aku menyentuhnya saat lulus SMA

aku menyentuhnya saat lulus SMA
bab 14


__ADS_3

Setelah beberapa menit mengendarai mobilnya. Akhirnya Wahyu sampai dirumahnya. Nampak rumahnya sangat sepi karena maminya sibuk bekerja dikantor, dirumah hanya ada Bi Inah.


Wahyu pun memarkirkan mobilnya digarasi, setelah itu berjalan menuju ke pintu depan rumahnya. kriing!!! bel rumah berbunyi.


Bi Inah yang sedang mencuci piring langsung menuju ke luar untuk melihat siapa gerangan yang datang. Bi Inah membuka pintu dan melihat Wahyu.


"den Wahyu! ihh den dari mana aja bibi kangen sama Aden? ehh! den Wahyu baik-baik aja kan? udah makan apa belum?aduh den bibi khawatir sama den Wahyu"ucap bibi.


"aduhh bibi ku sayang aku baik-baik aja kok, mending sekarang bibi siapin aku makan ya soalnya habis aku mandi nanti aku mau makan masakan bibi udah lapar banget bi"ucap Wahyu mengelus-elus perutnya.


"ya ampun bibi sampai banyak tanya kayak gini! maaf ya den? ya sudah sekarang den Wahyu mandi dulu. Bibi mau siapin makanan buat den Wahyu"ucap Bi Inah.


"oke bi! masak yang enak ya?"ucap Wahyu.


"siap laksanakan tuan"ucap Bi Inah sambil tertawa.


Wahyu yang melihat tingkah Bi Inah langsung tertawa terpingkal-pingkal. Maklum Bi Inah adalah orang yang setia menemani Wahyu dan maminya saat sedang susah dulu. Bi Inah adalah teman curhat Wahyu ketika Wahyu ada masalah.

__ADS_1


Wahyu bergegas naik ke atas menuju kamarnya untuk mandi.


Setelah beberapa menit Wahyu keluar lagi dari kamarnya dan menuju ke dapur. Didapur tampak hidangan makanan yang begitu lezat dan menggugah selera tentunya. Wahyu langsung mengambil piring dan meletakkan nasi diatasnya. Ia bingung harus mengambil lauk yang mana. Ia hanya bisa menggaruk-garuk kepala karena kebingungan.


Bi Inah yang melihat tingkah Wahyu Yang sedang kebingungan hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"anak ini memang tidak pernah berubah"ujar Bu Inah dalam hatinya.


Lalu ia menghampiri Wahyu.


"aduhh bibi! Wahyu bingung harus ngambil lauk yang mana dulu bi semuanya enak"ucap wahyu.


"selalu aja gitu jawabannya, ya udah sini bibi ambilin"ucap Bi Inah.


Bi Inah mengambil ikan bakar dan meletakkannya ke piring Wahyu.


"Bi Inah juga enggak berubah selalu aja itu yang diambil duluan buat Wahyu"ucap Wahyu.

__ADS_1


"Bibi tau kesukaan den Wahyu dari kecil sampai sekarang den Wahyu suka ikan nila bakar. Ya udah den Wahyu makan dulu ya jangan ngomong lagi habisin dulu makanannya katanya lapar"ucap Bi Inah.


Wahyu pun makan dengan lahapnya karena ia memang sudah sangat lapar. Melihat Wahyu makan dengan lahap Bi Inah merasa sangat senang, ia sudah menganggap Wahyu seperti anaknya sendiri. Apalagi semenjak anak semata wayang Bi Inah meninggal karena kecelakaan. Sejak saati itu, ia merasa sangat kesepian dan selama itu pula Wahyu selalu berada disampingnya untuk menghiburnya.


Sehingga hubungan mereka berdua sangat dekat layaknya seperti ibu dan anak.


Wahyu yang melihat Bi Inah memandangnya dengan tatapan penuh kasih sayang. Ia lalu mengambil nasi dan lauk yang ada di piringnya dan memberikannya kepada Bi Inah.


"ini bi makan dulu, Wahyu siapin"ucap Wahyu.


"loh den Wahyu ini apa-apaan bibi udah makan tadi den"ucap Bi Inah.


"satu suap aja bi, habisnya bibi lihatin Wahyu terus. Wahyu kira bibi ngiler pengen makanan Wahyu"ucap Wahyu meledek.


"ya enggak lah den, udah ayo makan lagi habisin makanannya"ucap Bi Inah.


Wahyu menuruti perkataan Bi Inah. ia menghabiskan makanannya.

__ADS_1


__ADS_2