi dan juga berduri serta tajam, tapi dia tidak peduli akan hal itu.
Karna yang dia pikirnya saat ini adalah bagaimana bisa sampai kota dan mendapatkan bantuan untuk melepaskan para wanita yang di Sandra oleh pria bi......p itu, dia berjalan begitu jauh , hari bahkan sudah gelap tapi dia tidak bisa berhenti karna mungkin, sekarang semua penjahat itu sudah sadar kalau dia melarikan diri ditambah Dia telah membunuh seseorang kepercayaan sang bos penjahat itu.
Sampai akhirnya dia melihat ada banyak cahaya lampu di kejauhan, dia berjalan semakin cepat dan berharap dia bisa mendapatkan pertolongan disana.
Dia melihat seorang wanita cantik yang sedang menelpon entah siapa tapi yang jelas sepertinya dia sedang mengkuatirkan sesuatu, dan gadis itu melihat bahwa didepan wanita itu ada seorang wanita yang sepertinya habis dipukuli atau mungkin dianiaya.
''Nona... tolong bantu saya....'saya ingin menyelamatkan para wanita yang disandera dihutan''
Mendengar ada yang mengajaknya bicara Ayana memutar tubuhnya dan melihat ada wanita dibelakangnya, dan seperti membutuhkan bantuannya,karna posisi wanita itu yang sampai berlutut dan juga tubuh yang gemetar disertai dengan lujka luka goresan yang dia lihat menghiasi tubuh wanita itu .
Ayana diam untuk beberapa saat sampai orang yang dia tunggu datang dan menemuinya.
''Sayang ada apa, kenapa kau memintaku kesini dan siapa mereka?''
''Wanita itu...''
Sambil menunjuk wanita yang tergeletak dijalan dengan penuh luka.
''Dia baru saja melarikan diri,dari penculikan beberapa pria
dan tertabrak mobil''
'Sementara yang ini mengaku , baru melarikan diri dari sekapan para pria dihutan''
Menunjuk wanita yang masih berlutut itu.
Sean ya, orang yang ditelpon Ayana adalah Sean sang suami untuk datang membatunya, dan Sean datang kesana bersama sama beberapa anak buahnya untuk membatunya.
Setelah membatu para wanita itu, Ayana dan Sean pergi kearah hutan yang ditujukkan oleh wanita yang berlutut tadi, dan setelah sampai di hutan yang disebutkan wanita itu, mereka melihat bahwa memang disana ada sebuah Rumah kecil tapi dikelilingi oleh banyak orang berbadan besar, meyakinkan bahwa wanita yang tadi tidak berbohong.
__ADS_1
Ayana berjalan dengan santai dan tenang menghampiri para penjaga tersebut, membuat mereka semua keheranan karena berpikir dari mana datangnya wanita cantik tersebut, mereka semua berbinar binar menatap kecantikan Ayana dan Sean yang melihat para lelaki menatap wanita miliknya begitu ingin sekali rasanya mencongkel mata mereka semua.
Tapi ia akan menahan kekesalan dan kemarahannya dulu karna dia juga bisa merusak rencana mereka sendiri yang ingin membebaskan tawanan disana.
''Hai cantik apa kau tersesat?'' berbicara dengan genit.
''Tidak...aku tidak tersesat tapi aku ingin menghabisi kalian yang tersesat disini''
''Ha...ha.....ha...ha.....menghabisi kami?....apa dengan berganti melayani kami?''
''Tidak aku ingin melayani kalian bersama -sama''
''Wah....apa kau sekuat itu cantik?''
''Heh...aku datang bersamanya'' ....menunjuk kearah Sean yang keluar dari balik pohon besar didepan rumah tersebut.
''Siapa kalia..''. sikap waspada.
Setelah mengatakan itu, Ayana dan Sean Tampa ba....bi.....bu..... langsung menyerang mereka sehingga keributan diluar mengundang para penjaga didalam, mereka semua keluar dan melihat teman-teman mereka sedang bertarung melawan dua orang asing dan seseorang yang memang pernah mendengar tentang Sean langsung kaget dan menelepon sang bos, dia mengabarkan kalau orang yang sedang mereka incar/cari ada di markas tawanan wanita penghasil dollar mereka.
