
Nama:. Ayana Laila
usia: 17 tahun
Telah lulus S I .......
Sifat :. Ceria, humoris juga orang yang serba penasaran
memiliki kemampuan mengendalikan apa saja
yang ada disekelilingnya.
Nama:. Sean alerik
usia: 28 tahun
pekerjaan: seorang CEO sekaligus pemilik perusahaan S,R
grup, singkatan dari Sean dan Reyhan
juga seorang Mafia yang ditakuti dikalangan dunia bawah
Nama ,: Enjel keila
pekerjaan : CEO sekaligus pemilik perusahaan E2A
singkatan dari Edward, Enjel dan Ayana.
juga ibu dari Ayana
__ADS_1
Nama:. Edward.....
berasal dari ras lain yang selalu berwajah muda padahal sudah punya putri yang dewasa
ayah kandung Ayana
Nama :. Reyhan Alerik
pekerjaan : Asisten , tangan kanan Sean dan juga saudara angkat Sean, dan juga pemilik S,R grup
anggota mafia
terimakasih untuk saat ini, ini dulu visualnya ya gaes, juga izin tak pinjem Fofo fotonyaπππππ€π€π€π€π€π€
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Yaya mencoba menyentuh peti itu melihat itu pria dari ras luar itu berteriak tapi Ayana tidak peduli karna sekarang tangannya sangat gatal ingin membuka peti tersebut karna rasa penasarannya dan........
''aaaaaaaaaaaaaakh....''
Melihat itu tentu saja Edward sangat bahagia karna sebagian dari dirinya bersemayam didalam tubuh putrinya.
dan sekarang dia melihat kearah pria yang dari rasnya itu sangat marah dan sepertinya akan membalas dendamnya
tapi apapun itu dia sudah siap menerimanya karna yang terpenting sekarang Ayana sudah menerima isi peti itu yang lain biar menjadi urusannya.
''um..... duh apa sih tadi bikin kaget saja, loh kenapa aku tiduran disini?...ibu ayo kita pulang apa ibu masih ingin bersama brondong ibu?''
''Nak...kamu baik-baik saja kan kamu ga kenapa-napa kan sayang..hum?''
''ih ibu negara ngomong apa sih orang tadi itu aku cuma kaget aja Bu abisnya ada yang nabrak aku gitu eh.. sekarang dah ga tau kemana?''
''yaya...''
''hum...kenapa om?''
__ADS_1
''ya dia adalah Ayah mu nak, memang dia terlihat muda tapi sebenarnya dia lebih tua dari ibu.''
''masa sih bu?''......trus mereka semua siapa mereka juga ganteng dan tampan tapi kenapa mereka melihatku seperti itu? apa mereka musuh ayah dan ibu?''
''kau bertanya kami siapa maka aku akan menjawabnya kami berasal dari ras yang sama tapi kau adalah petaka bagi ras kami, karna putra dari sang pemimpin ras kami lebih milih menjalani hidup dengan manusia seperti kalian sampai dia memiliki anak yaitu kamu. semenjak kau ada di rahim ibumu kau sudah menjadi petaka dan sekarang kau justru mengambil kekuatan ayahmu itu akan membuat ras kami semakin membencimu apa kau paham.....!''
pria itu benar-benar mengeluarkan semua kekesalannya pada Ayana dia sudah tidak punya kesempatan lagi karna kekuatan itu sudah masuk dalam tubuh Ayana.
Sekarang mereka dan seluruh rasnya akan benar-benar lemah karena hanya dengan kekuatan Edward sang pangeran mereka lah mereka kuat tapi kalo seperti ini,? sepertinya mereka harus melakukan dengan cara yang keras supaya kekuatan itu kembali kepada ras mereka yaitu dengan menghabisi keturunan Edward tersebut.
pria itu menarik sesuatu dari balik punggungnya dan mengayunkannya kepada Ayana Edward yang melihat itu langsung menghadangnya dengan benda yang dia ambil dari balik punggungnya juga, Ayana yang melihat itu sungguh sangat terkejut karna yang dia lihat tadi tidak ada yang membawa benda panjang itu, yang dia tau berdasarkan seperti itu hanya ada didalam film-film yang dia tonton selama ini dan sekarang dia melihat benda itu dan digunakan oleh orang-orang yang tadi ada disekelilingnya dan sekarang dia dan ibunya tengah berada ditengah-tengah orang-orang yang menyerang pria yang dia sebut brondong ibunya itu.
