
Waktu berlalu dengan cepat, hingga hari sudah siang. Kyle yang kini berada di kantor lebih tepatnya di ruangan sendiri, tampak begitu sibuk dengan tumpukan berkas dan Mike yang selalu setia disampingnya sejak pagi untuk membantu.
" Aku dengar nenek akan berkunjung kemari." ucap Mike disela-sela kefokusannya dalam memeriksa berkas.
Seketika terdiam, pikiran Kyle saat ini hanya berpusat pada sang istri di mansion. Bagaimana tidak, sang nenek yang dibicarakan Mike adalah saudari Tuan Smith yang sangat cerewet dan tak hentinya mengoceh.
" Aku berfikir, bagaimana jika nenek Arleta bertemu dengan istrimu. Mungkin indera pendengaran Krystal akan membaik seketika." ucap Mike lagi dengan tawa kecil di bibir tipisnya.
" ya, berhenti mengejek iparmu bajingan kecil." celetuk Kyle dengan wajah datar.
Cih, bedebah ini selalu saja membuat mood ku rusak. Wajahnya juga jelek, tidak pernah tertawa dan tersenyum. Selalu tanpa ekspresi, dasar patung hidup.
Mike terus mengumpat Kyle yang tengah sibuk dengan berkas begitu juga dengan dirinya.
" Ais, keluar lah. Mengumpat sepuasmu di ruangan sendiri." usir Kyle hingga membuat Mike terbelalak.
" A..aku.. ah, baiklah." balas Mike dan segera berdiri dari duduknya.
****
Mansion Smith.
" Smith."
__ADS_1
" Smith."
Suara dari seorang wanita renta, yakni Nyonya Arleta, sang kakak dari Tuan Smith. Menggelegar saat menyerukan nama si pemilik mansion yang dikunjungi siang hari.
" kenapa tidak memberitahu ku jika ingin berkunjung." ucap Tuan Smith yang baru saja tiba di ruang keluarga.
" Aku sudah memberitahu bahwa ingin datang, kau saja yang terlalu rempong." balas Nyonya Arleta dengan ketus.
" oh iya, dimana cucu menantuku?" tambahnya lagi dan segera berdiri. Ia sudah mengambil ancang-ancang untuk segera melangkah saat adiknya mengatakan keberadaan sang cucu menantu
" kakek." panggil Krystal yang tiba-tiba datang hingga membuat Tuan Smith dan Nyonya Arleta menoleh pada sumber suara.
Wanita renta itu memperhatikan Krystal dari bawah hingga atas, batinnya, wanita muda didepannya seperti barbie namun, memakai white cane yang berarti dia buta.
" jangan bilang dia istri Kyle?" tebak Nyonya Arleta.
Melihat adiknya yang tidak menyahut, Ia sudah mengetahui jawabannya. Menghela nafas, Nyonya Arleta menggeleng saat memperhatikan Krystal dengan seksama.
Miris sekali, dia cantik tapi buta. Lalu kenapa cucuku yang batu itu mau saja menikah dengan wanita ini?
Nyonya Arleta tak habis pikir, bagaimana bisa cucunya Kyle jatuh cinta pada seorang wanita yang memiliki kekurangan.
" baiklah, karena dia sudah menjadi menantu dikeluarga Smith, apa boleh buat, aku terima. Tapi, dia harus mengikuti ujian dulu." ucap Nyonya Arleta dan mendekati Krystal yang sejak tadi terdiam.
__ADS_1
" namamu siapa nak?" tanya Nyonya Arleta dengan wajah datar.
" Krystal." jawab Krystal dengan tersenyum manis.
Apa-apaan ini, dia persis seperti barbie. Apa dia melakukan operasi? Tapi kalau dia operasi kenapa tidak sekalian matanya di operasi?
Sungguh takjub dengan kecantikan yang dimiliki cucu menantunya, Nyonya Arleta berdecak kagum dalam hatinya.
" kemari, ikut padaku." ucap Nyonya Arleta dengan menuntun Krystal menuju dapur.
" berapa lama kau buta?" tanya Nyonya Arleta sembari terus melangkah.
" dari saat Aku lahir." jawab Krystal dengan jujur.
Nyonya Arleta yang mendengarnya kini terperanjat. Bagaimana tidak, karena sebelumnya Ia hanya berfikir bahwa Krystal buta karena mungkin kecelakaan. Hilang sudah harapan yang ditanam beberapa detik lalu untuk melihat Krystal kembali normal.
Tuhan, berarti dia buta permanen.
▪︎
▪︎
Bersambung....
__ADS_1