Althar In Neo Game

Althar In Neo Game
chapter 02: Can I make a friend?


__ADS_3

Happy reading!


.


.


.


Senin, 19 Juli 2010.


Sudah terhitung hampir seminggu aku bersekolah di Althar. Tapi tak ada satupun yang bisa ku ajak berteman. Aku hanya ditemani oleh kak doyoung ketika jam istirahat, terkadang aku juga makan bersama dengannya dan juga kak taeyong.


Mungkin aku terlalu menutup diri. Sebenarnya, bahasa Indonesia ku memang belum cukup fasih. Tetapi aku bisa berbicara bahasa Inggris dengan lancar. Padahal mereka juga dari luar negeri, bisa saja aku mengobrol menggunakan bahasa Inggris. Aku hanya ... ingin berteman dengan anak itu —lian.


"Ehm, Lee Jisoo" kata seorang anak lelakiyang ku ketahui namanya adalah bobby. Yang duduk di belakang meja vania.


Bobby. Kudengar dari teman-teman, kau bisa melihat sosok 'itu'? Apa benar di sini ada makhluk astral yang hanya bisa dilihat olehmu yang memiliki Indra keenam?. Kalau ku lihat-lihat, kau juga sedikit menutup diri. Seringkali aku melihatmu terus menunduk atau bahkan tidur saja dikelas. Jika ada yang mengajakmu berbicara, kau akan berbicara seperlunya. Apa karena kau takut?.


"Eh iya bobby ada apa?." tanyaku penasaran.


"Apa kau akan pergi makan bersama kak doyoung lagi?" tanyanya, menggunakan bahasa baku. Kurasa aku memang akan pergi bersama kak doyoung lagi, pikirku begitu.


"Iyah sepertinya." jawabku seadanya.


"Kenapa kamu tidak ikut aku dan teman-teman saja?." tawar anak lelakiyang memiliki rambut hitam yang sedikit menutupi matanya.


Apa? bobby menawarkan aku untuk ikut ke dalam pertemanannya? apakah aku boleh?


Teringat akan suatu hal, aku tidak ingin mengalami dejavu. Tapi sepertinya gapapa? karena anak itu pun tidak berteman dekat dengan bobby, melainkan dia berteman dengan kakak kelas B2, paling tidak dengan selly kalau di kelas ini.


"kalau boleh, maka aku akan ikut." balasku.


"boleh kok!."


......................


"Kakak, kau makan apa?." tanya seorang anak perempuan cantik, nada bicaranya terlihat sedikit lembut yang sedang duduk di bangku anak lelakiber-nametag 'Andrean' di sana.


"Oh ini aku makan bakpao beli di kantin kak Keun. Jiyo (jihyo) kau ga makan?." tanya anak lelakiitu.


"Belum ... boleh aku meminta bakpao kak Andre?." pinta nya dengan ragu.


"Boleh nih." jawab andrean, sambil memotong bakpao isi cokelat ukuran besar dan membagikannya ke jihyo.


"Heii hei anak siapa ini?." kata seorang anak lelakiyang baru datang. Kulitnya hitam manis, tampilannya memang agak berantakan dan seperti psikopat suka membawa-bawa pisau mainan. Tetapi bagi jihyo, dia adalah anak yang baik dan humoris.


Beda lagi dengan Andrean atau Andre, dia anak yang manis, berkulit putih, dan juga tegas. Seringkali jahil kepada teman kelasnya, kadang dengan jihyo juga begitu.


"Anak emak nya lah." tukas andre sambil mengunyah.


"Jiyo, nanti pulang sekolah mau main sepeda bareng ngga?." tanya andre lagi.


"Izin dulu ke emaknya ga sih?" sungut naufal.


"Udah pasti lah."


"Nanti kakak-kakak yang lain juga ikut?." tanya jihyo kepada mereka.


"Keknya pada ikut, eh aku ke kelas sebelah ya." jawab naufal, kemudian dia berlari keluar kelas dan masuk ke kelas B1.


Memang ada-ada saja anak itu, sama seperti dion— teman satu gengnya juga. Ia sering datang ke kelas B1 untuk mengganggu anak perempuan bernama 'Ebby'.


"Hai, Ebby!"


"Ya tuhan ... dia lagi. Tolong selamatkan aku" batin ebby, ia segera membalikkan badan yang niatnya hendak mau keluar kelas malah tidak jadi.


"Ebby~" sapa dion lagi.


Ini yang bikin ebby risih! dion hanya terus menyapanya seperti ini tanpa tujuan yang jelas. Memuakkan banget baginya.


