Aku Dan Kamu Berbeda Tetapi(Cinta Juga)

Aku Dan Kamu Berbeda Tetapi(Cinta Juga)
Bab.07


__ADS_3

Buk.....buk...brak....buk.....srek....kretak...


suara yang saling beradu kekuatan, Sean dan Rey sedikit kewalahan menghadapi ratusan orang berbadan besar itu,


dan Sean merasa ada yang aneh dengan mereka karna tubuh mereka seakan tidak merasa kesakitan.


Sean terus melawan dan terus memperhatikan apa kelemahan mereka dan apa yang membuat mereka begitu kuat.


Sean jadi teringat bahwa orang-orang yang mereka lawan sekarang memiliki kekuatan yang tidak masuk akal dan memikirkan itu Sean merasa mereka bisa kalah karna mereka tidak bisa melawan orang-orang ini hanya dengan cara seperti ini saja.


Sean mengeluarkan senjatanya dan menembaki mereka tapi mereka tidak bereaksi apa-apa walau tubuh mereka terluka dan berdarah.


''Nana mereka tidak akan bisa kalah kau harus bertindak sepertinya kedua orang itu orang baik''


''Wah...kakek sudah bisa membedakan baik dan buruk ternyata''


Ayana justru mengejek sang kakek yang tiba-tiba merubah tatanan bajunya supaya terlihat cool, dan Ayana yang melihat itu justru berdecak kesal karena sang kakek justru menyombongkan dirinya.


''Huh...daripada melihat kakek yang sombong mending Yaya bantu mereka'


Ayana mencari sesuatu yang bisa menutupi wajahnya agar t


tidak bisa dikenali, sang kakek juga ga mau ketinggalan dia juga mau berolah raga karna sejak dia dibumi manusia dia jadi banyak tidur, dia mengambil syal yang memang sering dibawa Ayana setiap bepergian, berlian justru merasa bo.....h karna tidak ingat kalau dia punya syal.


Dia juga mengambil dan mengikuti sang kakek yang keluar lebih dulu berjalan dengan gaya yang membuat Ayana tidak habis pikir, bagaimana tidak sang kakek berjalan dengan cool satu tangan masuk saku celananya dan satu tangannya lagi dia buat memutar mutar bebek-bebekan yang entah dari mana dia ambil.


''Wah...wah..''wah....kalian sangat tidak adil, bagaimana bisa kalian yang banyak nya seperti semut ini melawan dua orang ini''


''Hais kakek jangan ceramah disini, karna tidak ada yang akan mendengarnya''


''ya kau benar cucu as..'aku sungguh lupa itu, hei pemuda kalian tenang saja saya dan cucu saya akan membantu kalian, ia tidak nana?''


''Kakek betapa kali aku bilang aku itu bukan nana tapi yaya''


''Yaya sama saja''


''Apa kalian sudah selesai mengocehnya?''

__ADS_1


tanya pria tua yang begitu kakek benci, dan ingin sekali rasanya sang kakek mencincang cincang daging orang itu saat ini juga tapi dia masih menahan diri karna dia sudah percayakan semua itu pada sang cucu.


''Ayana yang sudah mendengar langsung penjelasan tentang ayahnya yang disandera dan bagaimana sang ayah diperlukan membuat kemarahan Ayana tiba-tiba muncul dia melompat dan langsung menerjang pria tua yang jauhnya dari tempat dia berdiri kira-kira 50m lebih dia bahkan menjadikan kepala orang-orang dari pria tua itu sebagai pijakannya untuk bisa mencapai pria itu.


Semua orang tidak menyangka bahwa wanita yang bahkan mereka tidak ketahui wajahnya itu akan langsung menyerang yang paling jauh.


Anak buah dari pria tua itu tidak tinggal diam mereka mencoba menghalangi tapi sang kakek juga tidak membiarkan mereka membantu tuan mereka, melihat ada bantuan Sean dan Rey juga maju untuk melanjutkan pertarungan.


dalam pertarungan sang kakek justru membuat Sean sangat merasa aneh karna pertanyaan dan perkataan sang kakek.


