Amazing Wedding

Amazing Wedding
Part. 51


__ADS_3

Terlihat santai duduk di kursi kebesarannya, Kyle kini tengah memeriksa semua berkas dan dokumen yang di tinggalkan Mike diatas mejanya.


Disatu sisi, Krystal tengah menikmati olahan buah yang dipesannya pada Mike– beberapa saat lalu.


" sayang, apa kau tidak berfikir bahwa selama ini kita terlalu sering membebani Mike. Aku kasihan melihatnya, dia terlalu fokus pada kita sampai-sampai tidak punya waktu untuk mencari pasangan."


Berbicara sembari menyantap buah didepannya, Krystal hanya mampu merasa tanpa melihat. Kyle yang mendengar penuturan sang istri, menoleh pada sumber suara itu.


" sayang, bagaimana Aku menjelaskannya. Tapi, pekerjaan Mike memang seperti itu. Dia adalah asisten yang sudah sepatutnya melakukan semua perintah atasannya." Kyle berusaha menjelaskan pada istrinya dengan lembut.


Bangkit dari duduknya, Ia menghampiri sang istri yang hanya duduk dengan pandangan kodong– lurus kedepan.


"sayang, Aku ingin bertanya."  Kyle menjeda, lalu duduk disamping istrinya. "kenapa kau sangat cantik?" mengajukan tanya pada Krystal, Kyle kini menahan tawa saat melihat bagaimana ekspresi wajah istrinya yang mendadak berubah.


Krystal tersipu malu, Ia bahkan tak mengunyah buah didalam mulutnya dan meninggalkannya begitu saja.


" kunyah buah mu dulu, sayang." Krystal sontak mengunyah dan menelan buah dalam mulutnya saat disadarkan oleh suara suaminya.


" Aku tidak tau." Krystal menjeda, sebelum menambahkan kalimat selanjutnya. "tanyakan pada Mommy"


Hahaha.

__ADS_1


Tawa Kyle pecah. Pria tampan yang selalu berwajah datar itu, kini terlihat berbeda. Tawa lepasnya menggema didalam ruang kerjanya.


Menghentikan tawanya, Kyle menatap intens wajah istrinya. "kau cantik karena itu adalah takdirmu, sayang"


Kyle berkata dengan sangat lembut serta senyuman diwajah tampannya. Meraih tubuh istrinya, Kyle memeluk sang istri dengan erat.


Namun, pelukan Kyle yang biasa terasa hangat bagi Krystal– saat ini berbeda. Ada rasa tidak suka yang terbersit dihati dan sepersekian detik, Krystal mengurai pelukannya lalu memuntahkan buah yang baru dimakannya.


Huek, huek.


Kyle terdiam, Ia hanya mampu menyaksikan Krystal yang memuntahkan isi perut pada jasnya.


" sayang, kau tidak apa-apa?" Kyle bertanya saat melihat istrinya yang tidak muntah lagi.


Krystal ambruk, tubuhnya terbaring dilantai dan sontak saja Kyle terkejut. Panik dan cemas serta rasa takut datang bersamaan, Kyle dengan segera mengangkat tubuh istrinya, membaringkan disofa lalu menghubungi Mike.




Dengan gerakan cepat yang dilakukan Mike, Ia berhasil menghubungi dokter dengan cepat dan kini dokter pribadi keluarga Smith tengah memeriksa Krystal.

__ADS_1


" dokter, bagaimana istriku? Dia baik-baik saja kan?" Kyle bertanya dengan wajah yang terlihat begitu cemas. Ia menatap nanar pada dokter, menunggu sang dokter berbicara.


" tidak perlu khawatir, Tuan Kyle. Ini hanya bagian dari gejala saat seseorang kelelahan. Sebaiknya biarkan dia istirahat dirumah." Dokter berpesan dan segera pamit pada Kyle.


Sepeninggalan dokter, Kyle kini mengamati wajah istrinya yang tampak begitu tenang. Perlahan kelopak mata Krystal terbuka dan mengerjap beberapa kali.


" kepalaku sakit." keluh Krystal dengan suara lemah.


" haruskah ku antar Krystal pulang?" sahut Mike tiba-tiba.


" tidak perlu. Biarkan dia istirahat disini." ucap Kyle dengan menatap sendu pada wanitanya.


" baiklah. Tapi, Aku harus mengatakan sesuatu." Mike berbicara setelah terdiam beberapa saat.


" katakanlah." seru Kyle tanpa melepaskan pandangannya pada Krystal.


" Pak Anton Wijaya dari perusahaan Kusuma Group, terus meminta janji temu dengan Tuan Kyle. Mereka ingin perusahaan menerima tawaran kerjasama yang diajukan." terang Mike dengan formal


" mereka sungguh tidak tau malu. Sudah jelas bahwa kerjasama itu tidak akan menguntungkan banyak perusahaan kita dan justru perusahaan mereka yang akan untung banyak." gerutu Kyle dengan kesal.


" katakan padanya, Aku tidak akan pernah menandatangani surat itu jika keuntungannya masih tipis untukku." perintah Kyle dengan tegas.

__ADS_1


" sayang, Aku ingin pulang. Lagipula kau harus melakukan banyak hal." sahut Krystal yang sejak tadi hanya diam mendengarkan percakapan suaminya bersama sang asisten.


__ADS_2