Aku Dan Kamu Berbeda Tetapi(Cinta Juga)

Aku Dan Kamu Berbeda Tetapi(Cinta Juga)
Bab.20


__ADS_3

Kakek terdiam mendengar perkataan Sean,dia lupa bahwa manusia bumi hanya percaya pada kuasa Tuhan, tidak seperti mereka yang mengutamakan raja ras dan raja iblis, sekarang dia semakin kuat untuk tekatnya mengikuti manusia bumi dan Tuhan dari manusia bumi,yaitu TUHAN SANG JURUS SLAMAT MANUSIA ,BUMI DAN SELURUH ISINYA.


Setelah melakukan beberapa perdebatan kecil, seluruh ras lain yang ada disana sedikit merasa tenang,dan mereka bertekad untuk meraih kemenangan dengan kekuatan persatuan mereka, mereka semakin yakin bahwa dengan adanya dukungan satu sama lain maka sebesar apapun masalah pasti bisa dikalahkan, walaupun itu harus mengorbankan nyawa sendiri demi kelangsungan hidup generasi mereka kedepannya.


Sementara itu,Ayana saat ini sedang berada di suatu tempat,dia sedang berlatih dengan pedangnya juga serigala yang menghuni Padang tersebut,dia bahkan berlatih sambil bercakap-cakap tentang musuhnya nanti,dan ternyata serigala penghuni pedang itu mengetahui kelemahan pria yang menjadi lawannya nanti, walaupun itu sulit untuk di dapatkan karna posisi kelemahan itu,berada di tempat yang sulit dijangkau, walau ditubuh pria itu.


Tapi Ayana sekarang sedang berlatih cara untuk bisa mengenai kelemahan itu, dengan cara yang tidak bisa dibaca oleh mata dan prasaan.


"Itu sulit nak, tidak mudah untuk menjangkaunya, walaupun aku ikut berperang bersamamu"


"Tapi aku tidak mungkin mengalah begitu saja kan,ini demi masa depan semua mahluk,baik bumi maupun ras lain"


"Hummmm,,,begini saja, aku ingin kau membangunkan seseorang yang mungkin bisa memberi bantuan pada kita, walaupun kemenangan tetap sulit didapatkan, tapi melihat kegigihan mu,aku yakin kita bisa menghentikan dia walaupun hanya untuk sementara, sampai kita nanti bisa mengumpulkan kekuatan untuk mengakhirinya"


"Siapa maksudmu? apa ada yang bisa membantu kita lagi diras lain?"


"Ada, dia sama seperti diriku, dia juga menghuni benda pusaka,jika kau bisa membangunkanya maka kita akan bisa menghentikan raja iblis untuk sementara waktu"

__ADS_1


"Baiklah,katakan padaku,dimana kita bisa menemuinya"


"Ikut aku, kita akan pergi kesana,lebih cepat lebih baik"


"Tunggu kalau kita pergi ke dunia ras kita bisa kehabisan waktu"


"Kau tenang saja,dia ada di bumi ini,bukan didunia ras,jadi kita tidak perlu menunggu lama"


Ayana pergi ketempat yang dikatakan serigala itu,dan kini dia sampai ditempat yang sangat asing menurut Ayana,karna tempat itu,sangat lembab dan banyak lumut disetiap dingding temboknya,disana juga ada tempat seperti tempat duduk yang terbuat dari batu,juga dia melihat disana ada air mancur yang keluar dari mulut sebuah patung yang menyerupai raja wali,tapi juga berkepala singa.


Dia melihat sekeliling,dan terus berjalan sampai akhir dia tiba didepan sebuah air terjun yang tinggi,dia melihat keatas dan saat ini waktu sudah malam, tapi dia tidak peduli dengan hal itu,karna dia ingin segera membangunkan seseorang yang serigala sebutkan.


Tapi Ayana tidak menyerah dia tetap melakukan perlawanan, dan hal itu semakin memancing kemarahan binatang dengan dua jenis dalam satu tubuh itu,dia merasa kalau manusia yang saat ini dia lawan bukanlah orang biasa,karna bisa bertahan dengan serangan serangannya,juga setiap gerakannya bisa diimbangi oleh manusia didepannya.


