Aku Dan Kamu Berbeda Tetapi(Cinta Juga)

Aku Dan Kamu Berbeda Tetapi(Cinta Juga)
Bab.22


__ADS_3

"Oh....jadi kau adalah anak yang ditakdirkan? sungguh,aku tak menyangka anak yang ditakdirkan adalah seorang wanita,lemah,,,,,,"


"Aku anak yang ditakdirkan atau tidak, itu tidak penting untukmu, yang penting, kau harus berakhir hari ini"


"Hahaha kau punya nyali juga ternyata y, tapi kau tak tau kalau aku ini abadi, tidak ada yang bisa mengalahkan ku,kau paham anak takdir"


"Kita lihat saja nanti, siapa yang akan memenangkan pertarungan ini,karna kau sudah tidak bisa lagi menghisap kehidupan siapa pun,"


Sifer mulai merasa kalau wanita kecil yang dia lawan kali ini,memiliki sesuatu yang mungkin bisa membuat dia kalah, sehingga dia berpikir untuk berhati-hati melawan gadis itu,safier mengokongkan trisulanya untuk mengalahkan Ayana,ayanapun meladeninya dengan kekuatan yang dia punya, Ting......Ting.....Trang.....kedua senjata mereka beradu kekuatan,Ayana mendapatkan beberapa luka ditubuhnya sementara safier tidak mendapatkan luka, tapi dia juga kewalahan menghadapi ayana.


Sean yang melihat kondisi sang istri sungguh tidak sanggup lagi,dia hanya bisa menangis dan berserah pada yang maha kuasa,dia tidak ingin ada korban lain lagi, setelah orang tua Rey,karna sebelum pertarungan ini, Ayana sudah berpesan semua ini,demi keselamatan cintanya Tuhan,Sean hanya bisa iklas dan berdoa,karna ini keinginan sang istri, walau berat tapi dia bisa apa lagi selain menerima.


Pertarungan. Ayana semakin lama semakin kehabisan tenaga, tapi dia tidak bisa berhenti,dia mencari peluang untuk melumpuhkan sifer,Ayana tergeletak dengan tubuh penuh luka luka, sifer yang melihat itu tertawa terbahak-bahak karna merasa menang,dia menatap semua orang dengan tatapan lapar dan haus,terutama rey, dia merasa bahwa dia akan menjadi yang abadi,Ayana yang melihat sifer lengah pun langsung secepat angin melompat dan jep.........


Belati dengan ukuran tiga puluh sentimeter menancap di ketiak kiri sifer,mendapat serangan mendadak itu sifer terdiam dan merasa ada yang salah,ia menatap Ayana yang tersenyum padanya,dan tidak lama kemudian Ayana mengeluarkan seruling dari punggungnya dan meniupnya,Sifer pun langsung berteriak-teriak sambil memeluk tubuhnya.


Semua orang yang ada disana pun hanya melihat detik detik akhir dari sifer,seruling terus berbunyi tubuh sifer semakin lama semakin kurus dan keriput, sampai akhirnya ada banyak bayangan yang keluar dari tubuhnya, setelah semua bayangan itu keluar ,sifer hanya tinggal pria tua yang kurus dan hitam dekil, bahkan dia hanya duduk dengan tubuh yang berpegangan pada sebuah kayu kecil untuk menopang tubuhnya.

__ADS_1


"Mulai sekarang kau tidak akan bisa lagi menghisap,atau memakan tubuh m.........a karna kau hanya cangkang kosong,kau juga tidak akan bisa lagi mendapatkan kekuatan dari mana dan siapapun,ini lah hukuman bagimu yang ingin melebihi Tuhan, setelah ini, belajarlah untuk menerima takdirmu"


Setelah mengucapkan itu,Ayana meminta ualam untuk mengirim sifer kembali ke dunia kaum ras lain,sang kakek pun mengirim sifer dan menutup jalan keluar dan masuk pintu dari dunia ras kedunia manusia bumi.