"Iya, Dion?." balas ebby sambil tersenyum


"Lho kamu lagi? ngapain sih ke sini? suka banget gangguin anak cewek kelas kita!." sungut seorang anak lelakitampan, ber-nametag 'Naren'.


"Dih bukan urusan kamu juga." ketus dion.


"Tapi risih tau ga? mana menghalangi jalan lagi, ya ga sih, Nikko?." katanya sambil menyenggol siku teman di sampingnya.


Anak lelakiyang ber-nametag 'nikko' di sebelahnya ini hanya bisa menghela nafas. Karena ia malas jika berurusan dengan dion, maka dion lah yang akan menang, playing victim banget. Begitu pikirnya.


"Hahahah kasian dicuekin nikko"


"Anj- lu."


"Tuh ada si Nalea." ucap dion, sambil menyembunyikan ekspresi tertawanya. Reflek nikko dan naren melihat ke arah yang dion tunjuk kalau ada Nalea — anak perempuan cantik yang menjadi sahabat mereka.


Sialan, ternyata dion bohong. Kini dion lari masuk ke kelasnya sendiri.

__ADS_1


"DION ANJ SINI KAU!."


"Huft ... untung aja ada kalian berdua." batin ebby.


......................


Kak taeyong sedari tadi mengamati murid-murid nya. Lebih tepatnya sih ke arah anak kembar i — Vivin dan Kiki. Mereka sedang bertengkar dari awal masuk hingga sekarang entah merebutkan apa, tapi yang jelas mereka tidak pernah akur. Jelas sekali mereka kembar tidak indentik.


Berbeda dengan anak kembar o — zoha dan toha yang ada juga di kelasnya. Kak taeyong jarang melihat kembar o ini bertengkar malah terlihat akur satu sama lain.


Kak taeyong berpikir akan memisahkan salah satunya si kembar i, tapi siapa yang akan mengalah ya? dan bagaimana caranya agar terkesan tidak menyakiti hati salah satunya?.


Kebetulan sekali kak doyoung melewati kelas A1, lalu kak taeyong segera memanggilnya. "Ya. Ada apa, Yong?"


Setelah dijelaskan, kak doyoung mengangguk paham situasi yang dijelaskan oleh kak taeyong.


"Gimana kalau lu tukar dengan si davin dari anak kelas gue?." usul kak doyoung.


"Soalnya, gue sering lihat Davin selalu main dengan Vivin, Zoha, dan Toha dari anak kelas lu." sambungnya lagi.


Kak taeyong mengangguki usulannya kak doyoung.


"Boleh juga, apa Kiki mau ya dipindahkan?."


Kak doyoung menepuk pundak sahabatnya itu, lalu mengangguk. "Yakin deh, pasti dia mau kok kalau lu ngomong nya perlahan." jawabnya.


Guru lelakibersurai kecokelatan itu, memasuki ruang kelasnya bersama kiki yang sudah setuju untuk pindah kelas. Kiki sangat muak dengan abangnya, vivin. Selalu saja dia yang menang, sudah begitu egois pula.


"Sini deh, Davin." panggil kak doyoung dengan lembut.


Sang empunya pun menoleh dan menyahut. "Iya, Kak ada ape nih?."


"Kamu mau ngga pindah ke kelas A1? kelasnya kak taeyong yang luas itu. " bujuknya dengan sangat hati-hati agar tidak menyakiti perasaan hati anak kecil ini.


Davin terlihat ragu, namun seketika pandangan matanya menuju ke arah pintu. Ternyata ada zoha, toha dan vivin yang sedang lambaikan tangan.


"Ssttt vin, davinnn~ ayoo sini main sama kita! hehehe." bisik mereka bertiga. Padahal kedengaran oleh orang-orang apalagi dengan kak doyoung. Ia terkekeh melihat interaksi mereka yang menggemaskan ini.


"Mau pindah deh, Kak!." ungkapnya dengan bersemangat. Kak doyoung mengusap surai anak kecil ini dengan gemas.


"Maafin kakak ya, Davin ..." lirihnya pelan, namun tidak kedengaran oleh davin karena ia langsung membereskan buku dan tasnya.


Davin keluar dari kelas A2 setelah membereskan barang-barangnya dan di antar oleh kak doyoung ke kelas A1 bersama dengan ketiga anak tadi.


"Syukurlah, kukira akan terjadi percekcokan." batin kak doyoung.


Jumat, 23 Juli 2010


Dikarenakan kemarin kak doyoung bilang, akan ada acara makan bersama hari ini. Makanya aku bilang pada kak nurul untuk membawakan ku bekal. Setelah aku membuka bekalku, ternyata isinya hanya 7 nugget goreng yang bervariasi dan nasi putih saja.


