ANNURA(Antara Dendam & Cinta)

ANNURA(Antara Dendam & Cinta)
Chapter 10


__ADS_3

Saat ini suara decakan memenuhi ruangan VIP tempat Wahyu dan Nura akan makan siang, Ciuman Wahyu yang awalnya lembut berubah menjadi ciuman panas dan tangan pria itu mulai meraba-raba tubuh Nura. Tangannya saat ini sudah berada di atas bukit kembar Nura, Nura yang mendesah saat Wahyu meremas salah bukit kembarnya. Tangan Wahyu perlahan turun ke perut rata Nura dan kemudian dia mengelus dengan lembut paha mulus Nura. Nura kemudian menahan tangan wahyu saat dia akan memasukkan tangannya kedalam area privat Nura.


Wahyu yang sudah dikuasai nafsu pun akhirnya melepaskan pangutan bibir mereka.


"Kenapa ditahan sayang, aku benar-benar sudah tak bisa menahan gairah ini." Wahyu menatap Nura dengan tatapan penuh dengan hasrat.


"Maafkan aku sayang, sebenarnya aku pun sama. Tapi aku tak mau kita melakukan dosa, aku ingin kita melakukan hal itu setelah kita menikah nanti. Aku ingin memberikan keperawanan ku padamu saat malam pertama kita, tapi sayangnya itu tak akan mungkin karena kamu tak akan mungkin menceraikan istrimu." Nura menundukkan kepalanya, dia tampak bersedih karena tau apa yang nanti akan dijawab oleh Wahyu.


"Kenapa tidak mungkin, aku akan segera mengurus perceraian dengan istriku. Karena aku sudah tak merasakan kenyamanan saat bersama dirinya." ternyata jawaban yang keluar dari mulut Wahyu tak seperti yang ada pada pemikiran Nura. Diam-diam Nura tersenyum dalam hatinya.


"Akhirnya misi ku berhasil juga," Nura bersorak dalam hatinya.


"Benarkah sayang? Aku sangat bahagia mendengarnya, akhirnya aku akan menikah denganmu juga. Aku tak sabar menunggu saat itu terjadi." Wahyu tersenyum melihat Nura yang begitu bahagia, mereka berdua pun kembali menyatukan bibir mereka dan akhirnya makan siang mereka hanya diisi dengan permainan lidah mereka berdua.


Saat Nura selesai makan siang bersama Wahyu dirinya langsung kembali ke apartemennya. Saat tiba di apartemen dia langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Dia berendam dalam bathtub dan tak lupa memasang aromaterapi dalam kamar mandi itu. Nura memejamkan matanya sejenak, dia merasa sedikit lega karena akhirnya dia akan segera menyelesaikan misinya.


Saat Nura sedang asik berendam tiba-tiba ponselnya berbunyi, Nura pun melihat ke layar ponselnya dan ternyata itu adalah panggilan telepon dari Keenan. Nura tersenyum karena Keenan menghubungi dirinya.


"Hallo, Keenan." Nura menyapa Keenan dengan begitu lembut.

__ADS_1


"Nura, aku baru saja mendarat di Jakarta. Aku ingin segera bertemu dengan dirimu, bisakah kita bertemu?" Keenan tampaknya sudah tak sabar ingin bertemu Nura, dan begitu juga dengan gadis itu yang ternyata juga sudah merindukan pria yang sudah berhasil membuat es dalam hatinya mencair.


"Aku sekarang sedang berada di apartemen ku, kamu kirimkan saja lokasi tempat kita akan bertemu, aku akan kesana untuk menemui dirimu."


"Bagaimana kalau aku langsung ke apartemen mu saja, kamu bisa kirimkan alamatnya. Itu pun kalau kamu tidak keberatan."


"Baiklah aku akan menunggu dirimu." Nura pun keluar dari dalam bathtub dan tak lupa dirinya mengirimkan alamat apartemennya kepada Keenan.


Nura segera bersiap-siap untuk menyambut kedatangan Keenan, tak lama kemudian terdengar suara bel berbunyi dan Nura berjalan menuju pintu apartemennya untuk membukakan pintu buat tamu yang datang.


