
" Yah, hallo." ucap Eloon setelah menjawab panggilan dari Mike. Ia kini sedang mengerjakan tugas mata kuliahnya di laptop.
Hening.
Tak terdengar suara sama sekali dari seberang sana hingga Eloon mematikan panggilan telfonnya. Ia kemudian kembali fokus pada layar laptopnya namun, ponselnya kembali berdering.
" kenapa kau mematikannya. aku belum berbicara." omel Mike diseberang telfon saat panggilannya diangkat Eloon.
" kau itu kenapa marah-marah sih. tadi kau tidak bicara jadi aku mematikannya." ucap Eloon dengan santai. Ia kemudian mematikan panggilan itu secara sepihak.
Sedangkan disisi lain, Mike tampak sangat kesal diruangannya karena Eloon mematikan panggilan secara sepihak tanpa mendengar perkataannya.
****
Hari berlalu begitu cepat hingga saat ini sudah waktunya bagi Kyle dan Mike untuk pulang ke mansion. Kyle berjalan keluar dari ruangannya dan tanpa sengaja melihat Mike yang masih bergelut dengan berkas-berkas di meja.
" kau tidak pulang?" tanya Kyle dengan ciri khasnya yang berwajah datar dan aura dingin.
" humm"
Mike menjawab dengan sesimpel-simpelnya tanpa mengalihkan pandangannya pada berkas-berkas.
__ADS_1
" baru kali ini Eloon berjasa dalam hidupku karena, membuat Karan jauh dari istriku." celetuk Kyle dan segera berlalu meninggalkan Mike yang kini kebingungan dengan kalimat yang dilontarkannya.
Selepas kepergian Kyle, Mike tampak berfikir keras karena perkataan pria dingin itu hingga membuatnya tidak fokus lagi pada berkas yang menumpuk dihadapannya.
Dengan penuh tanda tanya yang meliputi otaknya, Mike segera meninggalkan mejanya karena Ia kini ingin segera menemui Eloon yang entah dimana sekarang.
Mike berjalan tergesa-gesa meninggalkan perusahaan dan segera masuk kedalam mobil mewahnya.
Tanpa disadari, dari kejauhan sepasang mata berwarna silver memperhatikannya dari dalam mobil dengan senyum mengembang diwajah datarnya.
" dasar, sok jual mahal sekali." ucap orang itu dan segera melajukan mobilnya.
****
" kemana kau? Apa kau sungguh berkencang dengannya.?"
Pertanyaan itu semua muncul dibenak pria gagah itu yang kini sudah tampak gusar. Dengan menambah laju kendaraannya, Ia mengemudi dengan kecepatan penuh hingga tak lama sudah tiba disebuah apartemen yang elit.
Berlari dengan cepat, Ia memasuki lift dan saat tiba dilantai tujuannya Ia segera menuju unit yang akan dikunjunginya.
Ia menekan bel dengan cepat dan secara berulang-ulang tanda bahwa Ia kini sudah tidak sabar untuk dibukakan pintu.
__ADS_1
" Mike, kenapa kau datang tengah malam begini?" tanya Eloon saat membuka pintu apartemennya yang menampilkan wajah tampan sahabatnya tapi sangat datar.
Mike yang melihat tampilan acak-acakan Eloon kini baru sadar dan merutuki kebodohannya yang sejak tadi sibuk sendiri dengan pikirannya.
" kau baru bangun?" tanya Mike karena melihat wajah bantal serta rambut acak-acakan Eloon.
" kau pikir apa, tadi saat mengerjakan tugas kuliah aku ketiduran." jawab Eloon santai sembari menguap didepan Mike.
" awas kau Kyle, sudah membuatku jadi malu sendiri." umpat Mike dalam hatinya karena baru sadar sudah dikerjai oleh Kyle.
" ada apa?" tanya Eloon yang masih dalam mode mengantuk.
" a...aku ingin mengajakmu makan malam." ucap Mike sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia benar-benar merasa jadi orang bodoh dihadapan Eloon.
" Really?" pekik Eloon girang. Matanya yang semula sayub kini tampak membulat karena senang.
▪︎
▪︎
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa dukung dan suport serta like and vote yah😊🥰😘😘
Follow IG: @ningsih_official07