Amazing Wedding

Amazing Wedding
Part. 57 ~Spesial Mike & Eloon.


__ADS_3

" Mommy, apa yang terjadi Mom." pekik Eloon histeris— menghampiri sang Mommy yang terbaring lemah diatas brankar dengan perban dikepala juga ditangan dan kaki.


" Sayang, Mommy kesakitan." balas Mom Ina dengan lemah.


Eloon yang mendengar ucapan Mommynya, tanpa sadar meneteskan air mata. Sesak seketika menggerogoti hati saat melihat orang yang paling disayanginya begitu menderita kesakitan karena beberapa luka disekujur tubuh.


Sementara Mom Angel, wanita cantik paruh baya itu yang sejak tadi berdiri didekat brankar— diam - diam mengulum senyum.


" Ina, kau mau apa. Aku akan membelikanmu makanan sehat diluar, kau pasti kesakitan kan." sahut Mom Angel dengan wajah sendu.


Ia pun dengan cepat merogo tasnya— mencari ponsel dan menghubungi seseorang.


Sedangkan Eloon, wanita muda itu terus menitikkan air mata. Dirinya tak lagi bicara banyak karena tak kuasa menahan sesak didada.


Selang beberapa saat, terdengar pintu yang diketuk dari luar. Dengan senyum semringah, Mom Angel mempersilahkan orang diluar sana untuk masuk kedalam ruang perawatan Mom Ina.


" Mom, ini pesananmu."


Tampak Mike dengan memasang wajah datarnya, menyodorkan paperbag yang berisikan makanan siap santap dari restoran ternama.

__ADS_1


Mom Angel meraih paperbag itu dengan senyum yang merekah. Raut wajahnya terlihat sangat bahagia dan cerah— seakan baru saja memenangkan sebuah lotre berhadiah.


" Mom.. aku mau bicara." seru Mike begitu dingin.


" Ada apa sayang, bicara disini saja." Mama Angel masih memperlihatkan senyumnya.


" Iya, Mike. Ada apa, kau bicara saja disini." sahut Eloon merasa khawatir. Takut bila apa yang akan dibicarakan Mike secara private itu adalah tentang kondisi Mom Ina.


Mike menghela nafas kasar saat kedua wanita dihadapannya melontarkan kalimat yang sama.


" Mom, jangan pernah berfikir bahwa aku akan menikah dengan Eloon hari ini. Aku tau, ini rencana Mom kan?" ucap Mike dengan satu kali tarikan nafas. Sangat jelas gurat wajahnya menunjukkan kewaspadaan.


" Maksudmu apa, Mike?" celetuk Eloon langsung beranjak dari duduknya.


" Aunty?" suara Eloon lirih, menatap penuh kebingungan pada wanita paruh baya yang berdiri disamping Mike.


" Aaa... " Mom Angel tergagap, berfikir keras untuk keluar dari masalahnya sekarang.


" Ini bukan rencana-rencana Mike." suara pelan dari sosok Mom Ina yang masih terbaring lemah, membuat semuanya menoleh pada titik yang sama.

__ADS_1


" Aku memang kesini untuk membahas pernikahan Eloon, tapi saat keluar dari bandara.. tiba-tiba saja aku kecelakaan. Seseorang menyerempetku dengan motor dan meninggalkan aku begitu saja." jelas Mom Ina dengan wajah sendu.


" Nah, Mom Ina benar. Semua ini tidak direncanakan." celetuk Mom Angel dengan cepat. Ia merasa lega, dan dalam hati bersorak bahagia karena sahabatnya— Ina, mampu membuat Mike dan Eloon percaya pada kebohongan yang tercipta.


" Gagal rencana A, rencana B masih ada." gumam Mom Angel menatap dengan mata berbinar pada Mom Ina, begitupun Mom Ina. Kedua wanita paruh baya itu seakan berbicara lewat telepati.


" Mike, sebaiknya jangan menuduh-nuduh Mommy ku. Dia sedang sakit dan kau.. " Eloon menyahut dan terisak karena sedih pada apa yang menimpa sang Mommy.


Melihat itu, Mike dibuat menggeleng kepala. Meski Mom Ina sudah menjelaskan, namun entah mengapa perasaannya masih ragu.


Tak ingin berlama-lama didalam ruang rawat Mom Ina— Mike segera melangkah, hendak keluar. Namun saat tangannya sudah memegang knop pintu, langkah kakinya terhenti saat mendengar ucapan Mom Ina kepada Eloon.


" Eloon, menikahlah dengan Dev." ujar Mom Ina.


Sontak Eloon terkejut, sementara Mike kini tak bergeming ditempatnya. Seolah masih menanti kata selanjutnya yang akan dia dengar.


" Mom, tapi Dev adalah sepupuku." sergah Eloon dengan raut wajah murung.


" Tapi dia mencintaimu, nak. Bahkan Mommy datang kesini karena ingin membawamu pulang ke Turki. Dev ingin sekali bertemu, dan jika kau tidak keberatan.. dia ingin menikah dalam dua hari." tutur Mom Ina.

__ADS_1


Eloon terdiam, dia tidak menanggapi ucapan Mommynya.


Mom Angel yang sejak tadi memperhatikan putranya yang berdiri didepan pintu, kini mengulum senyum. Dirinya cukup yakin bahwa sang putra pasti tengah terpengaruh pada apa yang baru didengarnya.


__ADS_2