"Hai ..." Keenan tersenyum kepada Nura yang saat ini tampak begitu cantik, bahkan rasa gugup mulai menyelimuti perasaan Keenan saat dirinya mencium aroma tubuh Nura yang sangat wangi.


"Ayo silahkan masuk," Nura pun mempersilahkan Keenan masuk, dan pria itu pun langsung masuk kedalam dan duduk disofa yang ada di apartemen Nura.


"Kamu tampaknya sangat lelah, sebaiknya kamu beristirahat dulu. Aku akan mengambilkan minum untuk dirimu." Nura pun pergi meninggalkan Keenan menuju kedalam dapurnya untuk mengambilkan minum buat pria itu.


Dirinya begitu bahagia karena ternyata Keenan tak melupakan dirinya sejak pertemuan mereka di Bali waktu itu.


Nura begitu terkejut saat tangan seseorang melingkar diperutnya. Dia hampir saja berteriak kalau saja Keenan tak langsung bersuara.


"Biarkan aku memeluk dirimu untuk melepaskan rasa lelah ini," Keenan berbisik ditelinga Nura, dan Nura dapat merasakan nafas hangat pria itu yang menerpa telinganya.

__ADS_1


Nura memejamkan matanya, karena sejujurnya dia juga ikut menikmati pelukan Keenan itu. Perlahan Keenan membalikkan tubuh Nura menghadap dirinya, dia mengangkat dagu Nura dan membuat wajah gadis itu menengok kepadanya.


Perlahan Keenan mendekatkan bibirnya ke bibir Nura dan akhirnya keduanya sudah saling berciuman, Keenan ******* bibir Nura dengan lembut. Kemudian dia memasukkan lidahnya kedalam mulut Nura dan keduanya sudah saling berpangutan dan saling bertukar salivanya.


Nura mengerang dikala Keenan dengan sengaja menggigit bibirnya, ciuman yang awalnya lembut kini berganti dengan ciuman panas. Keenan tak dapat menahan nafsunya untuk menyentuh Nura. Aroma tubuh wanita itu sungguh membuat Keenan menggila.


Nura mendorong tubuh Keenan perlahan agar pria itu melepaskan ciuman mereka, dan Keenan pun melakukan hal itu.


"Kenapa Nura? Apa kamu ragu dengan diriku?" tanya Keenan dengan tatapan penuh gairah.


"Bukan seperti itu, aku hanya tak bisa melakukan hal itu. Aku hanya akan melakukan semua itu dengan pria yang berstatus sebagai suamiku saja." Nura menundukkan kepalanya tak berani menatap wajah Keenan. Nura tau mungkin saat ini Keenan merasa kecewa dengan dirinya tapi dia sungguh hanya ingin memberikan kesuciannya kepada suaminya saja.


Keenan kembali mengangkat wajah Nura untuk melihat kepadanya, "Kalau begitu aku akan menikahi dirimu, kita akan menikah. Dan aku akan menjadikanmu milikku seutuhnya."


Nura begitu terkejut mendengar perkataan Keenan, karena mereka baru saja bertemu bagaimana mungkin pria itu bisa berpikiran seperti itu.


Melihat wajah terkejutnya Nura, seulas senyum tampak di wajah tampan Keenan, "Kamu tak perlu terkejut seperti itu, aku serius mengatakan semua itu. Aku akan pulang kerumah dan menyampaikan keinginan ku untuk menikahi mu."


"Maukah kamu menikah dengan diriku, Nura?" Keenan menatap Nura menunggu jawaban yang akan diberikan oleh gadis itu.


Sementara itu Nura masih tak menyangka kalau Keenan akan melamarnya dengan begitu cepat dan juga saat sedang berada di dapur.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin kamu melamar seorang gadis saat berada didalam dapur, tidak bisakah kamu sedikit romantis melakukan hal itu."


Keenan akhirnya menyadari kalau lamarannya kepada Nura saat itu sangat tidak tepat, dan akhirnya keduanya hanya bisa tertawa saat menyadari hal itu.


__ADS_2