
Hembusan nafas hangat Kyle menyapu pundak polos Krystal yang kini bertumpu disana. Mencium pundak itu dan beralih mengecup tengkuk istrinya, Kyle bermain didepan sana.
" kau membawakan aku bunga." seru Krystal hingga membuat Kyle tersadar.
Kyle membalikkan tubuh Krystal dan memberikan buket bunga yang sejak tadi dipegangnya.
" aku singgah ditoko bunga tadi." ucap Kyle tersenyum manis pada Krystal yang kini mengendus aroma bunga mawar itu.
Puas mengendus aroma mawar, Krystal beralih menatap wajah tampan suaminya. Menatap dalam manik mata silver dan perlahan jemarinya menyentuh wajah Kyle.
Kyle mengerutkan keningnya karena merasa heran. Ia melihat Krystal layaknya seseorang yang normal dan bisa melihat.
" kau bisa melihatku?" bisik Kyle yang dijawab anggukan oleh Krystal.
Kyle tentu saja terkejut dan keterkejutannya bertambah kala melihat sang istri tak memakai alat bantu pendengaran namun bisa merespon ucapannya.
" kau bisa mendengarku juga?" tanya Kyle lagi yang dibalas senyum manis oleh istrinya.
Krystal kini menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Kyle.
__ADS_1
" kau tau, saat aku bersamaku aku bisa menjadi normal dan saat aku jauh darimu aku menjadi seperi anak ayam yang kehilangan induk."
Krystal berbicara dengan lembut sembari memeluk erat suaminya. Ia kini sungguh percaya akan ucapan Uncle Jeremy bahwa tidak sulit bagi Tuhan untuk membuatnya normal melalui seseorang dan mungkin orang itu adalah Kyle sendiri.
Mendengar ucapan sang istri, hati Kyle terasa tercubit. Ia kini mengerti posisinya dalam hidup Krystal sangatlah berharga karena istrinya itu bisa bergantung hanya padanya.
" aku janji akan membuatmu selalu merasa aman dan nyaman." ujar Kyle membalas pelukan erat istrinya.
" sayang." panggil Krystal hingga membuat telinga Kyle terasa panas. Hatinya sungguh bergetar saat istrinya memanggil sayang.
humm.
" jika aku tiada lebih dulu, apakah kau akan menjalani hidupmu dengan normal?" tanya Krystal.
Pertanyaan yang dilontarkan Krystal seketika membuat aliran darah Kyle berhenti. Ia tak pernah berfikir sejauh itu karena yang dirinya tau adalah hidup bahagia selamanya.
Menangkup wajah sang istri, Kyle menatap manik mata indah Krystal hingga tanpa terasa air matanya menetes.
" kau tidak akan pergi. Jikapun memang nanti kau pergi, maka aku akan seperti mayat hidup." ucap Kyle kembali memeluk istrinya dengan erat.
__ADS_1
Rasa takut tiba-tiba menyerang saat sang istri melontarkan kalimat seperti itu.
Mengurai pelukannya, Kyle menatap wajah istrinya yang terlihat sangat cantik. Perlahan Ia mendekatkan wajahnya hingga bibirnya menyentuh bibir memble sang istri.
Mengecup rasa manis dibibir itu kemudian meluma't perlahan. Meraih tengkuk Krystal dan memperdalam ciuman itu, Kyle menyesap dengan nikmat bibir yang menjadi candu untuknya apalagi Krystal membalasnya walau masih terasa kaku.
Sembari berciuman, tangan Kyle sudah bergerilya kemana-mana. Ia menarik turun resliting dress yang dikenakan istrinya hingga membuat dress berwarna cokelat itu meluncur kelantai.
Sungguh Kyle sangat beruntung karena Krystal hampir setiap hari mengenakan dress sehingga dengan mudah Kyle melepas dan melancarkan aksinya.
Melepas perlahan pengait bra dan melemparnya, Kyle mere-mas gundukan kenyal istrinya. Ukuran yang pas di tangan hingga menjadi kesukaannya.
Ia menyudahi ciuman panas itu dan menggendong istrinya. Perlahan membaringkan tubuh seksi Krystal diatas ranjang yang akan menjadi tempat pergulatan panas keduanya.
▪︎
▪︎
Bersambung....
__ADS_1