Ayana yang mendapatkan luka-luka ditubuhnya sudah tidak bisa lagi menggerakkan tubuhnya, akhirnya tumbang dan Sean langsung menangkapnya dan membawanya kerumah sakit, semua orang pun ikut serta,keculai para anak buah yang sehat dan baik-baik saja, mereka ditugaskan untuk mengurus sisanya.


Sepanjang jalan menuju rumah sakit,Sean terus menangis sambil memeluk tubuh sang istri yang sudah tidak berdaya dan penuh luka luka itu,dia mencium kening juga seluruh wajah sang istri Tampa peduli darah yang juga menempel di bibirnya, Rey yang melihat pengorbanan Ayana demi dirinya juga seluruh umat,begitu sedih dan perih serasa ditusuk ribuan pisau.


Semua orang hanya bisa diam sambil sesenggukan, mereka semua begitu teriris hatinya,karna melihat Ayana yang hampir kehilangan nyawanya, Edward terdiam dengan tatapan mata yang kosong,dia benar-benar tidak bisa membuka suaranya karna rasa sakit dan sesak didadanya.


Padahal dia selalu berpikir dan membayangkan bahwa sang putri akan bahagia dan selalu tersenyum, tapi sekarang dia melihat sang putri hanya diam dan menutup matanya, bahkan dia tidak memberi respon terhadap tangisan Sean,hal itu semakin membuat rasa bersalah yang mendalam dalam dirinya,karna sebagai seorang ayah dia tidak bisa membantu sang putri,justru melihat Betapa kuat tekad dan keinginan sang putri untuk mengalahkan raja iblis itu.


Enjel yang melihat ketidak berdayakan Sean pun mencoba membuat Sean berpikir dengan hati,lebih baik memilih istri, bukan tidak sayang pada bayi itu, tapi karna usianya yang masih muda, tapi enjel tetap meminta Sean membuat keputusan yang tepat, jangan sampai menjadi beban.


Sean dengan berat hati memilih sang istri,dan dokter pun segera melakukan tugas mereka,Sean berdoa dalam tangisnya dan memohon maaf kepada Sicanang bayi.


Setelah satu jam kemudian,dokter keluar dan semua orang langsung menghampirinya, tapi Sean dia hanya terduduk dengan bersandar ketembok,dia tidak kuat mendengar tentang bayi yang dikorbankannya.

__ADS_1


"Dok, bagaimana operasinya,juga putri saya?"


"Nyonya, semua berjalan dengan baik,dan soal bayinya"


Dokter menghentikan ucapannya sebentar,dan Edward langsung bertanya.


"lalu bagaimana, apa kami bisa melihatnya?"


"Bisa, tapi nanti y tuan, kalau sudah dipindahkan keruang rawat inap,dan soal bayinya,dia tidak jadi dikeluarin,karna sang cabang bayi kuat dan dia selamat"


Mendengar bayinya selamat,sean langsung bangkit dan menghampiri dokter.


"Dok,apa...apa benar bayi kami selamat?"


"Ia tuan,dia sangat kuat,dan dia tetap bertahan didalam"


Sean yang mendengar itu pun langsung memeluk sang dokter,sambil mengucapkan terimakasih, setelahnya sean dan yang lainnya mengikuti brankas yang membawa Ayana kekamar rawat,disana semua orang berkumpul ada yang duduk di sofa ada juga yang dilantai, sementara Sean duduk disamping tempat pembaringan pesakitan Ayana,dia membelai wajah sang istri yang terlihat cantik walaupun sebagian ditempeli plester,dia menggenggam tangan mungil itu sembari menempelkan di bibirnya dengan senyum yang tidak pernah lepas, karna rasa bahagia yang tak terkatakan,dia benar-benar seperti ingin melompat berteriak untuk mengekpresiasikan kebahagiaan yang membuncah didada,karna akan menjadi seorang ayah.

__ADS_1


tetaplah setia dan beri dukungan kalian untuk karya aku semuanya 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🤲🤲🤲🤲😍😍😍😍😍🤩🤩🤩🤩 jangan lupa like dan komenya y.


__ADS_2