
Setelah selesai menyemprot mereka bersiap menerima serangan,karna mereka tau sebentar lagi musuh akan menyadari apa yang telah terjadi, dan benar saja salah satu dari musuh berteriak mengatakan kalau bendut atau belatung mereka telah mati, mendengar itu sang pemimpin musuhku melihat bendut miliknya,dan membuat dia marah besar dan mengeluarkan pedang bermata dua miliknya,dan meminta semua prajuritnya bersiap menyerang sementara Ayana sang pemimpin kelompok Sean dan Rey juga kelompok ayah dan kakeknya, dia mengeluarkan pedang miliknya.
Semua musuh yang melihat pedang milik Ayana merasa tidak percaya karna yang mereka tau,pedang itu adalah pusaka milik nenek moyang kelompok musuh mereka yaitu kelompok kakek Ayana, mereka BBdan menatap Ayana dengan pandangan mata yang ketakutan, tapi pemimpin musuh yang mengetahui tentang pemilik takdir pedang itu harus anak yang terlahir dari rahim manusia bumi pun langsung bertanya.
"Siapa yang telah menikahi manusia bumi diantara kalian sehingga melahirkan pemilik takdir pedang itu?"
Mendengar itu Edward berkata kepada mereka.
"Akulah yang telah menikahi manusia bumi dan kami dikarunia putri cantikku, dan ya aku tau aku adalah pangeran dan aku melakukannya, tapi ayah dan keluarga ku menerimanya,sehingga pedang takdir itu memilihnya"
Mendengar bahwa sang pangeran lah yang mengambil wanita manusia bumi membuat pemimpin musuh tidak terima, dia melompat bermaksud menyerang Edward, Ayana langsung melompat ke atas dan menghadang pedang bermata dua itu, dia memperhatikan kalau pedang itu sangat berbahaya karna memiliki tiga sisi yang mampu membunuh satu ujungnya dan yang lain adalah kedua sisi pedang tersebut.
Ayana mencoba mencari celah merebut pedang itu sang bermaksud memusnahkannya tapi tiba-tiba pedang itu mengeluarkan suara seekor singa membuat Ayana terpelanting beberapa meter, Sean yang melihat itu berteriak.
__ADS_1
"Sayang......"
Tapi Ayana yang menabrak pohon besar itu tidak mendengar karna dia memuntahkan darah yang begitu banyak,sampai hampir membasahi seluruh permukaan badan bagian depannya,tapi semua itu langsung menyadarkan semua orang,karna pedang Ayana langsung mengeluarkan suara serigala, bukan hanya itu bahkan seekor serigala keluar dari dalam pedang itu dan menghampiri Ayana yang tergeletak tak berdaya.
Sean yang melihat itu berlari dan memeluk Ayana karna berpikir serigala itu akan memangsa sang istri, tapi serigala itu justru menyembuhkan luka Ayana,serigala itu menatap pedang musuh dan dia kembali masuk kedalam pedang ayana, dan Ayana langsung mengangkat pedang nya disertai dengan tatapan mata yang penuh kemarahan.
Dia menatap Sean dan memintanya berdiri, setelahnya dia melihat tatapan sang ayah yang penuh kesedihan, karna telah menimpakan beban berat dipundaknya, tapi Ayana menatap sang ayah sambil menggelengkan kepalanya tanda dia tidak apa-apa.
Dia melihat musuh yang mulai mengangkat senjata mereka,dan mengarah kepada kelompok mereka, Ayana meminta Sean dan Rey tetap dibelakangnya sementara sang ibu dibelakang sang ayah, pertempuran dimulai.
Serigala yang menjadi tunggangan Sean dan Rey membantu mereka melawan musuh dengan mengigit juga mencakar tubuh musuh, Sean yang merasa pertempuran ini akan menewaskan banyak pihak mereka pun mengeluarkan senjata miliknya.
Dan dor....dor...dor...dor...dor...dor... semua pihak musuh yang tidak mengetahui apa nama benda itu pun kaget, karna langsung menewaskan lebih dari setengah musuh, sementara pihak sang kakek yang sudah pernah melihatnya hanya santai dan tersenyum bangga.
