
''Hei... kenapa melihat ku seperti itu? apa kau jadi tidak mengenalku lagi setelah 17 tahun?''
Edward terus bertanya pada enjel karna melihat ibu dari putrinya itu masih menatapnya dengan pandangan yang tidak bisa diartikan, tapi Ed langsung pahan, ........''apa kau kaget karna aku tidak tua sepertimu? ya mungkin kau belum mengetahui banyak hal tentang ras kami jadi biar aku beritahu, satu tahun bagi kalian bagi kami itu satu bulan jadi jika 17 tahun berarti 17 bulan.
jadi wajar perbedaan wajah kita sangat jauh, tapi kalo kau bertanya apakah aku masih mencintaimu seperti dulu? maka jawabannya ya tetap dan itu tidak akan pernah berubah, apau kau paham hum?''.......
Edward menerangkan semua apa yang ia rasakan selama ini, bahkan walau mereka sudah lama berpisah tapi cinta yang dia miliki untuk ibu dari putrinya itu tak pernah berubah, walau mereka memiliki perbedaan perubahan usia sehingga menyebabkan wajah Edward masih saja muda yaitu seperti usia dua puluh tahun, tetapi cintanya tidak akan pernah berubah.
''oh ia kenapa kau tidak membawa putri kita kemari jika sudah waktunya untuk dia membuka peti ini?''edwar bertanya kepada enjel karna dia tidak membawa serta putri mereka itu.
''ia aku berencana akan membawa peti ini kerumah dan dia bida membukanya disana.''
jawab enjel karna dia tidak ingin putrinya ketakutan jika dia membawa Ayana ketempat yang sangat rimbun dan ditumbuhi pohon-pohon yang besar dan memang kalo diperhatikan tempat itu sangatlah menyeramkan.
''Tidak jel...kau tidak bisa membawa peti ini kerumah, jika Ayana ingin membuka dan memang sudah waktunya dia hanya boleh membukanya ditempat ini, tidak ditempat yang lain. Ingat enjel walau kau berpikir aku tidak melihat semua tentang kalian kau salah aku slalu melihat apa saja yang kalian lakukan, baik dia yang selalu menyebutmu ibu negara, juga kemarin dia memergoki perkelahian dua pemuda dengan anak buah orang yang dulu menyekapku, dan ya aku melihat salah satu dari pria itu adalah masa depan putri kita, . mereka ditakdirkan untuk bersama, tapi jangan pernah kau beritahukan itu pada mereka biar mereka yang bersatu dengan sendirinya.''
''apa maksudmu Ed...kau melihat semua tentang kami?''
''ya.. kenapa? apa tidak boleh?''
''buk..bukan..'' wajah enjel tiba-tiba memerah karna dia jadi gugup karna mendengar bahwa mereka selalu diawasi, itu membuat dia bahagia karna membayangkan Edward juga pasti memdengar setia kata-kata rindu yang dia ucapkan kepada langit malam.
''aku bahkan sering tersenyum melihat tingkah seorang wanita paruh baya yang menatap kearah langit malam, dia mengatakan kalo dia merindukan pelukan serta sikap yang selalu memanjakannya.''
Edward memeluk tubuh enjel dari belakang dan meletakkan dagunya dipundak wanita itu, dia juga merindukan semua ini, tapi apa yang bisa mereka lakukan
__ADS_1
karna mereka terhalang oleh Alan dan ras yang berbeda tetapi cinta tidak bisa memisahkan mereka, karena sekuat apapun tembok pemisah dan juga pagar yang menghalangi mereka, mereka tetap bisa bersatu dalam cinta sehingga sekarang ini mereka memiliki putri yang cantik.
''wah....'tampan sekali....ibu siapa dia apa dia calon ayah aku,? BNI wah ibu hebat dapat brondong, kasih tau resepnya dong bu?''.... hehehehe
entah kapan dan bagaimana Ayana tiba-tiba sudah ada ditempat itu merusak suasana romantis yang baru saja mereka buat.
''yaya kenapa kamu ada disini? .....dan darimana kamu tau tempat ini?''
enjel bertanya dengan kikuk karna dia merasa malu dipergoki sedang mesra-mesraan, tapi Edward dia justru tersenyum karna melihat putrinya yang berdebat dengan ibunya dia merasa mereka sangat lucu.
''nak kemarilah!''
Ayana menganga mendengar brondong ibunya dengan pedenya memanggil dia NAK....sungguh sepertinya pria itu mau diberi pelajaran.
''oho........om kamu pede sekali memanggilku nak?.....bagaimana kalo aku tidak memberi restu apa kau masih bisa memanggilku nak?''
suara sesuatu yang seperti mendarat di atap rumah tua itu, Edward merasa dan mencium kalo itu adalah ras dari alam mereka, yang sudah mengetahui kalo Edward memiliki keturunan dari ras manusia.