Mama dan papa selalu bekerja. Bahkan, diantara mereka berdua sampai ada yang tidak pulang ke rumah. Contohnya saja hari ini, mama tidak pulang ke rumah. Ia seperti lupa ada anaknya yang selalu menunggu nya pulang.


"Jisoo, kenapa melamun? ayo dimakan. Kamu bawa nugget yaa? Lucu bentuknya." ujar kak doyoung, sambil menepuk-nepuk kepalaku dengan lembut.


"Iya, Kak."


Kak doyoung selalu memperhatikan muridnya makan dengan benar. Terkadang, aku ingin kak doyoung untuk terus memperhatikanku saja. Rasanya gimana ya memiliki kakak seperti kak doyoung?. Anak pertama maupun anak tunggal seperti diriku mana tahu rasanya.


"Jisoo, kamu bawa apa?." tanya lian tiba-tiba.


Tidak ada angin, tidak ada hujan. Melainkan seperti dentuman listrik yang masuk seketika ke jantungku. Mengapa lian menjadi sok akrab begini?.


Ada apa ini? Tiba-tiba juga dava dan barred mendekati ku juga. Sepertinya ada yang mencurigakan. Tunggu —mengapa mereka bisa menjadi akrab bukannya saling membenci? padahal aku menjadi pengamat kelas setiap hari, tapi melihat mereka akrab begini, membuatku penasaran apa yang sebenarnya terjadi.


"Nugget ya? boleh minta ngga?." kata lian sekali lagi, dengan nada lembut yang sok imut.


"I-iya boleh. Ambil aja."


Lian mengambil dua nugget ku. Kurang ajar. Padahal aku belum memakannya sama sekali. Lihatlah sekarang, kedua temannya ini sedang merayu ku juga.


"Dava boleh minta juga ga, Soo?." tanya dava dengan nada sok imut juga.


"Ambil aja, Dav."


Tapi dava tahu diri, ia hanya mengambil satu nugget. Kini giliran si boncel itu. Barred ikut-ikutan juga meminta. "aku mau juga dong Jisoo, boleh kan?."


Aku hanya bisa tersenyum kecut dan mengiyakan walaupun ia mengambil dua nugget seperti lian. Gapapa toh, jarang juga mereka mengajakku berbicara begini, lebih tepatnya hampir tidak pernah.


"Jevan, Jinwoo, kalian bawa apa?." tanya vivin, davin, zoha, serta toha yang terlihat sedang memalaki kedua orang itu. Pasalnya jevan tau niat mereka bertanya begini, buktinya adalah ayam goreng nya Felicia —teman kelasnya sudah diambil satu oleh mereka.


"Barbeque, kenapa?." jawab jevan.


"Boleh bagi ngga?." kata davin memelas.


Anak berkebangsaan Korean-Aussie itu melengos, sebenarnya malas menanggapinya, tapi ah sudahlah. "Nih, ambil." Ia memberi sepotong-sepotong untuk mereka berempat.


"Woy kalian kan bawa makanan juga. Masih aja minta-minta." omel jinwoo yang disampingnya.

__ADS_1


"Tapi kita kan mintanya ke jevan, bukan ke kamu hihi." menyebalkan sekali.


Kak taeyong melihat interaksi tadi tersedak sedikit melihat jevan membawa steak ke sekolah dengan ukuran besar bagi anak tk seumuran dia. "Emang habis ya sebanyak itu?" pikirnya yang meragukan.


"Eh kamu lagi makan apa, Ndre?." tanya kakak lelakidengan rambut sedikit ungu itu kepada andre yang sedang lahap memakan isi kotak bekalnya.


"nasgor nih mau, Kak?." kak ten lee menggeleng sambil tersenyum.


"ngga, kakak cuman nanya aja kok. Makan yang banyak ya." jawabnya.


Kak ten lee mengeluarkan kamera nya, lalu meminta anak-anak kelas B untuk berpose. Ia pun memotret anak-anak kelas A yang menggemaskan untuk dijadikan kenangan dan di tempel di album ataupun di majalah dinding.


Kak doyoung melirik jisoo yang didekati oleh lian, dava, dan barred membuatnya sedikit cemas. Lalu ia menghampiri mereka berempat. "Wahh jisoo baik banget ya, suka memberi makanan kepada temannya ☺️." ujar kak doyoung.


"Dava, kamu bawa apa?." tanyanya ke dava.