''ibu apa kita sedang syuting film kenapa aku tidak melihat kamera dan lainnya''
dia bertanya dengan polosnya pada sang ibu, padahal ibunya sendiri saat ini tengah ketakutan, Edward yang mendengar pertanyaan putrinya itu hanya bisa berharap semoga dengan adanya pertarungan ini kekuatan dalam diri putrinya itu bangkit dan bisa membantunya karna sekarang ini dia sudah tidak sekuat dulu lagi dan dia yakin bahwa dia tidak akan bertahan lama,...''nak semoga saja kau bisa membantu ayah karna jujur aku tidak akan bisa melawan mereka hanya kau harapan ayah nak, suara hati Edward.
''Heh...'lihat bukankah percuma dia membuka peti itu? dia bahkan tidak tau mana permainan dan mana kematian kalau seperti ini seharusnya kekuatan itu jatuh pada salah satu dari kita dengan begitu bisa menjaga dan melindungi ras kita.'' kata pria itu pada Edward dia seakan mengejek kebodohan Edward.
''Walau tidak bisa menggunakannya atau kekuatan itu memang tidak bisa hidup ditubuh putriku, aku tidak akan menyesal paling tidak aku tetap hidup didalam tubuh putriku, itu lebih baik.
''Kau memang bo......h Edward kau lebih memikirkan putrimu itu dari pada raskita kau mempermalukan ayahmu sebagai seorang pemimpin, kau lebih memilih manusia daripada ras kita kau benar-benar bo...h.''
pria itu sangat murka karna Edward sama sekali tidak mengubah keputusannya.
''edwar lebih baik habisi anak kecil itu, dengan begitu kekuatan itu akan keluar dari tubuhnya dan memilih salah satu dari kami, karna kalo tidak kau akan menyesal karna dengan kondisimu yang kehilangan sebagian kekuatan mu kau tidak akan mampu melawan kami''
''Aku tetap pada pendirianku aku tidak akan membiarkan siapun mencoba menyentuh putriku jika aku akan tiada hari ini demi putriku akan aku lakukan karna bagiku putriku adalah segalanya''
''Baik jika itu maumu aku sudah memperingatkan mu tapi kau sama sekali tidak mau mendengarkan ku ''
''Ayo semu serang dia bersama kita lihat bagaimana dia bisa melawan kita sambil melindungi keluarga manusianya itu''
''Serang''.........tang.....tang....srek.....tang....'duk..... Edward terpaksa melawan mereka semua sambil melindungi putri dan ibu dari putrinya itu, dia sudah mendapatkan beberapa luka ditubuhnya karna harus menghadang pedang yang mengarah kepada putrinya karna target utama mereka sekarang ini adalah Ayana melihat semua itu juga perjuangan pria yang mengaku ayah kandungnya itu tentu Ayana sangat sakit Tampa dia sadari dia telah meneteskan air mata melihat tubuh ayahnya yang tekena pedang, dan Tampa sadar dia merasa kalo ada yang berusaha menggerakkan tubuhnya juga mengendalikan tubuhnya sehingga dia berteriak Tampa dia sadari.
''Hentikannnnn.......'' teriakan menggema itu hampir merobohkan bangunan tua itu, semua orang berhenti
mereka tidak menyangka hanya dengan teriakan saja sudah sehebat itu lalu bagaimana jika dia menggukan kekuatannya untuk bertarung maka bisa dipastikan dalam sekejap musuh akan musnah.
__ADS_1
terimakasih ππππmohon maaf jika ada kata dan kalimat dalam penulisan aku y, maklum aku baru pemula ini baru novel keduakuππππππ