''enjel cepat suruh putri Ayana membuka peti itu sekarang.........''
Edward memerintahkan enjel untuk menyuruh Ayana membuka peti itu, sebelum ras dia yang lain membahayakan ayana dan mengambil benda yang tersimpan didalam peti itu.
''yaya cepat nak buka peti ini sebelum terlambat enjel juga meminta Ayana membukanya, sementara Ayana tentu dmsaja dia tidak mau karna dia bingung, apa maksud nya dan siapa mereka dan kenapa juga harus dia yang membukanya.
brak..braaakkk.
__ADS_1
akhirnya pintu besi dan juga yang ditutup menggunakan kekuatan Edward berhasil mereka buka dan sekarang mereka menatap ketiga orang itu dan juga peti yang masih belum terbuka,dan mereka merasa kalo mereka bisa memiliki peti itu.
''edwar....apa dia putrimu yang kau selalu.bunyika itu?..... ternyata dia memiliki aura. dan juga kekuatanmu tetapi sepertinya putrimu belum bisa menggukan kekuatannya,
jadi bagaimana jika kau serahkan dia padaku?''
pria tanpan dari ras Edward meminta Ayana pada Edward sebagai seorang Ayah yang pernah hidup di dunia manusia Edward sudah tau apa itu darah daging juga apa ibu pengorbanan, dan jika sekarang dia melihat darah dagingnya sendiri dibantai maka dia tidak akan tinggal diam.
dia berjalan BB mendekat kearah putrinya dan kini Ayana melihat sendiri tatapan itu seteperti Tatan seorang ayah yang Takut putrinya terluka.
''Nak... ayah mohon tolong kali ini dengar kataku buka peti itu dan ambil apapun yang ada didalamnya,soal kebingunganmu masalah kita kelak ayah janji akan menceraikan semuanya tapi sekarang bukan waktu yang tepat, cepatlah ayah mohon''..........
''hahahaha......... sepertinya putrimu tidak menghakimi atau mungkin dia tidak mempercayai mu, hahaha.......
''hei anak kecil....dengarkan aku, apa kau percaya pria yang usianya hanya beda beberapa tahun darimu adalah ayahmu, sungguh itu tipuan yang paling bodoh ia kan?''
pria itu memprofokasi Ayana untuk tidak mendengarkan Edward dan itu membuat Edward semakin ketakutan dia takut kehilangan putrinya yang selama ini dia pantai dari jauh.
''yaya ayah mohon nak''......... selagi Edward sibuk membujuk Ayana pria itu menggukan kesempatan untuk mengambil peti yang masih tetap berada diposisi semula,
Dan Edward tentu menyadarinya karna didalam peti itu adalah kekuatan Edward yang sesungguhnya yang selama ini disegel sang pemimpin ras mereka yaitu ayahnya sendiri karena melihat Edward saat itu melepaskan enjel dan memilih hidup dengan enjel di dunia manusia dan ayahnya berkata bahwa Edward tidak akan pernah bisa lagi memiliki kekuatan itu dan akan memilih takdir kepada siapa kekuatan itu nantinya bersenayam, dan Edward menerima perintah itu tapi dengan syarat kelak kalo dia memiliki keturunan baik itu dari manusia yang telah dia pilih maka sang ayah tidak akan menghalanginya dan syarat itu diterima karna itulah dia menjaga kekuatannya sendiri selama ini sampai sang putri dewasa, itulah sebabnya sekarang kekuatan itu menjadi bahan perebutan karna ayah Edward sendiri yang meminta pada beberapa ras untuk merebut kekuatan itu kalo ada kesempatan sebelum keturunan Edward yang membukanya karna kekuatan itu akan langsung menyatu dengan tubuh orang yang membuka peti tersebut itulah mengapa sekarang pria itu mencari kesempatan saat Edward dan yang lain sibuk,tapi sayang itu tidaklah semudah yang dipikirkan karna sebagian kekuatan Edward akan lebih mendominasi pada tubuh yang memiliki darahnya sendiri jadi Edward akan tetap mempertahankan kekuatan itu.
Edward mengangkat peti itu dan melemparnya kehadapan Ayana, dan sekarang peti itu tepat berada di dekat kakinya, dan Ayana dengan jiwa kekepoannyalah yang akan berhasil karna pada kenyataannya Ayana memiliki seribu sifat yang selalu ingin tau atau rasa penasaran yang tinggi dan Edward sangat mengetahuinya karna itulah Edward sangat yakin kalo putrinya pasti akan membuka peti itu karna sekarang semua orang seperti berebut ingin memilikibya.
terimakasih πππππtetap beri sufort buat author ya
__ADS_1
teman-teman pembaca yang Budiman dengan meninggalkan jejak lake nya, karna semua dukungan kalian adalah semangat buat author Ridaππππππππ