Sang bos yang mendengar kabar itu langsung meminta semua anak buahnya untuk meluncur ketempat tersebut, dia tidak mau membuang buang waktu lagi untuk menghabisi sang keponakan yang tidak bersalah tersebut.
"Sean setelah penantian yang panjang akhirnya hari ini datang juga, sama seperti kematian kedua orang tuamu, kau juga akan tiada dengan cara yang sama"....
Sean dan Ayana sudah mengalahkan setengah lebih para anak buah musuh yang menjaga tempat tersebut.
Tidak lama kemudian datang bala bantuan dari para musuh yang membuat Ayana dan Sean menyadari bahwa keberadaan mereka sudah diketahui sang penjahat yang menjadi pemimpin mereka, sehingga membuat Sean dan Ayana tersenyum dan hal itu terlihat jelas Dimata seseorang yang tadi memberikan kabar kepada sang bos,menyadari kalau ternyata itu memang keinginan kedua orang itu.
Dia merasa sudah membuat sang bos masuk perangkap musuhnya, dia ingin mengabari sang bos tapi terlambat karna sang bos sudah turun dari mobil sambil tersenyum jahat karena merasa hari ini dia akan mengakhiri keturunan sang kakak yang sangat dia benci itu,tanpa tau bahwa dialah yang akan berakhir hari ini.
Dia dengan angkuhnya berjalan dengan sangat Santai dengan kedua tangan dimasukkan kekantong celana, kaca mata hitam menghiasi penglihatannya serta pakaian formal yang begitu mengkilap.
__ADS_1
"Halo Sean.... bagaimana kabarmu keponakan ku?"
"Oh kamu ternyata bi......ng yang tidak memiliki hati dan memiliki pikiran yang menyandra para wanita remaja sampai dewasa ditempat ini sebelum kau perdagangkan?"
"Itu bukan urusanmu, kau dan papamu ternyata sangat tidak berbeda ya, selalu ikut campur urusan orang lain"
"Tentu karna aku terlahir dari manusia yang baik akhlak dan juga punya hati, tidak sepertimu yang terlahir dari ular betina yang tidak memiliki hati juga pikiran"
Mendengar jawaban Sean pria itu yang adalah paman Sean sendiri merasa tersinggung membuat dia tidak bisa menahan kemarahannya langsung menyuruh seluruh anak buahnya untuk menghabisi Sean dan Ayana, tapi Ayana tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada suaminya sehingga Dia maju kedepan sebagai tameng.
"Oh.. siapa wanita cantik ini?"
"Bos dia adalah istri pria itu". jawab salah satu anak buahnya.
Membuat senyum tersungging di bibir hitam dan tebal pria itu, membuat Ayana ingin muntah.
"Wah..... keponakan ku boleh aku bertanya sesuatu kepada mu?"
"Saat kau nenti tiada boleh aku mengganti posisi mu?"
"Kau sangat berharap kemenangan ada di tanganmu y, pria jelek dan tua,"
"Wah kau sangat berani sekali y, ?tapi aku suka wanita agresif,karna akan terlihat liar saat diatas ranjang"
"Kau terlalu banyak bicara, majulah jika kau sangat ingin melihat siapa yang menang dan siapa yang kalah."
"Habisi pria tengik itu cepat........"Hiaaaaaaaa buk....buk....krakkk........duk...
Suara peperangan terdengar sangat kuat dan sengit.....
Trimakasih
__ADS_1
kalian masih setia dengan karya aku 🙏🙏🙏🙏🙏🙏 tetap dukung karya aku y dan juga berikan favorit juga votenya y🙏🙏🙏🙏🙏🤭🤭🤭🤭😜😜😜😜🤣🤣🤣💓💓💓🌹🌹🌹🌹