
setelah beberapa menit Wahyu melepaskan ciumannya dan mengecup bibir Vania untuk terakhir kalinya.
"kamu kok kurang ajar banget sih"ucap Vania kesal.
"ya maaf habisnya aku gemes sama kamu"ucap Wahyu mencubit pipi Vania.
"udah lah kamu jangan kayak gitu lagi kamu fikir aku senang gitu"ucap Vania membentak.
"ya kalau kamu enggak suka ya udah, aku pacar kamu dan aku cuman punya kamu."ucap Wahyu membalas Vania.
"aku mau turun, pokoknya kamu turunin aku disini sekarang!"ucap Vania.
Vania langsung membuka pintu mobil dan langsung keluar dari mobil Wahyu tanpa berfikir panjang Wahyu pun langsung melajukan mobilnya.
Disepanjang perjalanan Wahyu selalu kefikiran bagaimana dengan Vania, ia merasa bersalah sudah menurunkan Vania ditengah jalan.
__ADS_1
kemudian ia memutar balik mobilnya dan mencari Vania, setelah beberapa menit ia mencari-cari Vania.
Akhirnya, ia menemukan Vania dipinggir jalan, lalu ia menghentikan mobilnya dan keluar untuk menemui Vania.
Vania yang melihat Wahyu mendekatinya langsung lari menjauhi Wahyu. Wahyu yang melihatnya langsung lari mengejar Vania.
"Vania tunggu"ucap Wahyu berlari mengejar Vania tetapi Vania tetap berlari."sayang tunggu maafin aku"ucap Wahyu berteriak karena Vania semakin jauh.
"udah kamu pulang aja ngapain ngejar aku"ucap Vania. "makanya kamu berhenti dulu aku mau ngomongin sama kamu sayang"ucap Wahyu.
"awww"ucap vania meringis kesakitan. "Vania kamu enggak apa-apa"ucap Wahyu panik. "sakit"ucap Vania merintih kesakitan.
"ya udah sekarang kita kerumah sakit ya"ucap Wahyu. Vania pun langsung menuruti perkataan Wahyu untuk mengobati lukanya keruma sakit terdekat.
karena kakinya luka dan Vania tidak bisa berjalan. Akhirnya, Wahyu menggendongnya menuju mobil. setelah sampai di mobil Wahyu langsung membuka pintu dan melepaskan gendongannya dan ia pun langsung masuk dan mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit.
__ADS_1
Wahyu sangat khawatir Vania kenapa-kenapa sehingga ia mengemudikan mobilnya agak kebut, setelah beberapa menit mereka pun sampai di rumah sakit.
Wahyu langsung menggendong Vania masuk ke dalam rumah sakit sedangkan Vania tidak sadarkan diri karena ia merasa sudah sangat sakit.
Wahyu pun semakin panik dan langsung memanggil pihak rumah sakit untuk menangani Vania.
Vania pun segera di bawah ke ruang UGD dan langsung di tangani oleh dokter sedangkan Wahyu harus menunggu diluar.
Wahyu tidak bisa tenang dari tadi ia hanya monda-mandir menunggu dokter keluar dari ruangan. Ia sangat khawatir dengan keadaan Vania, ia merasa sangat bersalah.
Wahyu baru ingat kalau dia belum menghubungi ibunya Vania. ia pun langsung mengambil hp disaku celananya dan menelepon Bu Rani ibunya Vania.
"hallo ibuk"ucap Wahyu. "iya nak, Wahyu ada apa?"ucap Bu Rani. "buk sekarang ibuk harus kerumah sakit, Vania masuk rumah sakit"ucap Wahyu. "apa!! gimana ceritanya Vania bisa masuk rumah sakit?"ucap Bu Rani cemas. "udah ceritanya tu panjang buk, sekarang ibuk kesini ya"ucap Wahyu. "iya-iya ibuk pulang kerumah dulu ya, ibuk mau siap-siap dulu"ucap Bu Rani. "ya udah buk Wahyu tunggu ya"ucap Wahyu.
Wahyu pun menutup teleponnya dan Bu Rani langsung bergegas untuk pulang kerumah dan pergi kerumah sakit untuk menemui vania dan Wahyu.
__ADS_1