
Membuka perlahan kelopak matanya, Kyle dapat melihat sang istri yang berada disampingnya dan juga neneknya yang terlihat begitu cemas.
" kau sudah sadar nak? apa ada yang terasa sakit?" celoteh Nyonya Arleta dengan wajah cemas.
" A...Aku sudah sadar, maksudku Aku sudah merasa baik nek." jawab Kyle, terbata-bata. Ia segera bangun dari tidurnya dan menggenggam erat tangan Krystal.
" kau mau kemana?" tanya Nyonya Arleta dengan bingung.
" Aku mau membuat cucu untuk nenek." jawab Kyle spontan sembari tersenyum manis.
Nyonya Arleta yang mendengarnya kini melongo atas sikap cucu nya yang berubah drastis, menurutnya.
Sedangkan Kyle, Ia begitu santai dan segera berlalu dengan membawa istrinya yang hanya menurut.
****
3 minggu berlalu.
Hari-hari berlalu terasa begitu cepat. Kedatangan Nyonya Arleta beberapa minggu lalu, membuat mansion Smith menjadi hidup, tak seperti biasa yang selalu senyap.
__ADS_1
Seperti biasa, pagi hari dikediaman Smith tampak anggota keluarga tengah menikmati sarapan pagi dengan tenang tetapi minus Kyle dan Krystal, hingga membuat Tuan Smith tentu saja belum memulai sarapannya.
Tuan Smith yang sangat menyayangi cucu semata wayangnya, tentu menghargai sang cucu hingga Ia selalu menunggu Kyle untuk memulai sarapan.
" Kakek, makanlah. Menunggu Kyle, itu akan membuat makanan didepan Kakek menjadi dingin karena diabaikan." ucap Mike dengan wajah datarnya.
" iya, Smith. Kau itu terlalu berlebihan." timpal Nyonya Arleta sembari fokus pada sarapannya.
" selamat pagi semua." sahut Kyle yang tiba-tiba datang dengan menggandeng mesra istrinya.
Hening, tak satupun yang berada dimeja makan menyahuti perkataan Kyle. Semuanya terdiam dengan pikiran masing-masing. Bingung melanda semuanya, khususnya Daddy Khris dan Mom Angel.
Raut wajah itu berubah, seolah ada kebahagiaan yang membuncah didada hingga tak dapat dijelaskan dengan kata-kata.
Senyuman manis itu tak pernah hilang, hingga Kyle dan Krystal sudah mengambil posisi duduk dikursi makan, bergabung dengan yang lain.
" Mike, bisa kita pergi bersama ke kantor?" tanya Kyle yang kini duduk disamping Mike. Suara yang selalu terdengar datar kini sangat lembut seakan menyiratkan rasa kasih sayang.
" ah, bisa." jawab Mike dengan rasa bingungnya.
__ADS_1
" Terima kasih." jawab Kyle dengan begitu lembut hingga membuat Mike seketika menoleh, menatap heran pada Kyle yang kini sibuk mengisi makanan pada piring Krystal.
Aneh, hanya kata itu yang muncul dibenak Mike. Dimana pagi ini, Kyle bersikap tak seperti biasanya.
" Oh, Mom Angel. Kau terlihat cantik dengan dandanan pagi ini. Apa Mom, mau ke luar negeri?" tanya Kyle dengan ramah tanpa melepas senyuman yang sejak tadi menghiasi wajah tampannya.
Sikap Kyle yang begitu manis dipagi hari, membuat semuanya menjadi bingung bercampur heran.
Menyadari Mom Angel tak menyahut, Kyle kini menatap pada wanita setengah abad yang Ia panggil Mom.
" ada apa? ada yang salah?" tanya Kyle dengan bingung. Ia baru menyadari ekspresi wajah yang ditunjukkan semua orang yang berada dimeja makan.
" ah, maafkan Aku. Mungkin Aku terlalu dingin selama ini dan terkesan kaku jadi Aku tidak pandai untuk berbaur dengan keluargaku sendiri. Kalau begitu Aku bisa belajar dari buku, Aku akan membeli buku panduan untuk belajar tersenyum." ucap Kyle dengan wajah seriusnya.
Ucapan Kyle seketika membuat semuanya melongo. Mereka tidak menyangka bahwa seorang pria dingin dengan wajah datar tanpa ekspresi kini bersikap manis dan ramah.
•
•
__ADS_1
Bersambung....