"Siapa kau manusia? kenapa kau datang dan mengusik ketenangan ku, selama ini walau aku tinggal disini aku tidak pernah menggangu manusia kalau tidak menganggu ketenangan ku"


"Namaku Ayana,nama ayahku Edward dari ras xx"

__ADS_1


Mendengar jawaban Ayana binatang buas dengan dua wujud tersebut kaget, dia menatap wajah Ayana yang cantik,dan ya dia melihat wajah itu memang sangat mirip dengan wajah Edward yang tampan,dia tersenyum dan memanggil seseorang yang dia tau sudah menjadi abdi setia manusia dihadapannya,dan keluarlah serigala itu dari balik tubuh Ayana dengan tatapan menantangnya.


Mereka bertiga berkumpul dibalik air terjun tersebut sambil menceritakan masalah yang dihadapi oleh manusia bumi dan manusia ras, mendengar penuturan serigala dan Ayana binatang dengan dua wujud itu pun mengerti, apalagi ini menyangkut masa depan seluruh umat didunia ini,diapun akhirnya ikut andil, binatang itupun masuk kedalam sebuah seruling emas dan seruling emas itu melayang dan masuk kegenggaman tangan ayana.


Setelah itu Aya kembali dan sampai dirumahnya dia melihat sang suami Sean yang berdiri sambil melipat kedua tangannya di dada,dia menatap Ayana yang justru cengir padanya karna dia tau dia salah,Ayana mendekati Sean sambil melihat sekeliling setelah dia lihat aman dia pun berjinjit dan mencium bibir Sean dan ya kekesalan Sean yang dia pendam sejak sore sampai subuh ini hilang seketika.


Sean hanya bisa tersenyum melihat cara sang istri untuk meredakan kekesalan dan kemarahannya,Sean langsung memanggul Ayana dipundaknya seperti memanggul karung beras,Ayana yang diangkat hanya bisa tertawa sambil mengayun ayunkan kedua kakinya, Edward yang melihat itu tersenyum bahagia karna sang putri memiliki suami seperti Sean,dia juga selalu meniru cara cara Sean memanjakan istri,sehingga dia bisa merasakan betapa indahnya hidup dengan wanita yang kita cintai.


Keesokan harinya,sang nenek terlihat sedikit berbeda, dia terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu, tapi dia langsung merubah raut wajahnya saat ada yang melihat dan bertanya padanya, tidak lama kemudian, seorang pelayan menghampiri semua orang dan berkata ada tamu diluar dan tidak mau masuk kedalam.


Pelayan itu juga bilang kalau yang datang itu banyak sekitar seratus orang,sang nenek yang mendengar itu,hanya diam saja, sementara sang kakek langsung berdiri dan mengintip dari selah gorden jendela, setelahnya dia masuk dan duduk, dia bilang bahwa inilah saatnya,dia pun meminta beberapa orang ras lain untuk menyembunyikan para pelayan dan juga wanita yang tidak bisa bertarung.


Sementara sang nenek terlihat santai, dia sama sekali tidak terlihat takut atau cemas, karena dia sudah tau cepat atau lambat hari ini akan datang.


"Rey,nenek"


"Rey udah tau nek". Rey langsung memotong ucapan sang nenek.

__ADS_1


Sang nenek hanya bisa menatap Rey dan menarik nafasnya dan mengeluarkannya dengan tenang,karna dia sudah tidak perlu lagi menjelaskan apapun,karna Rey sudah besar saat kejadian itu,jadi dia sudah tau semuanya, Sekarang yang harus dia lakukan adalah membantu sebisanya untuk melawan pria itu.


terimakasih masih setia mendukung karya aku semuanya πŸ€²πŸ€²πŸ€²πŸ€²πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™aku tunggu like dan komennyaπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ€©πŸ€©πŸ€©πŸ€©πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2