aku menyentuhnya saat lulus SMA

aku menyentuhnya saat lulus SMA
bab 12


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 01:30, Vania terjaga dari tidurnya. Matanya melihat ke sekelilingnya dan berhenti pada salah satu pojok ruangan yang diletakkan kursi sofa.


Disana Vania melihat Wahyu yang sedang tertidur pulas, ia nampak sangat kelelahan. Vania yang melihatnya merasa kasihan karena Wahyu harus menjaga dirinya yang sedang sakit.


Vania pun berusaha untuk bangun dari tempat tidurnya dan ia berniat mengambil selimut yang diletakkan didalam lemari rumah sakit.


Namun, saat ia mencoba untuk berjalan kakinya terasa sangat sakit dan ia pun langsung terjatuh dari tempat tidurnya.


"awwww! sakit"ucap Vania merintih.


Wahyu yang mendengar suara rintihan itu langsung terjaga dari tidurnya. "Loh sayang kamu kenapa?"ucap Wahyu." ya udah kamu naik dulu ke tempat tidur dulu ya, sini aku bantu ya sayang"ucap Wahyu.


Vania pun merasa kakinya terasa sangat sakit. "awww sakit!!"ucap Vania merintih kesakitan.


"ya udah kalau gitu aku panggil dokter dulu kamu tunggu bentar ya sayang"ucap Wahyu. Ia pun berlari keluar untuk mencari dokter. Ia berlari kesana kemari untuk mencari dokter.


Setelah beberapa menit ia berkeliling mencari dokter, ia pun hanya menemukan seorang perawat yang sedang berjalan.

__ADS_1


"suster tolong pasien yang dikamar 201"ucap Wahyu. "baiklah mas, mas tunggu dulu saya akan panggil dokter dan langsung menuju ke ruangan 201"ucap suster.


Wahyu langsung berlari untuk pergi ke ruangan Vania. Setelah sampai disana Wahyu melihat Vania sudah tidak sadarkan diri.


"Vania!! sayang!!Vania bangun sayang"ucap Wahyu sangat khawatir. "dokter cepat dokter!!!suster!!!!"ucap Wahyu berteriak


Dokter dan suster pun masuk ke ruangan Vania dan langsung mengeluarkan peralatan-peralatan yang dibutuhkan.


"mohon maaf mas, sebaiknya mas menunggu diluar saja supaya kami bisa memeriksa keadaan pasien"ucap dokter.


"iya dok, tapi tolong berikan perawatan yang terbaik untuk pacar saya dok"ucap Wahyu.


Wahyu pun keluar dari ruangan dan menunggu diluar. Ia merasa sangat khawatir dengan keadaan Vania seketika fikirannya langsung kacau. Ia sangat merasa bersalah.


"aku jahat!!! aku jahat!!! kenapa harus Vania kenapa tidak aku saja? ini semua salah aku!"ucap Wahyu dalam hatinya.


Tiba-tiba handphone Wahyu berdering dan ia mengambil hp disaku celananya ternyata yang menelepon adalah Bu Rani.

__ADS_1


Wahyu ragu untuk menjawab telepon dari Bu Rani karena ia merasa sangat bersalah tapi ia harus menjawab telepon tersebut karena jika tidak Bu Rani akan sangat khawatir.


"hallo Bu!"ucap wahyu.


"hallo nak Wahyu"ucap Bu Rani.


"gimana keadaan Vania disana nak baik-baik aja kan?"ucap Bu Rani penasaran.


Seketika Wahyu terdiam mendengar pertanyaan Bu Rani tersebut. Ia tidak tau apa yang harus ia katakan kepada Bu Rani. Wahyu merasa sangat bersalah kepada Bu Rani karena telah membuat Vania terluka.


"Hallo nak Wahyu!! kamu dengar ibu kan?"ucap Bu Rani.


"Hallo bu!!apa Bu? ibuk bilang apa Wahyu kurang dengar suara ibu putus-putus"ucap Wahyu.


"hallo!!nak Wahyu!!! hallo! bisa dengar suara ibu?" ucap Bu Rani.


Wahyu pun langsung menutup teleponnya karena ia sudah tidak kuat harus berbohong dengan Bu Rani lagi.

__ADS_1


"maafin Wahyu Bu"ucap Wahyu sambil melihat handphone nya.


__ADS_2