__ADS_1
Rey juga tidak mau kalah,dia mengeluarkan sekaligus dua dan dor...dor...dor...dor...dor... Sementara serigala yang menjadi tunggangan mereka hanya mengaum...aaauuuuuuu.......aaaauuuuuuuuu musuh yang masih tersisa menjadi ketakutan, tapi pedang pemimpin musuh yang memang terkenal haus darah itu terbang dan langsung melesat menuju Sean tapi serigala yang menjadi tunggangan Sean itu melompat dan menghindar, begitu juga Rey yang menjadi target kemarahan pedang itu mengejar mereka berdua.
pemimpin musuh itu tertawa terbahak-bahak melihat pemandangan didepannya,dia merasa bahwa kedua orang asing itu akan menjadi santapan sang pedang, serigala yang menjadi tunggangan Sean dan Rey mulai kewalahan menghindar, dan hal itu mengundang amarah pedang yang ada ditangan Ayana.
Pedagang itu lepas dari Ayana dan menghampiri Sean dan mencoba masuk kegenggamannya,Sean yang melihat itu langsung mengerti dan memegang gagang pedang itu dan mencoba mengendalikannya, sampai pada akhirnya Sean melepaskan pedang itu karna memang dia bukan pemiliknya.
Pedang itu yang mengetahui takdirnya pun akhirnya menghalau pedang tersebut dan menimbulkan dua pedang yang saling bertarung di udara, pedang musuh yang mengincar Sean dan Rey, selalu dihadang pedang milik Ayana, sampai pada akhirnya sebuah cahaya memasuki pedang itu dan menangkap pedang musuh, dan memusnahkannya menjadi abu, setelah itu cahaya itu pergi begitu saja.
pemimpin musuh yang melihat pedangnya musnah pun langsung marah dan melawan Sean, Sean pun melawannya dengan kekuatan juga ilmu beladiri miliknya, dan pertarungan itu semakin panas karna prajurit musuh juga melawan dengan kekuatan mereka, dan terjadilah pertempuran yang sengit di antara dua kubu, buk....buk...duak....krek..... suara-suara pertarungan sampai akhirnya pertempuran dimenangkan kelompok Ayana karna musuh melarikan diri,saat melihat prajuritnya tumbang semua.
Setelah pertempuran itu Sean dan Rey juga yang lain kembali ke dunia manusia, bukannya beristirahat Sean dan Rey justru harus mengurus markas mereka yang diserang musuh selama mereka pergi kedunia ras lain. Sean melihat banyak anak buahnya yang terluka parah dan juga banyak yang tewas,Rey mencari dalangnya dan menemukan bahwa ada musuh dari mafia lain yang sepertinya sedang menguji nyalinya menghadapi Mafia milik Sean, setelah diketahui mafia mana yang sedang mencoba bermain main dengan mereka,Sean langsung mengajak Rey dan Ayana juga beberapa anak buahnya yang masih baik-baik saja, untuk menyerang balik mereka yang sudah mengacau Marka sean.
Sesampainya di tempat yang dituju, mereka melihat tempat itu dijaga begitu ketat, dan mereka juga melihat ada banyak mobil-mobil mewah yang terparkir disana, bukan cuma itu mereka juga melihat banyak wanita-wanita yang berpakaian kurang bahan yang dibawa masuk kesana, membuat mereka bertanya tanya, tempat ini markas atau club malam.
__ADS_1
Sampai akhirnya mereka melihat kejanggalan di tempat itu, yaitu tempat itu memang markas yang disulap seperti club malam, supaya mengecoh musuh, menyadari hal itu Sean,Rey dan Ayana pun menggunakan kesempatan itu untuk menjebak musuh didatangi sendiri, Ayana masuk dengan menggandeng rey dan Sean dikedua sisi dan masuk kedalam tampa diketahui musuh.
trimakasih masih setia 🙏🙏🙏🙏🙏 tetap dukung karya ini y😍😍😍😍😍🤩🤩🤩🤩😜😜😜👌👌👌👌🙏🙏🙏🙏