"Nasi goreng buatan mama, Kak! mau coba?." Kak doyoung mengangguk. Ia mengambil sesendok nasi goreng menggunakan sendok makannya sendiri yang ia bawa dari kos-an.


"Enak juga ya ... Lian dan Barred pula bawa apa?." tanyanya lagi kali ini ke mereka berdua.


"Aku bawa mie goreng indomi kak, karena baru tau ada mie seenak ini." jawab lian, menunjukkan bekalnya.


Kak doyoung mengangguk paham karena ia juga menyukai mie goreng. "Kakak juga suka mie goreng loh."


"Kamu, Barred bawa apa hm?." tanya kak doyoung ke barred.


"Kalo aku bawa ikan asin dan juga sambel terasi kak." kata barred menunjukkan bekalnya juga. Tanpa rasa malu ia menunjukkan itu pada guru dan juga teman-teman nya.


"Kenapa kamu suka ikan asin, Barred?." tanya kak doyoung penasaran.


"Karena ikan asin lezat dan gurih." jawabnya begitu.


"Kakak juga suka ikan asin hihi." kak doyoung mengusap kepala barred. "Ya udah asalkan Barred suka, makan aja. Tapi jangan keseringan ya. Nanti batuk." jelasnya, diangguki oleh anak itu.


Kemudian, kak doyoung memberikan sedikit kata kepada murid-muridnya agar tidak hanya fokus pada makannya dan merasa jenuh.


"Adik-adikku, makan yang banyak yaa. Jangan lupa makanan nya tuh harus 4 sehat 5 sempurna kalau memungkinkan, ada yang tau ga apa aja itu?." katanya sambil melemparkan pertanyaan ke mereka.


"Aku tau kak!." jawab jihyo.


"Apa aja jihyo, sebutkan sini."


"Nasi, ikan, telur, buah-buahan, dan susu kan kak?" jawab jihyo dengan percaya diri sambil menyebutkannya.


"Ah haha iya betul jihyo! Kamu anak yang pintar yaa☺️"


"Padahal bukan seperti itu." Tanpa sadar jevan mencibirnya dan didengarkan oleh kak doyoung serta jihyo.


Oh iya, Kami makan bersama di teras kelas beserta anak murid kelas lain pun juga sama.


"Ya, jevan kamu mau menambahkan?." kata kak doyoung yang sekarang menghadap ke arah jevan alias badannya mengarah ke anak murid kelas A1.


Dengan sedikit malu, jevan menjawab.


"Karbohidrat berupa nasi, lemak berupa telur atau bisa aja keju atau yang berminyak lainnya, terus protein berupa lauk-pauk, lalu vitamin bisa berupa buah-buahan ataupun sayuran, mineral itu air, dan yang bikin sempurna itu susu. Karena susu membuat tulang kita menjadi sehat. Itu doang sih, Kak yang papaku ajarin."


Jevan menjelaskan itu tanpa ragu dan jelas. Sehingga murid-murid lain kagum mendengar penjelasannya. Termasuk kak doyoung dan juga kak taeyong.


"Wah anak ini.. Luar biasa!!." pikir keduanya.


Kak doyoung dan kak taeyong, bertepuk tangan kemudian murid-murid pun juga bertepuk tangan. Membuat jevan malu seketika.


"Ah.. harusnya aku ga melakukan ini." batinnya.


"JEVAN!! KAMU PINTER BANGETT." kak taeyong menghampiri muridnya itu. Begitupun dengan kak doyoung yang memujinya terus menerus.


"Jevan pintar banget. Kamu makannya apa sih, Jev?." tanya kak doyoung sambil menutup mulutnya karena kagum.


"Steak barbeque."


Atmosfer kembali berubah. Burung yang lewat pun mengeluarkan suara kepakan nya hingga terdengar oleh telinga.


"Ohh ... oke." kata keduanya, langsung kembali biasa lagi.


"Iya, orang kaya memang berbeda." pikir mereka berdua.


Karena insiden ini, aku ingin sedikit lebih terbuka kepada mereka agar aku bisa mengenalnya lebih jauh.


...----------------...


To be continued.


Masih penasaran kan sama kisah mereka? yuk baca terus althar universe ini. Karena perjalanan mereka masih panjang~ jangan bosan-bosan yaa! karena, ketika mereka masih TK ini lah yang membuatnya seru hehehe.


Tapi tenang aja kok. Mereka akan cepat tumbuh dewasanya! untuk beberapa chapter kedepan, aku updatenya agak sedikit ya karena biar cepat aja. ^^


Doakan saja agar nachasu dapat meneruskan cerita ini hehe☺️.

__ADS_1


__ADS_2