''Hei anak muda kelak kalau kau menikahi cucuku itu kau mau berapa anak?''


..???????


''Aku bicara padamu pemuda, karna dulu istri ku juga bertanya begitu, aku pengen banyak tapi yang jadi cuma satu''


''Anda bicara apa dalam keadaan genting begini? lagi pula aku tidak mengenal kalian''


''Kaubsalah pemuda kau mengenal cucuku dan pernah bertemu dengannya kalau tidak salah dua kali''


''Sudahlah lebih baik fokus pada pertempuran''


''Sean siapa pria itu dia terlihat bisa mengimbangi gadis itu dan juga menghalanginya menyerang pria tua itu?''


''Dia adalah akar dari semua kekacauan ini''


''Maksud tuan, dia dalangnya?''


''Bukan tapi dialah yang sudah menerima darah pertama dari orang yang memiliki kekuatan asli mereka semua''


Buk.....


ahhhhh....


''Kakek kalian menyingkir lah bawa mereka berdua kedekat mobil kita aku akan menyelesaikan ini''


''Nana pria tua itu dilindungi''

__ADS_1


''Aku tau kek, aku akan bereskan tikus-tikus ini dulu kek''


''ok bailah, kalian berdua ikut aku biarkan Nana yang membereskannya, hei kau percayalah calon istrimu ini bisa menyelesaikannya''


''Siapa calon istrinya? kenapa aku tidak tau?''


''sudahlah kita bahas itu nanti''


Dia berputar dan menyeret Sean dan Rey dengan entengnya dan itu membuat kedua pemuda itu kaget dan berteriak.


''Yah kau..kenapa tidak bilang bilang dulu kalau mau terbang''


Rey sangat kesal karna tiba-tiba tubuhnya melayang dan mereka terbang.


duk.. mereka mendarat dengan sempurna, dan itu tidak luput dari perhatian pria tua tersebut.


Sean masih memperhatikan wanita yang sedang berdiri didepan ratusan orang-orang yang masih belum memiliki tanda-tanda kalah karna mereka sepertinya memiliki tubuh yang kebal.


Dia memperhatikan wanita itu dan melihat wanita itu mengulurkan tangannya kebelakang tubuhnya dan tiba-tiba saja ada benda silau keluar dan itu adalah pedang yang entah dari mana datangnya, kini sudah berada ditangan wanita itu. dia melompat ke udara dan menebaskan pedangnya dan srekkk.... tubuh orang-orang itu langsung terputus dan tiada.


pria tua dan sang penolong itu kaget dan mereka melihat wanita itu datang mendekat ke arah mereka,dan pria tua itu memerintahkan kepada anak buahnya untuk segera meninggalkan tempat dan mereka melarikan diri.


Ayana sama sekali tidak mengejar mereka dia membiarkan saja karna dia mau melihat apa yang ingin mereka lakukan setelah ini.


''Ayana berjalan menghampiri sang kakek dan Sean serta Rey yang masih melongo, Ayana membuka penutup wajahnya begitu juga sang kakek dan hal itu membuat Sean dan Rey tidak percaya karna yang mereka tau gadis ini adalah gadis penakut dan sikakek kenapa masih seperti seumuran mereka.


Rey yang memeng selalu kepo memutari tubuh Ayana dan sang kakek sambil meneliti dimana letaknya pria ini biasa disebut kakek.


''Kau gadis yang waktu itu bukan?''


''Ia itu aku ka''


''Hum..trus waktu itu kau kabur seperti anak ayam yang dikejar musang, kenapa sekarang kau seperti musang yang ingin makan anak ayam?''


Ayana menyimak pribahasa Rey dengan sangat hikmat, sementara sang kakek menganga mendengar kalimat makan ayam, dia berpikir kalau sang cucu suka makan ayam hidup membayangkan itu membuatnya ketawa.


hua... hahahaha......

__ADS_1


''nana kalau kau makan ayam pasti bulunya menempel di bibirmu juga masuk hidungmu trus kau tersendat sendat karna bulunya masuk ke mulutku hua..... hahaha.....''


''kakek.....''


__ADS_2